Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Kabar Baik dari Presiden Jokowi

Puthut EA oleh Puthut EA
1 April 2020
A A
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kemarin, Presiden Jokowi membuat pernyataan ke publik tentang penambahan pembiayaan untuk mengatasi pandemi corona sebesar Rp405,1 triliun.

Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Sistem Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Tentu ini kabar baik yang ditunggu oleh warga negara.

Inti dari perppu tersebut adalah pengalokasian penambahan keuangan ke empat komponen besar: insentif bidang kesehatan; insentif perlindungan sosial; insentif perpajakan dan stimulus KUR; dan insentif program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan pembiayaan UMKM. Dari keempat komponen itu, kita langsung bisa tahu bahwa strategi itu cukup komprehensif, runtut, dan masuk akal. Pernyataan tersebut, menurut pendapat saya, pidato paling menarik dan positif dari seorang kepala negara dalam menyikapi pandemi corona, setelah sebelumnya terlihat mengambang dan makin tak jelas saat diberikan penjelasan ulang ke publik oleh jubir presiden, Fadjroel Rachman.

Dengan kabar seperti itu saja, antusiasme publik mulai menggeliat lagi, setelah lebih dari dua minggu diberi kabar yang selalu buruk soal pandemi, serta ketidakjelasan dalam penanganannya. Jangan pernah menyepelekan antusiasme publik, karena gestur ini membangun sikap batin dan pola pikir yang positif. Pola pikir yang positif dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap optimistis. Dan sikap optimistis berguna untuk semua hal: menghalau kepanikan, melepas stres, punya harapan, bahkan bisa memperkuat sistem imun pada tubuh manusia.

Tentu saja persoalannya tinggal bagaimana ini diimplementasikan. Presiden Jokowi berjanji, semua akan terlaksana mulai April. Tentu proses setiap item kerja berbeda-beda, menyangkut sistem kerja dan lembaga-lembaga terkait. Tapi saya punya keyakinan hal ini akan cepat bisa dilakukan. Kenapa? Karena saya kira Presiden mendengar aspirasi dari berbagai elemen masyarakat sipil, para pengusaha, ekonom, dll. Kedua, suara publik yang resah, tidak mungkin tidak bisa dipindai oleh seorang presiden lewat berbagai jalur. Dan terlihat betul saat menyampaikan itu, raut muka Presiden Jokowi tampak segar dengan nada yang optimistis, disampaikan dengan jelas poin per poin.

Satu persoalan strategi besar dalam menangani pandemi corona dari sisi perekonomian sudah dilakukan. Tinggal yang kita tunggu strategi besar lain, yaitu penanganan pendemi corona itu sendiri. Memang Presiden di waktu yang hampir bersamaan juga mengumumkan soal strategi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Intinya: Pertama, menyatakan bahwa kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. Kedua, mempersiapkan jaringan pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. Ketiga, menjaga dunia usaha, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah, agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerja. Sayang, dalam pidato tersebut, Presiden Jokowi hanya fokus menjelaskan pada poin penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah.

Fokus penjelasan pada poin tersebut memang penting. Tapi ada hal lain yang juga penting, bagaimana strategi mengatasi penyebaran pandemi corona yang sangat cepat dan masif tersebut? Bagaimana implementasi PSBB itu di masyarakat? Bagaimana sistem koordinasi antara pusat dan daerah? Dan sekian pertanyaan lain.

Ada dua kepanikan yang sedang terjadi di masyarakat. Pertama, kepanikan karena persebaran pandemi corona yang begitu cepat dan masif, yang mulai menelan banyak korban, plus berbagai kabar tentang belum siapnya infratruktur kesehatan, dan bahkan banyak juru medis yang bertumbangan. Di sisi lain, terjadi kepanikan sosial terutama ekonomi karena implikasi dari pandemi corona ini. Presiden Jokowi sudah gamblang, runtut, dan logis menjelaskan poin kedua. Tapi poin pertama, masih belum jelas.

Kalau yang pertama bisa dijelaskan dalam waktu dekat, tentu itu akan makin membantu masyarakat. Setidaknya kami sebagai warga masyarakat tahu persis bagaimana strategi, tahapan, dan implementasinya.

Saya secara pribadi berharap semoga hari ini ada penjelasan yang komprehensif dan runtut sebagaimana penjelasan soal fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah. Karena kita sedang beradu cepat dengan menyebarnya pandemi, berita tentang makin bertambahnya angka-angka dari mulai yang positif kena sampai yang meninggal dunia, makin banyaknya orang mudik dari Jakarta, dan sekian hal lainnya, yang belum benderang bagaimana mengatasinya.

Tapi apa pun itu, apresiasi mesti diberikan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi. Ini langkah maju. Langkah yang membuat banyak orang mulai optimistis. Tapi tetap kami menunggu yang soal strategi penanganan persebaran pendemi corona. Biar optimisme ini makin tebal di dada warga negara.

BACA JUGA Surat untuk Virus Corona dan esai Puthut EA lainnya di KEPALA SUKU.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2020 oleh

Tags: coronaEkonomiinsentifjokowiperppu
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.