Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Alumni 234 Siap Melibas Alumni 212

Khaerudin oleh Khaerudin
27 September 2017
A A
170927 esai alumni 212 vs alumni 234

170927 esai alumni 212 vs alumni 234

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kasus NikahSirri ternyata membuka tabir rahasia baru. Sang pendiri yang biasa dipanggil Arwah ternyata alumni sebuah gerakan misterius. Lebih misterius dari kelompok pemuja kerang ajaib pimpinan SpongeBob SquarePants. Blio adalah alumni Gerakan 234.

Alumni Gerakan 212 harus siap-siap gigit jari. Pasalnya, jebolan Gerakan 234 mulai menunjukan taringnya dan bisa jadi akan menggerus popularitas Alumni 212.

Siapakah Alumni 234? Jangan husnuzon dulu, mereka bukan mantan pengisap salah satu merk rokok.

Mereka adalah para calon kepala daerah dan calon legislatif yang gagal. Selesai penghitungan, perolehan suara mereka di nomor urut 2, 3, dan 4. Oleh karena itu, tepat kiranya jika mereka disebut sebagai alumni Gerakan 234.

Berapa jumlah anggota Gerakan 234?

Mari kita hitung bersama. Menurut data Kemendagri, pada tahun 2016, total kabupaten dan kota seluruh indonesia ada 514. Jika dalam ajang pilkada rata-rata ada 3 paslon atau 6 orang yang gagal jadi kepala daerah, maka jumlah anggota Gerakan 234 dari golongan calon kepala daerah ada 3.084 orang.

Mereka-mereka ini bukan orang sembarangan, lho. Arwah saja, saat nyalon di Pilkada Banyumas, dilaporkan memiliki harta sebesar Rp4,4 miliar.

Anggota berikutnya didapat dari ajang pemilu legislatif. Baik pusat maupun daerah. Dari tambahan anggota ini, jumlah anggota Gerakan 234 pasti 7 juta orang. Ndak boleh lebih ndak boleh kurang. Situ ndak percaya? Silakan hitung sendiri.

Sebagai sesama alumnus, masing-masing mereka tentu saja memiliki kesamaan visi-misi dan cara pandang. Salah satunya yang khas dari mereka adalah berpikir out of the box, atau dalam istilah kaum santri: khowariqul adat.

Ambil contoh Pak Arwah. Kita tidak akan pernah berpikir menjadikan nikah siri sebagai program untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan. Betul, selama ini sudah ada kegiatan nikah siri, tetapi tidak ada yang berani terang-terangan. Apalagi sampai membuat aplikasi segala. Ditambah lelang keperawanan pula.

Wah, sungguh jeli sekali Pak Arwah ini dalam melihat sebuah peluang. Om Bob Sadino saja yang mengajarkan cara bisnis gila tidak pernah berpikir ke arah sana.

Peduli setan istri Pak Arwah yang menyebut blio gila. Yang gila pastilah istrinya, sebab tidak bisa berpikir out of the box.

Tahun 2008, ada juga alumnus Gerakan 234 dari pilkada Ponorogo yang berpikir dan bertindak out of the box. Blio lari dari rumah sakit hanya dengan memakai segitiga pengaman dan beha. FYI, blio ini laki-laki. Kalau bukan hasil pemikiran yang brilian, ide-ide semacam ini ndak bakalan keluar.

Menurut catatan Departemen Kesehatan, pada 2009, ada sekitar 7.736 orang alumni Gerakan 234 dari golongan caleg yang punya pemikiran dan tindakan out of the box. Bayangkan jika tujuh ribuan orang itu, dengan pikiran paling brilian yang mereka miliki, melakukan demo berjilid-jilid dengan angka-angka cantik. Alumni 212 pasti keder dibuatnya.

Iklan

Ingat, setiap satu orang dari Alumni 234 pernah memiliki pemilih pengikut yang jumlahnya juga ribuan.

Namun, ada satu kekurangan dari Gerakan 234: mereka belum memiliki imam besar. Mungkin sudah saatnya mereka memilih secara aklamasi Pak Arwah sebagai imam besar.

Di bawah bimbingan imam besar, jalan samurai Alumni 234 untuk mengambil alih panggung Alumni 212 semakin terbuka di depan mata. Alumni 234 bersatu tak bisa dikalahkan!

Salam 234. Salam libas.

 

Terakhir diperbarui pada 27 September 2017 oleh

Tags: alumni 212Arwah NikahSirriNikahSirriPrabowo Subianto
Khaerudin

Khaerudin

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.