Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Meminta Mahfud MD Menjadi Cawapres Jokowi Merupakan Manuver Tercerdas PSI

Puthut EA oleh Puthut EA
5 April 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memilih satu di antara banyak bakal cawapres Jokowi bisa menimbulkan situasi yang tidak kondisif. Apakah Mahfud MD merupakan sosok yang tepat?

Harus diakui, PSI adalah salah satu partai yang punya percaya diri tinggi dan memiliki kiat untuk terus mendapatkan perhatian publik. Manuver termutakhirnya adalah meminta Mahfud MD untuk menjadi salah satu panelis calon legislatif partai baru ini. Di kesempatan itu pula, PSI meminta Mahfud bersedia dicalonkan menjadi pendamping Jokowi.

Saya tidak tahu persis apakah Mahfud dipilih sebagai satu-satunya yang dicalonkan PSI atau tidak. Sebab, belum lama, PSI mengumumkan 12 cawapres pendamping Jokowi.

Langkah meminang Mahfud menurut saya cukup keren. Sekalipun harus dipahami bahwa hal seperti ini menorehkan pengalaman politik yang kurang enak bagi mantan ketua MK.

Pada pemilu 2014 lalu, dia juga diiming-imingi oleh PKB untuk hal yang sama bersama JK, Rhoma Irama, dan Ahmad Dhani. Langkah itu juga jadi langkah tercerdas PKB sehingga memperoleh kursi dua kali lipat dari pemilu sebelumnya. Enak di PKB, tapi sepertinya tidak enak bagi orang-orang yang dicalonkan.

Menurut hemat saya, pemilihan nama Mahfud itu realistis. Besar kemungkinan, banyaknya partai yang merapat ke Jokowi akan membuka potensi cawapres yang bukan berasal dari partai pendukungnya. Memilih satu di antara ketua atau tokoh partai tertentu akan menimbulkan hal yang tidak kondusif.

Apalagi kita pernah punya pengalaman politik ketika SBY pada pemilu 2009 justru memilih tokoh di luar dugaan untuk mendampinginya: Boediono. Dan SBY saat itu membuktikan bahwa pilihannya cukup efektif untuk meredam potensi perselisihan di antara partai-partai pendukungnya serta membuktikan bisa menang telak dalam satu putaran.

Selain faktor strategis di atas, Mahfud juga memiliki beberapa kelebihan lain. Pertama, jamak diketahui kalau Mahfud punya pengalaman di berbagai lini kepemimpinan nasional dari mulai jabatan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Saya kira jarang sekali elite politik kita yang punya pengalaman sekaya Mahfud.

Kedua, Mahfud adalah pakar hukum tata negara. Harap diingat, pemerintahan Jokowi berkali-kali kalah dalam soal ini. Terutama jika berhadapan dengan Yusril Ihza Mahendra. Kecerdasan Yusril dan kepiawaiannya seakan susah diimbangi oleh orang-orang Jokowi. Memasang Mahfud sebagai pendamping Jokowi akan memberi rasa percaya diri dalam hal legislasi dan konstitusi.

Ketiga, Mahfud jelas dianggap sebagai salah seorang tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Selain santri, Mahfud menggondol gelar kesarjanaan dalam bidang Sastra Arab. Dia juga menguasai hukum Islam dan tentu saja tidak menemui kesulitan dalam membaca kitab-kitab klasik. Kadar dan otoritas keilmuan Mahfud dalam hal ini tak diragukan lagi. Dan dia pun dekat sekali dengan komunitas santri serta kaum ulama.

Tentu akan timbul persoalan dan pertanyaan karena pada pilpres 2014, laki-laki dari Madura itu menjadi salah seorang tokoh penting bagi tim pemenangan Prabowo. Tapi, pertanyaan itu justru positif bagi Jokowi. Bukankah Prabowo juga mengambil orang-orang terpenting Jokowi? Dua di antaranya adalah Anies Baswedan dan Sudirman Said.

Kalau Prabowo “menjamu” para mantan tim sukses Jokowi merapat ke kubunya, tidak akan mengherankan jika Jokowi melakukan hal yang sama. Bukan hanya dijamu menjadi gubernur lagi, tapi menjadi cawapres.

Apa pun itu, manuver PSI kali ini bukan hanya pintar, tapi juga saling menguntungkan. PSI untung. Mahfud juga untung.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2018 oleh

Tags: cawapres jokowijokowimahfud mdPilpres 2019psi
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
menulis di media, dahlan iskan.MOJOK.CO
Ragam

Menulis di Media adalah Cara Termudah Menjadi Terkenal dan Meninggalkan “Warisan”

17 April 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.