Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pengalaman Menjadi Penumpang Mobil-Mobil Bekas Kaleng Khong Guan

Edi AH Iyubenu oleh Edi AH Iyubenu
26 Desember 2017
A A
Jika Jalan Rusak Memakan Korban, Pemerintah Bisa Dipidana MOJOK.CO

Jika Jalan Rusak Memakan Korban, Pemerintah Bisa Dipidana MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Akuilah, ketika memilih mobil, kualitas keselamatannya bukan bagian dari spesifikasi yang kita pertimbangkan.”

Lima tahun lalu atau lebih, biasa saja buat saya untuk menempuh Jogja-Surabaya dalam kisaran 6 jam atau Jogja-Cirebon hanya 5 jam kurang sedikit. Hari ini, mau pakai All New Accord dan berangkat di malam buta sekalipun, mustahil jarak tersebut ditempuh dalam durasi sependek itu.

Jalanan memang sangat padat, tak peduli hari aktif kerja dan sekolah, kala weekend, apalagi saat long weekend. Piknik menjadi satu tradisi kekinian yang menyebabkan pikiran dan batin nyaris setiap orang merasa terpanggil untuk melakukannya. Seolah bila tidak, ia termasuk golongan manusia tertinggal, dilaknat peradaban, dan hidup memalukan. Walhasil, jalanan jadi riuh.

Sudah pasti sumbangsih mobil-mobil low price menyempurnakan keadaan ruwet tersebut. Saya pernah mendengar langsung cerita seorang kawan yang mengatakan, hanya dengan uang muka lima juta, bekerja sama dengan sebuah perusahaan online, ia bisa mendapatkan sebuah unit mobil low price baru. Sungguh sebuah terobosan hidup yang menggairahkan; yaaa, hidup berlumur riba dan jadi perahan kapitalisme. Ambillah skema kepemilikan mobil tersebut, niscaya sampai kisut, jelek, kumal, dan bau pecel, Anda akan berjubel di keriuhan sesak jalanan demi mengejar angsuran.

Atas nama kelelahan yang gampang menyambang, belakangan ini saya memilih naik kereta atau pesawat saja bila bepergian ke luar kota. Enak, nyaman, praktis, singkat, dan bisa tidur berkepanjangan di perjalanan.

Memang, ini bukannya tanpa kelemahan. Setiba di kota tujuan, saya harus menjadi penumpang mobil sewaan atau jemputan atau pinjaman. Sebagai penumpang yang baik, tak eloklah menuntut jenis mobil begitu atau begitu. Mobil apa saja jadi deh.

Pengalaman menumpang pelbagai jenis mobil itu mengantarkan saya untuk menuai pelbagai kesan yang majemuk.

Avanza, misal. Inilah jenis mobil yang paling sering dapatkan. Simpel, cukupan, dan ya… nyaman—nyamannya Avanza tentu saja. Mobil ini tergolong ke dalam kelas mobil yang pas. Tepatnya lagi, pas-pasan. Dibawa ngebut bisa dan pas(ti) anjrut-anjrutan bila melindas jalan gundukan apalagi berlubang.

Situasinya akan makin menyulitkan tidur bila dapat sopir yang tahunya hanya ngebut dan ngerem. Bejek gas begitu saja, injak rem begitu saja. Tambahkan satu kondisi lagi: cara melepas kopling yang tak fasih. Sempurnalah Avanza memberikan pengalaman berkendara yang turun-turun dari kabin mendorong kepala untuk dikepak-kepakkan ke kanan kiri sejenak.

Tetapi, ada lho ternyata jenis mobil yang lebih menakjubkan kesannya dibanding Avanza, yakni Grand Max.

Yaaa! Mobil yang bentuknya paling menyerupai kaleng bekas Khong Guan ini memiliki kemampuan yang tak kalah ciamiknya dibanding Avanza dalam hal ngebut. Jika pas dikemudikan oleh orang yang tahunya hanya cepat sampai, rasanya jeratan seat belt standar perlu ditambah tali rafia atau karet gelang yang dianyam panjang untuk menguatkan ikatan tubuh di jok. Dijamin, tak sekadar anrut-anjrutan, tapi maqam-nya sudah jauh di atas lagi: lompat-lompatan di dalam kabin. Begitu sampai di tujuan, bukan hanya kepala yang terpanggil untuk dikepak-kepakkan ke kanan kiri, tapi juga ransel. Ransel pun mengeluh puyeng!

Lalu kaum Agya. Mobil imut ini memiliki kemampuan melaju yang tak kalah ciamiknya dibanding Avanza. Bahkan plus lagi, yakni kemampuan bermanuver yang luar biasa. Maklum, mobil berbodi kecil. Di tangan pengemudi yang tahunya hanya banter, anugerah dua kemampuan itu menjanjikan pengalaman berkendara yang sulit Anda lupakan sampai kapan pun.

Maka, jika tiba di suatu tempat lalu saya mencari mobil sewa, semenjak memiliki pengalaman tersebut, saya menyempatkan diri bertanya, “Mobilnya apa, Pak/Bu?” Jika jawabannya adalah kaum Agya, saya memaksakan lidah untuk menambahkan kalimat, “Adakah mobil lainnya?”

Avanza memang bukanlah pilihan pertama jika memungkinkan bagi saya untuk mengajukan pilihan, tapi bukanlah yang terakhir. Pilihan pertama jelas Innova. Di mana pun, buat saya Innova masihlah idola. Tentunya tak usahlah dibandingkan dengan pilihan musykil dapat mobil sewa macam CR-V atau Accord. Lupakan itu. Innova adalah pilihan terbaik yang masih mungkin didapatkan, meski tergolong langka pula.

Iklan

Saya acap merenung begini jika tengah ngendon di dalam kabin mobil yang saya tumpangi: kemajuan teknologi mobil hari ini dan sesaknya jalanan di semua wilayah semakin menipiskan jarak tempuh berbagai jenis mobil. Mau menumpang Innova, Avanza, Grand Max, atau Agya, durasi tempuhnya akan sama belaka. Sebab, semua mobil itu, walau kastanya sangat berbeda, telah dijejali mesin yang memiliki kemampuan lari relatif sama. Seimut-imutnya kaum Agya, ia takkan menyerah sedikit pun untuk memburu lesatan Avanza di keriuhan suatu kota. Ia sama saja dengan jenis lainnya: sama-sama menjanjikan kecepatan!

Namun, tentu saja perihal kenyamanan penumpang yang jelas berkaitan dengan part-part suatu mobil tak pernah bisa didustai. Mulai bobot mobil, sasis, hingga suspensi. Belum lagi fitur-fitur pelengkap lainnya, macam jenis jok dan luas kabin.

Pabrikan-pabrikan hari ini tampaknya sangat fokus untuk berlomba-lomba menghadiahkan pengalaman berkendara serbakilat. Bukan kenyamanan apalagi keamanan. Mesin-mesin responsif terkini disematkan kepada semua jenis kasta mobil tanpa pilih kasih. Pokoknya, semua harus bisa lari cepat!

Kenyamanan dan keamanan yang tak dijamin oleh pendukung yang responsif, yang pada pokoknya ada pada bobot bodi, tebal pelat, sasis, suspensi, dan sistem pengereman. Fitur-fitur penopang lain juga dinomorsekiankan. Pabrikan-pabrikan tampaknya menganut satu slogan kolektif kini: cepat, cepat, cepat. Soal nyaman itu relatif, bisa diperdebatkan tujuh hari tujuh malam tanpa makan dan minum. Soal selamat, tawakallah pada Tuhan Yang Maha Esa.

Suatu hari, saya menyaksikan rombongan turis yang terkeler-keler di tepi jalan lantaran mobil Grand Max yang mereka carter mengalami kecelakaan. Itu bukanlah kecelakaan yang sangat hebat. Tapi, tampang mobil kaleng Khong Guan itu sedemikian remuknya. Anda bisa membayangkan kerupuk yang diremas sebagian sisinya, nah, begitulah wujud mobil itu.

Mau apa lagi? Namanya juga penumpang, penyewa, ya sudah, tawakal menjadi pilihan tatkala harus ngendon di dalam kabin mobil-mobil rempeyek begituan. Alhamdulillah, sampai sekarang saya baik-baik saja. Kiranya, fakta ini pulalah yang mendorong kita—pabrikan, pemilik, dan penyewa—tak pernah mempersoalkan status “setengah hidup, setengah modar” saat sedang duduk di dalam kabin mobil-mobil bekas kaleng Khong Guan itu.

Hidup dan matiku di tangan Allah, ini prinsip kita semua, bukan?

Terakhir diperbarui pada 16 November 2020 oleh

Tags: avanzakaleng khong guankeselamatanmobil low pricemobil murah
Edi AH Iyubenu

Edi AH Iyubenu

Yang punya Kafe Basabasi.

Artikel Terkait

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO
Otomojok

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Toyota Avanza Jawaban Nafsu ASN yang Gadai SK demi Beli Mobil MOJOK.CO
Otomojok

Toyota Avanza 2011, Mobil Bekas Terbaik untuk ASN yang Nafsu Menggadai SK Demi Membeli Mobil Setelah Resmi Menjadi Abdi Negara

11 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.