Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Menjernihkan Kembali Fungsi dan Tugas Moderator

Puthut EA oleh Puthut EA
1 Oktober 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tugas moderator mewakili tiga kepentingan: panitia, peserta, dan pembicara. Namun, ada moderator yang tidak sepenuhnya paham tugas dan fungsinya.

Akhir-akhir ini, saya lumayan sering hadir sebagai peserta beberapa forum ilmiah. Entah kenapa, saya merasa terganggu dengan polah para moderator. Mungkin tulisan ringan dan ringkas ini bisa membantu mengingat fungsi dan peran seorang moderator dalam berbagai bentuk diskusi ilmiah, baik secara formal maupun semiformal.

Moderator, dalam pengertian yang paling dasar dan sederhana adalah orang yang diberi mandat untuk mengatur jalannya forum. Sehingga setidaknya, dia mewakili tiga kepentingan: kepentingan panitia penyelenggara, pengertian peserta, dan kepentingan pembicara.

Sampai sekarang masih sering terjadi kekeliruan pemahaman, moderator dianggap sebagai kasta kedua dalam sebuah forum, di bawah pembicara. Ini pengertian yang keliru. Karena tanggung jawab, fungsi, dan tugas moderator begitu penting, maka derajatnya sama dengan pembicara, bahkan kadang bisa lebih tinggi.

Saya sudah pernah mengisi sebagai pembicara di berbagai forum. Tampak sekali kekeliruan ini masih sering terjadi. Para pembicaranya hebat dan bagus, tapi moderatornya tidak punya kapasitas.

Saya bahkan jarang sekali, mungkin hanya dua kali, diundang khusus sebuah panitia untuk mengemban tugas moderator. Coba perhatikan di seminar dalam kampus yang dihelat adik-adik mahasiswa, para pembicara yang diundang dianggap ahli dalam bidang tersebut, giliran moderator, diberikan kepada mahasiswa. Saya bukan menyepelekan mahasiswa, tapi hanya hendak meluruskan sejak awal, moderator dianggap sebagai kasta kedua.

Maka dalam forum-forum yang otoritatif, moderator selalu diberikan kepada salah satu ahli. Saya kasih contoh mudah saja. Di acara Indonesian Lawyers Club yang banyak penggemarnya itu, dimoderatori oleh bukan sembarang orang: Karni Ilyas.

Apakah Karni Ilyas lebih bodoh dibanding para pembicara? Tentu tidak. Dalam acara Mata Najwa, sama juga. Kita tidak bisa mengatakan Najwa Shihab lebih buruk pemahamannya tentang tema yang dibicarakan dibanding para narasumber. Dua contoh mudah itu, saya rasa cukup. Tapi kalau Anda menonton acara teve tahun 90an, tentu ingat betapa hebat sosok bernama Wimar Witoelar dalam memandu jalannya sebuah diskusi. Wimar orang yang sangat cerdas.

Kekeliruan lain yang juga sering terjadi adalah moderator dianggap semata sebagai orang yang fasih bicara. Saya pernah beberapa kali mengikuti diskusi tentang sastra, tapi para moderator tidak begitu tahu soal sastra. Atau dalam diskusi soal media digital, moderatornya tidak melek media digital. Tentu saja forum tersebut tidak berjalan optimal, untuk tidak mengatakan kacau.

Setelah beres pengertian yang kerap keliru itu, kita beranjak ke beberapa hal yang penting. Tugas moderator yang utama adalah memandu dan mengatur jalannya acara atau forum. Oleh karena itu, dia harus sadar ruang dan sadar waktu. Sadar ruang, dia tahu persis kapasitas pembicara dan karakter umum peserta serta bentuk forum. Memandu acara formal di kampus, tentu berbeda dengan memandu acara semiformal di sebuah pendapa komunitas.

Moderator juga harus sadar waktu. Dia harus tahu berapa lama durasi acara, sehingga bisa membagi dengan baik berbagai sesi, dan memberi jatah yang adil kepada para pembicara.

Hal penting lagi, moderator harus tahu diri. Dia mungkin menguasai tema dalam diskusi itu. Tapi dia bukan pembicara. Jadi si moderator terlarang untuk mengambil alih fungsi pembicara.

Dalam berbagai forum, tugas moderator adalah mengingatkan ulang kepada peserta tujuan forum tersebut. Apa kepentingan forum itu. Lalu menperkenalkan para pembicara, sekaligus menjelaskan dengan ringkas dalam konteks apa pembicara tersebut penting dalam forum itu.

Memang, salah satu keterampilan memandu acara adalah dengan memecah kebekuan agar suasana lebih rileks dan tidak tegang. Suasana yang cair akan memudahkan pembicara memaparkan isi dan pokok bahasan mereka, sekaligus peserta bisa lebih tenang dalam memahami materi. Namun hal itu tidak bisa dilakukan berlebihan. Moderator bagus kalau bisa melucu, tapi dia bukan pelawak dan forum diskusi bukanlah panggung lawak.

Iklan

Dan yang paling penting, moderator harus ingat agar dia mewakili peserta. Tidak semua peserta punya kesempatan bertanya. Maka beberapa hal yang dirasa penting diketahui oleh peserta, boleh ditanyakan oleh moderator.

Moderator juga bukan hakim isu diskusi. Tugas moderator adalah ia bisa meluruskan, menajamkan, mencari tahu dan membuat gamblang. Tapi tidak dengan membuat melakukan bantahan-bantahan yang itu semua ada dalam pikirannya sendiri. Dia tidak sedang memperjuangkan pikirannya.

Hal dasar lain yang perlu diketahui oleh moderator adalah dia boleh membuat kesimpulan sebuah forum. Tapi boleh juga tidak. Tergantung forumnya seperti apa. Kalaupun dia membuat kesimpulan, maka kesimpulan itu didasarkan atas jalannya forum. Bukan karena jalan pikirannya sendiri.

Moderator juga tidak harus mengulang pertanyaan dari peserta. Kalau memang forum sudah jelas, pembicara sudah paham, tidak perlu diulang. Kenapa harus diulang? Selain menghabiskan waktu, juga cenderung membosankan.

Terakhir, ini juga hal yang sering dipahami secara keliru oleh moderator: forum dianggap bagus kalau ada peserta yang bertanya. Siapa yang mengharuskan begitu? Kalau peserta sudah paham dan puas, kenapa harus bertanya? Lebih kacau lagi, moderator kemudian seakan memaksa peserta bertanya. Moderator apa-apaan ini…

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2018 oleh

Tags: forumindonesia lawyer clubKarni IlyasMata NajwamoderatorNajwa Shihabpembicaratugas moderator
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Ragam

Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli

30 Oktober 2024
Sosok

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
Tim pemenangan pasangan AMIN MOJOK.CO
Kotak Suara

Dipertimbangkan Jadi Ketua Tim Pemenangan AMIN, Najwa Shihab Menolak

19 September 2023
najwa shihab megawati mojok.co
Kotak Suara

Najwa Shihab Sentil Pidato Megawati, Senggol Hak Prerogatif Ketum Parpol

18 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pekerja perempuan.MOJOK.CO

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.