Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Perjuangan Mahasiswa untuk Prihatin dan Berhemat demi Bertahan Hidup Kuliah di UNNES dengan Beasiswa KIP Kuliah

Ummi Khabibah oleh Ummi Khabibah
18 Januari 2024
A A
Beratnya Mengandalkan KIP Kuliah Hanya demi Kuliah di UNNES MOJOK.CO

Ilustrasi Beratnya Mengandalkan KIP Kuliah Hanya demi Kuliah di UNNES. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#1 Lokasi UNNES itu masih di pedesaan

Saya perlu menjelaskan dulu kepada pembaca yang belum tahu soal UNNES. Jadi, Universitas Negeri Semarang itu terpisah di dua lokasi. Lokasi pertama ada di Kecamatan Gunungpati, biasa disebut Kampus Utama. Sementara itu, lokasi kedua ada di Kecamatan Ngaliyan, khusus untuk program studi PGSD. Nah, yang saya bahas di sini adalah Kampus Utama, karena jurusan saya ada di sana.

Secara administratif, Kampus Utama UNNES dan sekitarnya terletak di Kota Semarang, tepatnya di Kelurahan Banaran, Kelurahan Sekaran, dan Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati. Namun, jika kita meninjaunya dari morfologi fisiknya, wilayah UNNES masih termasuk wilayah pedesaan karena masih banyak terdapat ruang terbuka hijau. 

Suasana pedesaan ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap biaya hidup yang relatif tidak semahal di kota besar. Sebagai buktinya, di UNNES, masih banyak warteg yang menjual nasi, lengkap dengan 2 macam sayur hanya seharga Rp6.000. Untuk lauk saja seharga Rp2.000 per porsi. Jadi, bantuan hidup dari KIP Kuliah bisa dimaksimalkan.

Sementara itu, di wilayah ini juga tidak ada mall besar atau tempat wisata mahal yang berpotensi menggoda mahasiswa. Selain itu, objek wisata seperti Lawang Sewu, Kota Lama, dan Paragon terletak di pusat Kota Semarang. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari Kampus Utama. 

Untuk harga kos di UNNES, bervariasi mulai dari 4 hingga 9 juta rupiah per tahun. Jadi, biaya hidup di sini masih sangat terjangkau untuk mahasiswa.

Saya sendiri tidak memungkinkan jika harus mengeluarkan uang lagi selain dari KIP Kuliah. Makanya, saya kudu berhemat supaya bantuan hidup tersebut bisa cukup. 

Misalnya, untuk makan, saya membawa beras dari rumah. Jadi saya tinggal beli lauk 2 porsi, untuk 2 kali makan. Saya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu di kos, yang biaya sewanya 4,5 juta per tahun untuk 2 orang.

#2 Besaran nominal KIP Kuliah bisa terlihat besar atau kecil tergantung jurusan

Setiap jurusan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ada jurusan yang memiliki mata kuliah praktik, sehingga mengharuskan mahasiswa membeli alat dan bahan. Lalu ada jurusan yang mewajibkan mahasiswa membeli buku-buku perkuliahan. Terakhir, di UNNES, ada jurusan yang mengadakan kuliah lapangan, ada pula yang tidak. 

Saya sendiri kuliah di Jurusan Geografi. Di sana, saya mempunyai tanggungan biaya kuliah selain UKT, yaitu praktikum dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Untuk biaya praktikum ini relatif masih terjangkau karena hanya membutuhkan kertas folio, hvs, dan bolpoin warna untuk menyusun laporan. 

Untuk KKL sendiri dilaksanakan di semester 2 dan 4, dengan tujuan umumnya ke luar Kota Semarang. KKL ini sebenarnya membutuhkan biaya yang cukup banyak, mulai dari Rp700 ribu sampai Rp1,3 juta. Syukur, saya bisa membayar 2 pengeluaran tersebut uang KIP Kuliah yang saya sisakan tiap bulannya. Jadi memang kudu berhemat banget.

Kudu berjuang untuk bisa hemat

Intinya memang begitu, kudu sangat hemat, supaya bisa bertahan hidup di UNNES hanya bermodalkan KIP Kuliah saja. Namun, saya perlu menegaskan bahwa bahwa belum tentu ini berlaku di semua mahasiswa KIP Kuliah. Pada akhirnya balik lagi ke perjuangan masing-masing untuk berhemat. 

Tulisan ini juga saya buat ketika masih sampai semester 5. Sedangkan ketika sudah semester atas atau sudah berurusan dengan skripsi, kemungkinan kebutuhan akan bertambah banyak, misalnya untuk biaya penelitian. Belum lagi kemungkinan terjadinya keterlambatan pencairan biaya hidup. Oleh karena itu, harus pandai-pandai mengatur keuangan dan harus siap jika harus menggunakan uang pribadi dulu.

Penulis: Ummi Khabibah

Editor: Yamadipati Seno

Iklan

BACA JUGA Realitasnya, Beasiswa KIP Bukan untuk Mahasiswa Kurang Mampu, tapi yang Pandai Memanipulasi Data dan kisah menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2024 oleh

Tags: bantuan hidup KIP KuliahbeasiswaBeasiswa KIP Kuliahbeasiswa pemerintahcara mendaftar KIP Kuliahkip kuliahKIP Kuliah untuk siapanominal KIP Kuliahpilihan redaksiSemarangUnnes
Ummi Khabibah

Ummi Khabibah

Orang biasa dengan cita-cita luar biasa.

Artikel Terkait

Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co
Urban

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Edumojok

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.