Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kenapa Pemerintah Suka Sekali Ribet dan Menyusahkan Warga yang Mau Mengurus KTP, padahal Bisa Belajar dari Cara BCA Membantu Nasabahnya yang Kehilangan ATM?

Chinthia Ayu Dayana oleh Chinthia Ayu Dayana
15 Agustus 2025
A A
BCA Lebih Pintar Mengurus Rakyat ketimbang Pemerintah MOJOK.CO

Ilustrasi BCA Lebih Pintar Mengurus Rakyat ketimbang Pemerintah. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nyatanya, BCA lebih pintar mengurus rakyat ketimbang pemerintah Indonesia. Misal, ngurus KTP yang super menyebalkan dan bikin emosi.

Belum lama ini, ATM BCA saya hilang. Sebenarnya, masalah ini bukan jenis perkara yang terlalu besar. Namun, celakanya, saya ini orangnya (mungkin) terlalu berusaha hemat.

Jadi begini. Saking hematnya, saya nggak mau memakai mobile banking. Bukan karena nggak bisa, tapi karena takutnya malah kalap belanja online. Akhir bulan, saldo tinggal gocap, dan ATM BCA saya hilang. Bagaimana dengan dana darurat? Semua tersimpan dengan rapi di rekening… di ATM yang hilang itu.

Posisinya, saya kerja sebagai guru honorer di Bekasi. Kos saya sendiri ada di Jakarta. Sementara itu, KTP saya Kabupaten Bogor. Kok bisa? Ya karena rumah saya memang di Bogor. 

Kenapa saya nggak kerja di Bogor saja? Ya karena lowongan kerja nggak selalu tersedia di alamat asli. Jadi ya begini hidup pekerja lintas domisili. Tinggal di satu kota, kerja di kota lain, dan KTP nun jauh di kabupaten.

Nah, karena nggak ada uang dan bank baru buka Senin, saya kelimpungan mencari solusi. Untungnya, ada CS Digital di dekat kos. 

Saya masuk ke mesin, tempel e-KTP, scan sidik jari, masukin nomor rekening, klik konfirmasi, dan ATM baru keluar dalam waktu kurang dari lima menit. Sederhana, cepat, dan nggak perlu drama.

Lalu saya mikir, kenapa pemerintah selalu ribet dan nggak belajar dari BCA?

Sampai hari ini, saya belum mencetak e-KTP baru setelah menikah. Jadi, status saya ya masih tertera “belum kawin”. Sudah banyak yang menyarankan saya segera mengubah KTP. 

Sebetulnya, langkah-langkah membuat KTP itu nggak ribet. Tapi, saya harus melewati proses yang bisa bikin makan hati.

Pertama, mengambil nomor antrean di Dukcapil. Lucunya, kadang kuota sudah habis semenjak subuh. Kedua, memasukkan semua data di sebuah website. Konyolnya, saya harus menunggu verifikasi yang hanya bisa dilakukan di hari dan jam kerja. Ketiga, saya tetap harus mengambil cuti.

Saya pernah, kok, mencoba langsung mengurus KTP baru setelah menikah. Sampai di sana, saya mendapat jawaban: “Blankonya abis.” HAHAHA. 

Sebagai guru honorer yang penghasilannya nggak seberapa, saya nggak bisa seenaknya ambil cuti. Jika harus mengambil cuti demi mengurus KTP, saya akan kehilangan uang transport harian. 

Makanya saya mikir, bukankah ngurus dokumen seperti KTP itu seharusnya mudah dan efisien? Kenapa harus seribet ini? Kenapa negara nggak belajar mencontoh BCA dalam melayani nasabah yang kehilangan ATM-nya?

Baca halaman selanjutnya: Kenapa malah BCA yang lebih paham gimana merawat rakyat.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2025 oleh

Tags: bank bcaBCAcara membuat ktpe-ktpktp hilangm-banking bcamengurus ktp
Chinthia Ayu Dayana

Chinthia Ayu Dayana

Dulu anak IPA, mengajar Sosiologi, membelok ke Sastra, berhenti di punk.

Artikel Terkait

BCA Raih Tiga Penghargaan Internasional: Kukuhkan Posisi sebagai Bank Terkuat, Perusahaan Terbaik, dan Paling Dipercaya di Dunia MOJOK.CO
Ekonomi

BCA Raih Tiga Penghargaan Internasional: Kukuhkan Posisi sebagai Bank Terkuat, Perusahaan Terbaik, dan Paling Dipercaya di Dunia

25 Oktober 2025
Pagelaran Sabang Merauke Pukau 28.000 Penonton, Rayakan Kekayaan Budaya Lewat Hanya Indonesia yang Punya MOJOK.CO
Kilas

Pagelaran Sabang Merauke Pukau 28.000 Penonton, Rayakan Kekayaan “Hanya Indonesia yang Punya”

28 Agustus 2025
Rayakan HUT ke-80 RI, BCA Hadirkan Promo Mulai Rp17 Ribu di Puluhan Merchant MOJOK.CO
Kilas

Rayakan HUT ke-80 RI, BCA Hadirkan Promo Mulai Rp17 Ribu di Puluhan Merchant

16 Agustus 2025
bca.MOJOK.CO
Ekonomi

Kolaborasi BCA, Lazismu dan BAZNAS: Bikin Zakat, Infak, Sedekah Makin Mudah, Begini Caranya!

30 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.