Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Para Pencuri yang Merusak Nama Baik Profesi Bloger

Puthut EA oleh Puthut EA
9 Juni 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tentu sudah banyak yang tahu, barusan Mojok punya sedikit masalah dengan sebuah blog yang mengopi dan menayangkan hampir semua tulisan Mojok, sesaat setelah artikel tersebut diunggah.

Saya sebut sebagai ‘sedikit masalah’ karena orang yang bersangkutan sedang akan menyelesaikan masalah itu kepada Mojok. Tapi yang menarik bukan itu.

Di kolom komentar Facebook tempat saya mengunggah protes, ada beberapa orang yang sengaja membela aksi itu. Alasannya ada dua. Pertama, seakan mencomot itu tidak salah karena tidak tahu dasar hukumnya. Bagi saya, orang-orang semacam ini hanya perlu diberitahu bahwa perbuatan itu tidak etis tapi juga memang ada aturan pidananya.

Tapi yang aneh yang kedua, merasa bahwa itu tindakan halal untuk mendapatkan uang. Dan mereka mengaku para bloger. Astaghfirullah…

Saya seorang penulis. Hampir sebagian teman saya bloger. Agus Mulyadi juga seorang bloger. Dan waktu kasus ini saya angkat, banyak bloger yang mengontak saya untuk terus memperkarakan dan memberi pelajaran kepada publik dalam kasus itu. Sebab kata mereka, ada orang-orang yang merusak nama baik para bloger.

Para bloger ini penulis. Mereka menulis apa saja di blog mereka. Sungguh itu profesi yang terhormat.

Tapi profesi itu dirusak oleh orang-orang yang seolah-olah bloger. Kenapa dibilang seolah-olah? Karena pada dasarnya mereka bukan penulis. Mereka hanya semacam orang nista yang mengambil tulisan di berbagai media, termasuk diambil dari para bloger. Itu semua semata dilakukan untuk mendapatkan uang. Mereka pencuri. Bukan bloger. Bukan penulis.

Kita semua sebagai insan kreatif, tentulah berhak marah dan kecewa atas hal itu. Terlebih para bloger. Sudah ‘gerombolan’ tersebut merusak nama baik bloger, mereka juga mencuri karya-karya para bloger.

Dalam soal ini, saya kira kita punya problem serius dalam persoalan etis. Para elit politik makin banyak yang merasa tidak malu melakukan korupsi. Ketahuan korupsi masih cengangas-cengenges. Sementara itu, di sisi berbeda, ada sekelompok masyarakat di dunia maya yang bangga hidup dari mencuri karya orang. Dan kebanggaan itu diumbar begitu saja.

Pagi ini, saya mengantar anak saya wisuda. Baru TK sih… Dan saya merenung. Bagaimana mungkin ada orang atau orangtua yang bangga sebagai kriminal. Apakah mereka tidak berpikir bahwa uang itu dimakan keluarga mereka (jika mereka berkeluarga), atau setidaknya dimakan menjadi darah dan daging.

Apakah mereka tidak perlu lagi punya kehormatan? Apakah mereka tidak malu kepada bapak-ibu mereka, anak-anak mereka. Apalagi jejak digital itu nyaris susah hilang.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa mereka tak malu kalau kelak anak-anak mereka tahu bahwa bapak atau orangtua mereka maling.

Dan maling yang bangga. Melakukan perbuatan nista dengan bangga. Makan uang haram dengan bangga.

Naudzubillah…

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2018 oleh

Tags: blogermalingpencuri
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong
Urban

Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan

12 Februari 2026
Terpaksa jadi maling, buronan polisi, hingga masuk penjara karena lelah punya orang tua miskin MOJOK.CO
Ragam

Terpaksa Jadi Maling-Mendekam di Penjara karena Lelah Punya Orang Tua Miskin, Sejak Kecil Hanya Bisa Ngiler ke Hidup Enak Teman Sebaya

22 Desember 2025
Mirip Sukolilo Pati, Kampung Muharto Malang Dicap Sebagai "Sarang Preman": Warganya Di-blacklist Leasing Saking Banyak Kredit Macet.MOJOK.CO
Ragam

Menjadi Anak Maling Itu Penuh Penderitaan, Mending Sekalian Jadi Anak Koruptor

6 Maret 2024
Mantab! Pocong Digebukin hingga Bupati Wonogiri Bagi Bagi N-Max
Video

Mantab! Pocong Digebukin hingga Bupati Wonogiri Bagi Bagi N-Max

12 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.