Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Keracunan dan Histeria di Nampan Makan Warga Negara

Muhidin M. Dahlan oleh Muhidin M. Dahlan
1 Oktober 2025
A A
Keracunan dan Histeria di Nampan Makan Warga Negara MOJOK.CO

Ilustrasi Keracunan dan Histeria di Nampan Makan Warga Negara. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keracunan MBG bukan satu-satunya histeria keracunan di atas nampan sejarah Indonesia. Satu yang sama: rakyat selalu jadi korban. 

“Dalam tujuh bulan, kita berhasil mencapai apa yang negara lain butuh bertahun-tahun. Brasil butuh 11 tahun untuk capai 40 juta MBG setiap hari. Program MBG bukan semata program sosial, melainkan fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. PBB mengatakan, MBG adalah investasi terbaik sebuah bangsa.” Presiden Prabowo Subianto, Sidang Tahunan MPR, 16 Agustus 2025 

Sebulan lewat beberapa hari dari pidato itu, gempa dari subjek utama kebanggaan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik. Ternyata, betapa berbahaya dan beracunnya apa yang disebut makan bergizi gratis itu.

Di Bandung Barat, tepatnya Cipongkor, di pekan terakhir September kita dientakkan angka statistik. Sekitar 1000-an lebih siswa keracunan dan tumbang di rumah sakit maupun gedung olahraga yang dijadikan rumah sakit darurat. 

Cipongkor, tentu saja bukan nama daerah terakhir yang tiba-tiba menasional karena MBG. Sebab, isu racun makanan ini, yang bangsatnya berasal dari program andalan pemerintah dengan menyedot ratusan triliunan rupiah dari anggaran pendidikan nasional, telah merambat ke 16 provinsi dengan korban 6000-an siswa.  

Peristiwa keracunan terbesar sepanjang sejarah 

Mula-mula, sepekan setelah gong MBG dipukul-mula, kita hanya mendengar sayup-sayup rintihan. Lebih kurang 60-an siswa di daerah perbatasan dengan Malaysia yang menjadi baratayuda Operasi Dwikora, Kaltara, keracunan. 

Lalu, susul-menyusul daerah lain yang memberi kabar keracunan. Dari Sukoharjo, Empat Lawang, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung, Penukal Abab Lematang Ilir, Garut, Banggai Kepulauan, Mamuju, Ketapang, hingga Parigi Moutong.

Di tengah amukan racun di piring impor MBG itu, mencuat isu lain yang tidak kalah sensitifnya: minyak babi. Oleh isu babi ini, publik dientakkan bahwa jutaan nampan yang dipakai sebagai wadah makanan, bukanlah “made in Indonesia”, melainkan impor. 

Sudah impor, babi pula. Dan, di atas nampan berlapis minyak babi dan imporan ini diletakkan makanan yang membikin ribuan siswa di Indonesia keracunan, mempertaruhkan nyawa atas nama propaganda gizi. Sempurna.

Sampai di sini, saya sadar bahwa MBG telah mencatatkan rekor sebagai isu racun makanan terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia. Secara skalabilitas, lebih luas dari isu racun tempe bongkrek yang terjadi sejak 1960-an, minyak babi (1988), maupun racun biskuit (1989).

Baca halaman selanjutnya: Bongkrek penyebar maut…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2025 oleh

Tags: karacunankeracunan MBGkeracunan tempe bongkrekmakan bergizi gratisMBGminyak babironggeng dukuh paruk
Muhidin M. Dahlan

Muhidin M. Dahlan

Penulis dan kerani partikelir IBOEKOE dan Radio Buku.

Artikel Terkait

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan
Sehari-hari

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
UGM MBG Mojok.co
Kilas

Gadjah Mada Intellectual Club Kritisi Program MBG yang Menyedot Anggaran Pendidikan

28 November 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Biang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Yogyakarta MOJOK.CO
Aktual

Biang Keracunan MBG 426 Siswa SMAN 1 Yogyakarta, Menu Memang Tak Keliahatan Aneh tapi Waktu Masaknya Bermasalah

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Menghadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.