Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Jogja Darurat KDRT, Ironisnya Hanya Sedikit yang Diproses Hukum

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
7 Oktober 2022
A A
kdrt mojok.co

Ilustrasi kekerasan. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus KDRT di Jogja tergolong tinggi. Ada 156 laporan hingga Agustus 2022. Namun, hanya sedikit kasus yang bisa diproses secara hukum.

Beberapa hari terakhir, kasus terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ramai diperbincangkan. Mulai dari penyanyi dangdut Lesti Kejora yang melaporkan suaminya. Lalu,  pasangan Baim-Paula yang dikecam karena membuat konten prank laporan KDRT.

Iklan

Namun, sejatinya, di Jogja sendiri, kasus soal KDRT cenderung tinggi. Berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), hingga Agustus 2022 saja telah ditemukan 156 kasus KDRT di DIY. Laporan ini dicatat dalam Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA).

Kepala DP3AP2KB Edy Muhammad menjelaskan bahwa total ada 156 kasus sampai dengan Agustus, dan itu tercatat di SIGA. Artinya, ini data gabungan termasuk dari lembaga lain, seperti Rifka Annisa dan lainnya.

Ia menambahkan, kasus KDRT tidak cuma dialami oleh perempuan saja, tapi juga anak-anak. Bahkan, dibarengi juga dengan kekerasan seksual. Pihaknya pun akhirnya memperpanjang masa kerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) guna memberikan pendampingan dan pertimbangan hukum kepada para korban.

Berdasarkan data yang ada, ironisnya, dari 156 kasus yang ditemukan, kurang dari seperempat atau hanya 24 kasus yang maju ke meja hijau. Sisanya berakhir dengan cara damai alias kekeluargaan, yang salah satunya ditengahi oleh lembaga Rumah Restorative Justice (RRJ) bikinan Kejaksaan Tinggi DIY bersama Pemkab Bantul.

Salah satu kasus yang ditengahi oleh RRJ adalah perkara yang melibatkan suami istri, Sinyo (37) dan Vita (40) di Bantul, awal tahun ini. Saat itu, Vita melaporkan KDRT yang dilakukan suaminya. Meski proses hukum sempat bergulir, pada akhirnya kasus itu berakhir damai setelah ditengahi RRJ.

Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Katarina Endang Sarwestri menyebut, tujuan RRJ dibentuk agar semakin banyak tindak pidana ringan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Bahkan, ke depan ia mengharapkan lebih banyak lagi dibentuk RRJ di wilayahnya.

Namun, Sosiolog UNY Sasiana Gilar Apriantika, cukup menyayangkan akhir damai yang diputuskan RRJ untuk sejumlah kasus KDRT di Jogja. Ia menyadari, bahwa lembaga tersebut memang dibangun dengan tujuan baik, yakni pengendalian sosial di level lokal. Namun, jika tak ada identifikasi level kejahatan yang jelas, justru bakal menimbulkan masalah ke depannya.

“Harus ada identifikasi yang jelas dari RRJ terkait kejahatan ringan, menengah, atau berat, yang bisa atau tidak bisa untuk direstorasi [didamaikan],” ujarnya kepada Mojok, Kamis (6/10/2022).

“Dalam konteks KDRT, ini harusnya masuk ranah pidana, sudah ada undang-undangnya juga. Jadi, harusnya dalam penanganannya pun masuk ke wewenang penegak hukum, bukan lagi RRJ,” sambungnya.

Sasiana juga khawatir, jika semua perkara terkait KDRT diputuskan damai oleh RRJ, malah bakal menurunkan kesadaran (awareness) masyarakat soal bentuk-bentuk kekerasan domestik dalam keluarga.

“Dulu KDRT dianggap aib, jadi tidak banyak dilaporkan. Kini, masyarakat sudah mulai aware soal isu ini, terutama jika ia menimpa perempuan. Jika KDRT selalu berakhir damai, dikhawatirkan justru menurunkan kesadaran publik bahwa ini isu serius,” tegasnya.

Kendati demikian, akademisi yang fokus di diskursus perempuan dan gender ini tetap memahami, mengapa hari ini masih banyak kasus KDRT yang berakhir secara damai. Bahkan, banyak yang tidak dilaporkan.

“Ada normalisasi kekerasan dalam keluarga atas nama pernikahan. Pernikahan dianggap sakral, mengikat secara agama dan hukum negara. Maka, ketika terjadi kasus KDRT, korban pun memilih untuk bertahan daripada dianggap mengotori kesakralan tersebut,” ujar Sasiana.

Faktor budaya dan stereotype, lanjutnya, juga ia anggap sebagai alasan lain yang menyebabkan mengapa banyak korban pada akhirnya memilih diam ketika terjadi kekerasan domestik dalam keluarga.

“Ketika memilih melapor dan akhirnya cerai, korban dianggap egois karena tidak memikirkan nama baik keluarga, nasib anaknya, dan belum lagi jika ada gosip tetangga. Bagaimanapun, ini preseden yang tidak baik,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Film Paranoia Angkat Tema KDRT yang Kompleks Meski Nanggung

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2022 oleh

Tags: KDRTkdrt jogjaKekerasanKekerasan Dalam Rumah Tangga
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Berantas topeng monyet. MOJOK.CO

Nasib Monyet Ekor Panjang yang Terancam Punah tapi Tak Ada Payung Hukum yang Melindunginya

15 Desember 2025
Alasan Soeharto tak layak dapat gelar pahlawan, referensi dari buku Mereka Hilang Tak Kembali. MOJOK.CO

Buku “Mereka Hilang Tak Kembali”, Menyegarkan Ingatan bahwa Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan tapi Justru Diadili

1 November 2025
Program Pasang CCTV Untuk Cegah KDRT Itu Ngawur, Tak Sentuh Inti Persoalan.MOJOK.CO

Program Pasang CCTV Untuk Cegah KDRT Itu Ngawur, Tak Sentuh Inti Persoalan

5 November 2024
KDRT di aceh.MOJOK.CO

Beratnya Perempuan Muda Aceh Jadi Saksi KDRT di Rumahnya Sendiri

20 Agustus 2024
kasus kdrt mojok.co

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.