Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pilih Mana: Jadi Lulusan SMA dan Kuliah lalu Kerja Jadi PNS, atau Jadi Lulusan SMK tapi Kerja di LN?

Suryagama Harinthabima oleh Suryagama Harinthabima
24 Oktober 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persepsi yang mulai berubah

Belakangan, saya ngobrol dengan beberapa teman tentang SMA vs SMK ini. Rupanya pengalaman mereka dulu serupa. Sekarang, persepsi mereka juga mulai berubah seperti saya. 

Mau pilih sekolah di SMA atau SMK itu sama validnya untuk membangun karier. Seandainya ada anak, keponakan, saudara, atau kenalan yang performa akademisnya agak kesulitan, mungkin memaksakan dia untuk lanjut ke SMA lalu kuliah bukan pilihan yang bijak.

Iklan

Bahkan, kalau berorientasi ingin ke LN, bisa jadi peluangmu untuk merealisasikannya itu akan lebih besar kalau sekolah di SMK atau pendidikan kejuruan lainnya. Di banyak industri, jumlah kebutuhan akan pekerja terampil di lapangan itu lebih banyak daripada kebutuhan akan pekerja di bagian administrasi/kantornya.

SMK juga menjamin karier cemerlang, kok

Makin kemari, lulusan IT atau sekolah bisnis itu sudah terlalu banyak dan prospek kerjanya mulai oversaturated. Mending ambil SMK jurusan pertanian, misalnya, lalu cari kerja jadi petani di LN. Ambil pendidikan kejuruan, lalu belajar/kursus bahasa asing. Bagus itu.

Apalagi kalau ngomongin negara maju. Banyak dari mereka mulai kekurangan penduduk. Sementara itu, orang-orang muda yang tersisa enggan memilih kerja di lapangan. Mereka butuh pekerja pendatang supaya kegiatan dan perekonomian tetap berjalan.

Memang, kalau balik lagi ke lulusan universitas favorit, jaringan alumninya di dunia kerja itu kuat. Tapi ya itu, banyak mentok kerja di jadi PNS atau di BUMN. Sebaliknya, SMK juga nggak kalah. Malah bisa lebih menjamin kehidupan.

Biasanya, mereka ada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing untuk penyaluran lulusannya. Iya, bisa jadi ada kuota. Tapi sama juga, meskipun kamu lulusan universitas ternama, kerja di perusahaan apa saja dan di mana saja juga ada kuotanya kan?

Semuanya soal mindset 

Mungkin ada komentar gini: 

“Lho, kalau jadi pekerja lapangan, meskipun di LN, kan standar gajinya (meskipun kalau dirupiahkan itu besar) masih kalah dengan standar gaji pekerja kantornya? Lalu biaya hidup di sana kan pasti mahal ya. Belum lagi, untuk bisa diterima kerjanya, ada biaya pendaftaran/penyalurannya kan?

Yaa, kalau masih kurang duitnya, kamu lulusan SMK, kerja di LN sekalian bikin konten saja di YouTube. Siapa tahu bisa dapat tambahan dari situ. Semuanya soal mindset.

Btw, kamu pilih nonton konten mana? Keseharian kerja jadi PNS di Jogja (misalnya), atau keseharian kerja jadi petani di Jepang yang lulusan SMK?

Saya sih lebih milih yang kedua ya, meskipun agak iri-iri gimana, gitu.

Ini saya bukan PNS, lho, ya.

Penulis: Suryagama Harinthabima

Iklan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Kerja di Jepang dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2024 oleh

Tags: kerja di jepanglulusan smalulusan SMKprospek lulusan SMKSMK
Suryagama Harinthabima

Suryagama Harinthabima

Pekerja lepas.

Artikel Terkait

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO
Sekolahan

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.