Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Perjuangan Mahasiswa untuk Prihatin dan Berhemat demi Bertahan Hidup Kuliah di UNNES dengan Beasiswa KIP Kuliah

Ummi Khabibah oleh Ummi Khabibah
18 Januari 2024
A A
Beratnya Mengandalkan KIP Kuliah Hanya demi Kuliah di UNNES MOJOK.CO

Ilustrasi Beratnya Mengandalkan KIP Kuliah Hanya demi Kuliah di UNNES. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bantuan KIP Kuliah sebesar Rp950 ribu per bulan untuk bertahan hidup kuliah di UNNES. Maka, isinya adalah perjuangan untuk prihatin dan berhemat.

Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa KIP Kuliah bagi mahasiswanya. Nah, KIP Kuliah sendiri adalah bantuan biaya hidup dan pendidikan dari pemerintah. 

Beasiswa ini menyasar kepada lulusan SMA sederajat, yang punya potensi akademik baik. Mereka yang menjadi sasaran adalah yang mempunyai keterbatasan ekonomi atau dari keluarga kurang mampu. Oleh sebab itu, KIP Kuliah melarang mahasiswa yang berasal dari kalangan ekonomi atas atau yang sekiranya masih mampu untuk mendaftar. 

Sistem bantuan belajar KIP Kuliah sendiri terdiri dari 2 skema, yaitu Skema 1 dan Skema 2. Pada Skema 1, mahasiswa akan mendapat bantuan biaya pendidikan. Pemerintah membayarkan langsung biaya tersebut ke perguruan tinggi atau biasa disebut UKT. Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan biaya hidup, yang besarannya dibagi menjadi 5 klaster berdasarkan besaran biaya hidup tiap kota/kabupaten universitas. Sementara itu, pada Skema 2, mahasiswa hanya mendapat bantuan biaya pendidikan saja.

Saya sendiri, alhamdulillah, mendapat Skema 1 dengan biaya hidup sebesar Rp950.000 tiap bulan. Jadi, pembahasan ini lebih relevan dengan teman-teman yang dapat KIP Kuliah Skema 1. Untuk teman-teman yang mendapat KIP Kuliah Skema 2 kemungkinan tidak akan sependapat.

Apakah KIP Kuliah cukup untuk “modal” kuliah di UNNES? 

Sebagai penerima KIP Kuliah, saya cukup sering mendapat pertanyaan dari tetangga seputar kehidupan kuliah. Pertanyaan mereka biasanya seragam. Misalnya, apakah uang bulanan segitu cukup untuk kuliah di UNNES? Kurang nggak? Tombok berapa tiap bulannya? Nyambi apa buat nutupin biaya kuliah di kota besar?

Saya memaklumi pertanyaan di atas. Kenyataannya, saya juga pernah berpikir semacam itu sebelum kuliah di UNNES. Orang pedesaan seperti saya dan tetangga berpikir bahwa Semarang merupakan kota besar. Makanya, biaya hidup pasti tinggi, jauh melebihi biaya hidup di desa kami.

Oleh sebab itu, wajar apabila muncul anggapan bahwa jika hanya mengandalkan KIP Kuliah, pasti tidak akan cukup untuk biaya hidup. Belum lagi ada biaya untuk tugas-tugas kuliah. 

Namun, setelah 5 semester menjadi warga UNNES, sejauh ini saya berani mengatakan bahwa bisa kok kuliah di Semarang hanya bermodalkan KIP Kuliah. Gimana caranya? Izinkan saya menjelaskan. 

Baca halaman selanjutnya: Perjuangan menghemat KIP Kuliah demi bertahan di UNNES.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2024 oleh

Tags: bantuan hidup KIP KuliahbeasiswaBeasiswa KIP Kuliahbeasiswa pemerintahcara mendaftar KIP Kuliahkip kuliahKIP Kuliah untuk siapanominal KIP Kuliahpilihan redaksiSemarangUnnes
Ummi Khabibah

Ummi Khabibah

Orang biasa dengan cita-cita luar biasa.

Artikel Terkait

Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co
Urban

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Edumojok

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.