Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

Ellen Kristi oleh Ellen Kristi
21 Januari 2026
A A
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO

Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Orang dengan pola pikir kriminal bisa terlihat baik-baik saja

Thinking errors ini bisa muncul di segala golongan: kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, religius maupun sekuler. Orang dengan pola pikir kriminal bisa terlihat baik-baik saja di permukaan. Namun, di benaknya mengalir ide-ide antisosial serta hasrat untuk memanipulasi, mengeksploitasi, dan mengontrol orang lain demi kepuasan pribadi.

Dan karena akalnya bekerja, criminal mind mampu merencanakan aksinya agar tidak ketahuan. Tak heran, banyak yang bertahun-tahun lolos dari sanksi sosial atau hukum, bahkan sempat dijadikan figur panutan masyarakat.

Iklan

Thinking Errors dalam pola pikir kriminal

Dalam tiga jilid buku The Criminal Personality, Yochelson & Samenow menguraikan 52 thinking errors yang konsisten muncul di benak para kriminal. Di sini saya sederhanakan menjadi tujuh.

#1 Good Person Self-Image

Si criminal mind betul-betul percaya dirinya orang baik. Dia selalu mencatat kebaikannya. “Aku ini penyayang hewan.” “Aku tekun beragama.” “Aku berbakti pada orang tua.” Semua ini menguatkan citra diri internalnya sebagai orang baik.

#2 Moral Licensing

Karena merasa telah melakukan banyak “kebaikan”, criminal mind merasa berhak melakukan pelanggaran. Perbuatan baik menjadi lisensi untuk berbuat jahat. Baginya, kebaikan-kebaikan kecil bisa membasuh kejahatannya.

#3 Fragmented Morality (Compartmentalization)

Dunia batin criminal mind seperti lemari dengan banyak laci yang terpisah. Moralitas dan kejahatan bisa ko-eksis di lacinya masing-masing. Itu sebabnya dia bisa rajin berdoa atau membaca kitab suci, sekaligus sangat keji pada korbannya. Baginya, itu tidak kontradiktif. Dia bisa tetap tidur nyenyak setelah berbuat jahat. Tidak ada konflik batin, karena ia mampu memutus diri (cutoff) dari empati dan hati nurani.

#4 Grandiose Self-Concept

Criminal mind menganggap dirinya unik, superior, nomor satu. Dari sini muncul keyakinan, dia berhak mengontrol orang lain. Ibarat catur, orang lain harusnya mau jadi bidak sebab dia lebih tahu, lebih pintar, lebih berpengalaman. Yang tidak mau menuruti dianggap membangkang, sok, atau kurang ajar.

#5 Rules Are for the Weak

Sebagai orang istimewa, criminal mind menganggap dirinya tidak perlu ikut aturan seperti orang biasa. Baginya, orang yang taat aturan itu bodoh, lemah, kuno, atau penakut. Aturan diikuti hanya jika menguntungkan. Jika merugikan, langgar dan siasati saja. Banyak kriminal merupakan pembohong kronis (pathological liar). Berbohong terasa biasa saja, bahkan membanggakan. Ketahuan pun bukan aib, melainkan bahan evaluasi strategi: bagaimana agar lain kali lolos.

Iklan

#6 Victim Stance

Dalam narasi criminal mind, ia tidak pernah melihat dirinya sebagai pelaku. Dialah korban yang disakiti, dikhianati, atau diprovokasi. Penderitaan korban justru terasa pantas dan adil. Korban dianggap cari gara-gara, tidak kooperatif, menggoda, atau minta dikerasi. Bahkan, korbanlah yang seharusnya minta maaf.

#7 Zero State

Yang paling ditakuti criminal mind adalah menjadi “nol”, tidak istimewa, bukan siapa-siapa.
Dia hipersensitif terhadap kritik sekecil apa pun. Kritik dipersepsikan sebagai serangan yang bisa memicunya meledak agresif. Mengaku salah berarti seluruh jati diri sebagai orang hebat akan runtuh. Jika bukti terlalu kuat, ia akan membela diri dengan berkilah khilaf, atau melemparkan kesalahan ke lingkungan maupun korban.

Agar tidak lahir ‘iblis-iblis’ baru seperti Bobby dan korban seperti Aurelie Moeremans

Pola pikir kriminal memang sulit dipahami oleh logika orang nonkriminal. Para kriminal hidup dalam gelembung realitas sendiri. Bagi mereka, thinking errors itulah kebenaran. Orang lainlah yang keliru.

Meyakinkan mereka “kamu salah” sering kali sia-sia. Untuk publik, lebih strategis mengarahkan energi untuk mendukung para korban, seperti Aurelie Mooremans, agar bisa memutus jerat manipulasi dan eksploitasi, serta merebut kembali kendali hidup mereka.

PR lain yang tak kalah penting adalah mendeteksi thinking errors pada anak. Menurut Yochelson & Samenow, tanda-tanda pola pikir antisosial dapat muncul bahkan sejak masa prasekolah dan perlu sedini mungkin dikoreksi.

Rumah dan sekolah menjadi garda terdepan, agar kita berhenti melahirkan “iblis-iblis” baru, yang sebetulnya manusia-manusia biasa seperti kita tapi punya cara pikir antisosial yang terbentuk, diperkuat, dan dibiarkan menetap sejak dini.

Penulis: Ellen Kristi
Editor : Agung Purwandono

BACA JUGA Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Mulai dari Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Senioritas, Kekerasan, Hingga Senior Memaksa Junior Jadi Kriminal dan catatan menyedihkan lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2026 oleh

Tags: Aurelie MooremansBobbyBroken StringsBuku Broken StringsIblisKriminalpilihan redaksi
Ellen Kristi

Ellen Kristi

Ellen Kristi adalah konselor berlatar belakang ilmu hukum dan filsafat. Ia menulis isu pengasuhan, relasi keluarga, serta pembentukan kebiasaan dan karakter dengan pendekatan teoretis yang diuraikan sehingga mudah dicerna orang awam.

Artikel Terkait

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO
Esai

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.