Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Gita Savitri, Childfree Bikin Awet Muda Itu Omong Kosong

Beberapa dari kita demikian pusing dan terancam dengan Gita Savitri yang secara terbuka melakukan childfree dengan alasan logis, tapi abai dengan pelaku poligami yang secara terbuka memiliki 25 anak atau lebih.

Arman Dhani oleh Arman Dhani
8 Februari 2023
A A
Gita Savitri, Childfree Bikin Awet Muda Itu Omong Kosong MOJOK.CO

Ilustrasi Gita Savitri, Childfree Bikin Awet Muda Itu Omong Kosong. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih childfree. Misalnya karena ancaman resesi ekonomi, perang global, kondisi kesehatan, memutus mata rantai trauma dalam keluarga, hingga memang “tak mau” adalah hal yang wajar belaka. Seseorang yang memilih childfree bukan berarti nggak suka sama anak-anak, atau memutuskan perang terhadap kehamilan.

Alasan-alasan ini bisa jadi nggak masuk akal buat kamu dan Gita Savitri. Tapi, buat mereka yang meyakini, hal ini adalah keniscayaan. Meledek orang yang memilih childfree, apalagi memaki mereka, tidak akan secara ajaib membuat mereka menyesal lalu berkembang biak setelahnya.

Beberapa orang yang saya kenal, memilih untuk childfree karena tumbuh dari lingkungan yang abusif, produk poligami, KDRT yang terus menerus terjadi atas nama anak, atau melihat banyak perceraian yang membuat mereka memikirkan ulang pernikahan dan memiliki anak. Jangan-jangan Gita Savitri makin nggak paham hak-hal kayak gini.

Banyak anak banyak rezeki

Lelucon di antara kawan-kawan kami adalah banyak anak banyak rejeki. Sayangnya, giliran kehabisan uang, utang kepada orang lain, tapi tidak segera melunasinya. Orang-orang macam ini yang membuat parenthood jadi hal yang buruk. Ngurus diri sendiri saja nggak becus, kok malah beranak dan merepotkan orang lain?

Dear Gita Savitri, childfree adalah keputusan sadar orang dewasa yang melihat bahwa dirinya tidak punya kapasitas sebagai orang tua. Bisa jadi karena mereka menyadari bahwa memiliki penyakit genetik berbahaya, biaya hidup yang semakin mahal, atau memang kondisi lingkungan yang berbahaya.

Mereka yang menolak kehamilan dan secara terbuka mengampanyekan larangan memiliki anak adalah kelompok anti-natalis yang sangat berbeda dengan childfree. Jika childfree fokus pada diri, anti-natalis fokus pada kegiatan reproduksi itu sendiri, berargumen bahwa manusia harus menghentikan reproduksi karena sifatnya salah secara moral.

Kelompok anti-natalis memiliki kecenderungan nihilisme dan memandang secara muram dunia. Mereka melihat overpopulasi, kelaparan, kerusakan, kemiskinan, terjadi karena kehamilan dan kelahiran anak. Meski demikian, seperti juga childfree, anti-natalis tidak anti sama anak. Banyak dari anti-natalis yang menjadi pengasuh bayi karena sadar mereka lahir ke dunia tanpa consent, dan berhak mendapat hidup layak.

Pembuangan bayi yang makin memprihatinkan

Di Indonesia, kasus pembuangan bayi bukan hal yang aneh. Berdasar catatan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari data 2020 hingga medio 2021, ada 212 kasus pembuangan bayi yang masuk menjadi laporan. Angka temuan bayi yang dibuang terus meningkat sepanjang tahunnya.

Lalu siapa yang merawat anak-anak ini? Apakah mereka yang anti-natalis, childfree, atau pegiat reproduksi yang mendorong kelahiran anak? Yang jelas, di banyak tempat perawatan, ada orang tua yang merawat mereka meski memilih childfree tapi tak keberatan merawat anak-anak yang dibuang.

Ini mengapa satu orang influencer seperti Gita Savitri tidak akan bisa mengalahkan penggemar keluarga Halilintar. Paham di Indonesia banyak anak banyak rezeki masih jadi kredo yang diamini jutaan orang. Pernikahan anak, masih minimnya laki-laki yang mau ikut KB, jadi alasan lain.

Abai sama poligami

Beberapa dari kita demikian pusing dan terancam dengan Gita Savitri yang secara terbuka melakukan childfree dengan alasan logis, tapi abai dengan pelaku poligami yang secara terbuka memiliki 25 anak atau lebih. Kita memakai dalil keutamaan sunah, atau agama, untuk menjustifikasi jumlah puluhan anak dari satu laki-laki, tapi ketika satu perempuan memutuskan secara sadar tak memiliki keturunan, dunia seperti kehilangan populasi.

Setiap tahun, ada 4,8 juta anak lahir di Indonesia. Tingginya angka kelahiran ini menempatkan Indonesia pada urutan keempat setelah Cina, India, dan Amerika Serikat dengan populasi mencapai hampir 270 juta jiwa. Jadi, mau ada seribu Gita Savitri, tidak akan menghentikan laju pertumbuhan penduduk kita.

BACA JUGA Memutuskan Childfree kayak Gitasav Nggak Masalah, yang Penting Bukan demi Terlihat Edgy dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Arman Dhani

Iklan

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2023 oleh

Tags: anak yatim piatuchildfreeGita Savitripanti asuhanyatim piatu
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Cerita Pengasuh Anak Seribu Pulau dan Hal-hal Kecil yang Membuat Bahagia setelah Menangis MOJOK.CO
Ragam

Cerita Pengasuh Anak Seribu Pulau dan Hal-hal Kecil yang Membuat Bahagia setelah Menangis

26 November 2025
lksa samsah.MOJOK.CO
Ragam

Ketika Anak Asuh dan Pengasuh Sama-Sama Belajar Memahami Manusia di LKSA Samsah Kudus

25 November 2025
lksa budi luhur.MOJOK.CO
Ragam

LKSA Budi Luhur Kudus Mengajarkan Bahwa Keluarga Tak Melulu Soal Ikatan Darah

21 November 2025
lksa dzikrul hikmah.MOJOK.CO
Ragam

Menumbuhkan Harapan di Rumah Kecil Bernama Dzikrul Hikmah

20 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.