Kalau Ente termasuk orang yang memiliki enam jari tangan—lantaran ketambahan satu lagi berupa gajet, dan saking nggak bisanya hidup tanpa gajet kecuali saat cebok—pasti nggak asing dengan tren terbaru di kalangan generasi muslim kita: haram-mengharamkan, sesat-menyesatkan, hingga kafir-mengkafirkan. Mulai urusan yang-yangan alias pacaran, tahun baru, valentine, ulang tahun, selfie, parfum, hingga natalan.

Puncak despotisme wacana ini terwakili oleh pekikan: bid’ah, liberal, sesat, kafir, dan ahlu-n-naar. Inilah gaya beragama generasi muslim internet; alumni dari pesantren akun-akun, dari akun yang beneran riil orangnya, sampai yang sekadar diadmini oleh orang-orang yang nyaplok label keislaman, seperti SabdaRasul, TeladanRasul, atau Qur’anHadits. Kelak, bila followernya banyak, bikinlah buku, niscaya bestseller.

Coba tanya ke seseorang yang nulis status haram hukumnya bagi muslimah memakai parfum: “Itu kata siapa, ya?” Niscaya ia akan menjawab: “Kata akun SabdaRasul.” Lalu tanyakan lagi, “Emangnya itu siapa?” “Nggak tau Ane. Ya anonimlah.” “Ooo, berarti alumnus Pesantren Anonim? Baiklah…” Sanad ilmu! Ini dia biang kerok penyebab generasi serba-haram ini menelan serbuan pandangan, label-melabeli, pengkotakan hingga pesudo-fatwa, dengan hanya berdasarkan celoteh sebuah akun—yang tentu saja tidak tuntas dan detail dalam menjelaskan.

Ya, memang sih, tidak semua anak muda masa kini bertahun-tahun ngendon di pesantren beneran. Sebagian besar mencukupkan diri dengan nyantri pada akun-akun itu, pada Mbah Google, lalu merasa diri sudah punya bekal memadai untuk berdakwah ke mana-mana, seolah-olah sudah paling sip keislamannya lantas mengkafir-kafirkan yang berbeda. Baiklah, buat yang belum sempat nyantri atau kuliah Islamic Studies secara intensif, Antum cuma butuh sedikit kebijaksanaan ini saja agar tidak menjadi bagian dari generasi serba-sesat yang memualkan itu:

Bedakan Islam dengan Pandangan Orang Islam

Syariat itu teks Al-Quran dan Hadits. Sementara fiqh, sebagai panduan praktis pelaksanaan keduanya, adalah pandangan para ulama, kiai, akademisi, atau siapa pun tentangnya. Pandangan seseorang bahwa parfum itu haram, misalnya, tidak perlu diyakini sebagai “kebenaran syariat” itu sendiri. Tetapi letakkan ia secara proporsional sebagai pandangan “orang Islam” tentang hukum parfum. Karena ia sekadar pandangan, boleh diamini boleh tidak. Kayak Ente boleh setuju atau mecucu sama saya. Sah-sah saja. Lha wong mazhab besar aja ada empat itu, lho. Kitabnya tebal-tebal kayak bantal, dari zaman dulu hurufnya gundul semua pula.

Kalau beneran mau belajar, mulai dari itu. Gali sampai ke akar-akarnya. Susah? Ya memang susah, makanya jangan mudah mengkafirkan. Kok ya Ente malah fanatik buta sama kultwit Felix Siauw, atau postingan tak berkonteks ala Arrahmah-Online? Logis dikitlah, Bro. Muhammad Abduh, tokoh pembaharu Islam dari Mesir, pernah berkata: “Islam itu satu hal dan orang Islam itu hal lain.”  Kalau kata Nurcholis Madjid: “Agama itu jangan disamakan dengan pandangan orang terhadap agama.

Cari perbandingan pendapat  

Kalau Ente gak mampu belajar langsung dari kitab yang tulisannya Arab gundul itu, cobalah sedikit berusaha dengan mencari perbandingan pendapat. Follow sebanyak mungkin akun yang direkomendasikan orang, dengan harapan Ente akan mendapatkan informasi berimbang tentang hukum dan posisi suatu hal. Nah, dari situ Ente baru bisa menilai sendiri. Biasanya, level ekstrem pandangan seseorang selalu berbanding lurus dengan level kedunguannya. Semakin esktrem, semakin dangkal pengetahuannya. Kalau dia tahunya hijab syar’i itu modelnya kayak daster Arab saja, dia pasti akan bersikap esktrem melihat muslimah lain yang memakai hijab tidak sama dengannya. Kemudian dengan gampang dia mengkafirkan, padahal itu hanya pandangan sepihak belaka.

Berlakulah adil pada dalil

Di zaman Rasul, memang ndak ada valentine. Wajar ndak ada hadits tentangnya. Dan sekarang, sambil merem Antum mengharamkan valentine secara mutlak atas dasar hadits “tasyabuh” (menyerupai). “Itu produk Barat, budaya kaum kafir, haram bagi umat Islam meniru orang kafir!” Ndyasmu ambyar, Akhiy! Mbok ya adil sama dalil, seadil-adilnya. Teriak-teriak tasyabuh haram kok di Facebook. Dikira Facebook itu bikinan Syaikh Abdul Zukerberg dari Arab Saudi apa? Ini benar-benar split personality lho: sakit jiwa, ngambil enaknya dan enggan enegnya. Jika meyakini konteks tasyabuh sesempit itu hukumnya, matiin dong semua akun Ente. Jangan berperilaku kayak jomblo putus asa yang lari ke bemper pemaknaan dalil dangkal dengan nulis status: yang-yangan itu haram mutlak tanpa pengecualian! Eh, tapi tiap malam malah ngepoin foto-foto Duo Srigala sambil berharap kelak dapat pasangan kayak mereka. Dua sekaligus!

Pahami konteks

Pahami selalu bahwa semua penafsir yang bertampang seperti Felix Siauw, atau Iqbal Daryono sekalipun, tidak sepi dari kepentingan. Nggak ada satu penafsir pun yang steril dari background; dari latar ilmu, kultur, hingga kepentingan—baik yang ideologis maupun bisnis.

Mau sampai Ente yakin jodoh Ente sudah keburu wafat dalam kandungan ibunya—sebab tak kunjung hadir, Mas Felix tetap akan ngomong bahwa khilafah Islamiyah (Negara Islam) itu wajib hukumnya. Mau disodorin bukti historis Piagam Madinah pasal 25-35 yang jelas-jelas Nabi Muhammad melindungi kaum Yahudi di Madinah, ya tetap akan ditolaknya. Mau diberitahu bahwa kitab klasik al-Ahkam al-Sulthaniyyah karangan Abu Hasan Ali al-Mawardi itu pesanan politis Khalifah Al-Qadir Billah untuk meredam kelompok Buwayhid yang merongrong imperium Abbasiyah, plus bantahan Imam al-Juwayni—guru Imam Ghazali yang bergelar Imam Haramain—ya Mas Felix tetap akan teriak-teriak khilafah. Diajak diskusi kitab al-Siyasah al-Syar’iyyah Ibnu Taimiyah yang tidak mewajibkan khilafah legal-formal, juga, tetap saja beliaunya akan keukueh.

Di situ kadang saya merasa wakwaw. Ya, harap maklum. Mas Felix kan kader populer Hizbut Tahrir Indonesia, yang we-know-lah-nggih-cen-ngoten. Lantaran aslinya ini hanya wacana alias pandangan menurut A atau B tentang sebuah syariat, yang jelas-jelas ndak ada yang tahu yang manakah yang disetujui Gusti Allah, mbok ya kalem saja to. Ndak usah garang begitu, ngafir-ngafirin orang yang ndak sama denganmu secara fiqh atau bahkan agama.

Jangan sampailah Ente jadi orang yang mati-matian berteriak isi kaleng berlabel onta itu pasti halal, padahal isinya ternyata minyak babi. Teliti dulu semua kulit dan isi, baru deh ambil yang cocok bin kontekstual di sini. Kan kasihan Ente juga, yang dibela apa—cuma kata satu akun yang nggak jelas sanad ilmunya—tapi gaya militan Ente udah kayak prajurit ISIS yang kabarnya dijanjiin surga beserta 70 bidadarinya. Monggo, sana berangkat ke Suriah kalau Ente yakin itu jalan jihad menuju surgaNya. Sak karepmu, wis, di sana. Tapi tolong, jangan pernah kembali lagi ke sini, sebab di sini ndak sama dengan di sana.

  • Anang Saparin

    gendheng (y) ..hahaha

    • Uday Abdurrahman

      Jiahaha…..rupanya boss edi sudah balik ke nama lamanya…nama yg dulu aku tanyakan asalnya saat di kost deket rel. Really miss you bro…. 🙁

  • Tabula Rasa

    ini edi akholes yang punya diva press? Edi mulyono? apa edi yg lain. mukanya sama.

  • yulia

    Busyet!! Keren dah pencerahannya! Btw, masih jomblo kagak? Hikss..

  • Gifari RR

    Syaikh Abdul Zukerberg hahahahaha

  • Seneng sama tulisan-tulisan di mojok.co , selain sepaham kok iso ngene kabeh yo nulise. Opo enek pelatihane 😀 wkwkwk

  • saya ingin ikut berkomentar
    yang saya tangkap dari artikel ini adalah pesan yg disampaikan penulis untuk bilang ke ustadz Felix bahwa beliau salah dalam menanggapi hari valentine

    saya bukan anak HTI, saya juga bukan pembela Ustad Felix. namun ini pandangan saya

    1. Felix Shiaw mempunya mazhabnya sendiri, dan beliau memberikan dalilnya serta tafsir atas dalil tsb untuk memberi hujjah bahwasanya hari valentine adalah salahsatu bentuk tasyabuh bi kuffar. mengikuti prilaku orang2 kafir dalam masalah ibadah. ini karena hari valentine sidebutkan dalam sejarah sebagai hari memperingati kematian seorang pastur.

    Bagi saya, komentar anda tentang hal ini sangat besar tujuannya untuk menjatuhkan mazhab yg dipegang ustad felix

    anda bilang harus menghargai, mencari tahu, mengumpulkan semua pendapat mazhab, namun anda tidak menerima pendapatnya mazhabnya Felix

    Ustad felix dengan ilmunya memberikan hujjah menggunakan dalil yg jelas lagi shahih tentang hal ini, namun anda bilang tanpa dasar. lalu mana dalil anda?

    2. Hari valentin dengan facebook jauh berbeda
    Rosulullah melarang kita mengikuti acara2 yg dilakukan oleh orang2 kafir, seperti acara kematian mereka, acara kumpul2 ibadah, dan sejenisnya. Namun Rosulullah tidak melarang umat muslim untuk bergaul dalam masalah dunia, baik itu berdagang (jual beli), tolong menolong dalam masalah dunia, belajar bersama, memakai produk orang kafir untuk masalah dunia, seperti senjata perang, alat masak dan lain sebagainya

    jadi bagi saya, Anda belum mengerti makna Tasyabuh bi Kuffar. sehingga saya berfikir bahwa anda belum pernah membaca kitabnya para ulama 4 mazhab tentang masalah ini.

    3. fqh itu gak semuanya omongan ulama mazhab, fiqh itu lebih banyak perkataannya Rosulullah dari Al Quran dan hadits itu sendiri.
    ketika sesuatu tentang agama itu tidak ada di jaman beliau, maka ada ulama yang berhujjah. inilah yg disebut pendapat ulama

    nah,pendapat ulama ini juga harus pake dalil. gak asal berkata saja tanpa dasar seperti artikel ini yg tidak memebrikan dalil satupun

    padahal dengan dalil, artikel anda lebih ilmiah. bukan hanya opini belaka

    4. Hari valentin ini bukan hanya masalah fiqih, namun juga aqidah. selain itu, valentin jama sekarang ini sudah masuk keranah yang sangat parah, mulai dari zina, khalwat, miras, narkoba, dll

    saya rasa, tanpa Felix Shiaw berkata ini haram. ibu anda dirumah sudah mengharamkannya lebih dahulu.

    semoga antum mengerti

    • ini baru komen berkualitas.. kualitasnya melebihi isi artikel 😀

      • chaosmyth

        ah gak juga, bagusan artikelnya

      • Prasetyo Samandiman

        Kualitas juga banyak preferensinya, gaya bahasa sentilan artikelnya mancappp. Yah kalau masalah komen mah bagimu bagusmu, bagiku bagusku.

    • Luna

      Saya rasa penulis tidak bermaksud mengatakan bahwa valentine itu diperbolehkan. Yang dimaksud adalah cari hadits-nya dengan benar, tidak hanya membeo dan secara buta mengikuti pandangan seorang ustadz hanya karena ustadz tersebut beken via medsos. Apalagi sampai mengatakan seseorang kafir. Ingat, menyebut seseorang sebagai kafir padahal orang tersebut tidak kafir itu sama saja dengan mengkafirkan diri sendiri. Lihat konteksnya, Mas. Itu hanya contoh. Sedih saya melihat banyak anak-anak muda yang sebetulnya berniat baik dengan berusaha mengikuti ajaran Islam dengan benar tetapi malah mengkafir-kafirkan orang.

      • Anda tidak membaca komen saya sepenuhnya

        Sudah saya katakan, mazhab yg dipegang ustad Felix menggunakan dalil Tasyabuh
        itu sudah mencukupi untuk mengatakan bahwa valentin hukumnya haram

        sedangkan masalah kafir itu bukan ustad felix yg berkata. yag berkata itu DALIL
        ingat DALIL

        Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Ahmad -Sahih)

        Ini dalil yg mengkafirkan. bukan mas felix. silahkan dipelajari lagi

        —————-

        Satu lagi, mengikuti pandangan seseorang saja (taqlid) itu diperbolehkan jikalau orang tersebut tidak mempunyai ilmu

        misalnya, ibu saya ilmu agamanya kurang. lalu beliau mengikuti ajarannya ustad tertentu dipengajian. itu diperbolehkan

        Lah wong orang2 NU saja ilmu fiqihnya hanya menggunakan ilmu mazhab Syafii. sedangkan imam lainnya tidak
        NU itu hanya mengikuti padangannya seorang ustad, yaitu Imam Syafii.

        • Ashif Iku Bocah Ndeso

          NU itu hanya mengikuti padangannya seorang ustad, yaitu Imam Syafii…??

          Belajar lagi mas bro..yakin sudah membuka, membaca, dan memahami semua “kitab-kitab” NU..??
          Buka semua literatur tentang NU, siapa saja yang menjadi rujukan istinbath (pengambilan hukum syari’at) oleh kalangan NU.
          Disitu anda akan menemukan, karena ternyata amat sangat banyak sekali “ustad” selain Imam Syafi’i yang dijadikan panutan.
          🙂

          • saya bilang, NU itu fiqhnya dari mazhab Syafii saja
            silahkan saja liat silsilah/ ekosistemnya di markas NU. terpampang jelas di Foto yang Mereka pajang klo ilmu mereka turun bercabang dari Imam Syafii, setelah itu ke murid2nya
            ingat, ini fiqih ya

          • Grey

            Oh, jadi anda hanya bertumpu pada “silsilah/ekosistem di markas NU” untuk sampai pada kesimpulan tersebut diatas?

          • Imam Malik

            terpampangnya disebelah mana mas? serius nih pingin tahu

          • Heuheu…. 4 bintang bagian bawah logo NU itu bermakna Imam 4 Mazhab lho mas. Mazhab Fiqhnya memang Imam Syafi’i, tapi tidak menolak Mazhab lain. Kalau tau NU cuman dari “foto” mending mingkem aje. ye.

          • Wawasan mas Ryadhi ini memperihatinkan. Belajar dl yg luas Mas, kalau memang berniat mau mereguk khazanah keilmuan Islam; kalau memang mau membuka kemahaluasan ilmu agama. Kalau cuma cukup dengan satu “corong”, iya sudah. Nikmati kesempitan dan penyempitan di sana. Saya mengenal lebih dari 4 mazhab fiqh sejak di bangku MTs, dan orang-orang NU yang mengajarkan demikian. Ini apa artinya? Kita dibukakan fakta risalah keluasan pemahaman tentang Islam.

        • Yudha Kuntoaji

          “Lah wong orang2 NU saja ilmu fiqihnya hanya menggunakan ilmu mazhab Syafii. sedangkan imam lainnya tidak”

          dari pernyataan sampeyan kok malah mengarah ke judging ya mas?
          kalau itu benar ndak apa2, lha kalau ternyata salah kan malah jadi fitnah 🙂

          damai

          • Sejuk Menusuk

            adalah salah besar yang mengatakan NU sebagai jamiyyah hanya merekomendasi satu madzhab (yaitu syafi’i). Di ma’had NU sudah sejak tsanawiyyah (sedrajat dengan SMP) telah dipelajari bidayatul mujtahid Ibn rusdi (ave russe), kitab fiqih muqoronah madzhab (bukan hanya sekedar dari ulama’ madzhab empat, bahkan ada qoul-qoul dari madzhab andalusia seperti ibn hazm, daud adz dzohiri, dan madzhab ahli hadits imam al auza’i, Barulah setelah aliyyah (sedrajat dengan SMA) mereka mempelajari lebih mendalam, namun hanya obyeknya sebatas madzhab empat dengan marojnya fiqh ‘ala madzahibil arba’ah.

            muqoronut madzhab yang mereka pelajari bukan hanya terbatas pada fiqh (sebagai produk istimbatul hukm), tapi juga pada bidang ushulul fiqh (proses bagai mana suatu produk hukum dihasilkan).

            hal ini dapat dibuktikan dari bachsul masail diniyyah NU dari mulai tingkat pesantren, ranting, cabang, wilayah, maupun pusat, rujukan mereka sangat fariative dari berbagai madzhab, bahkan sekarang ini dari kalangan muda NU rujukannya lebih luas sampai pada madzhabnya imam at tufi (yang disinyalir madzhab libral), dan madzhab ja’fari dan zaidi (imamnya kalangan sya’ah) Tentu saja semua itu tergantung dari SDM peserrta mahsul masail, dan tiap daerah memiliki SDM yang berbeda.

            *** ini adalah saya alami sendiri ***

        • sugeng supriyanto

          Satu lagi, mengikuti pandangan seseorang saja (taqlid) itu diperbolehkan jikalau orang tersebut tidak mempunyai ilmu

          misalnya, ibu saya ilmu agamanya kurang. lalu beliau mengikuti ajarannya ustad tertentu dipengajian. itu diperbolehkan

          Lah wong orang2 NU saja ilmu fiqihnya hanya menggunakan ilmu mazhab Syafii. sedangkan imam lainnya tidak
          NU itu hanya mengikuti padangannya seorang ustad, yaitu Imam Syafii.

          //ukuran dari tidak memiliki ilmu itu yang kayak gimana ya?
          kalau itu untuk urusan ilmu yang itu ilmu betulan,bukan urusan masalah yang hubungannya dengan tuhan atau sifatnya metafisik,tiap orang sebenarnya berhak untuk bikin ijtihad pribadi.

          masalahe kalau ijtihad pribadi itu biasanya menyertakan argumen dari orang lain,kayak imam mazhab.sama kayak tasyabuhnya si felix.
          padahal yang bikin mazhab kalau mengerti sejarahnya valentine dan disejajarkan dengan fenomena valentine yang betulan sekarang belum tentu teriak haram.

          dan kalaupun bilang haram,belum tentu cara bilang haramnya dan posisi bilang haramnya sama seperti si felix//

    • onta arab

      bukan HTI kan? kalo gitu alumni pesantren akun mana? ^_^

      • Guest

        hahaha banyak yg panas neh,,, konsekuensi

    • Ridho Alief

      ibadah hari valentine itu ibadah apa? wong hari valentine itu cuma akal2an pabrik coklat kok biar bakulannya laku :v

    • Sendy Aditya Suryana

      kalau promo kondom pas valentine saya pernah lihat di beberapa berita, tapi kalau promo topi miring dkk rasanya belum pernah lihat pas valentine..

      terus, pas valentine ada promo cimeng gak sih.?

      eh, maaf.

    • sugeng supriyanto

      3. fqh itu gak semuanya omongan ulama mazhab, fiqh itu lebih banyak
      perkataannya Rosulullah dari Al Quran dan hadits itu sendiri.
      ketika sesuatu tentang agama itu tidak ada di jaman beliau, maka ada ulama yang berhujjah. inilah yg disebut pendapat ulama

      nah,pendapat
      ulama ini juga harus pake dalil. gak asal berkata saja tanpa dasar
      seperti artikel ini yg tidak memebrikan dalil satupun

      padahal dengan dalil, artikel anda lebih ilmiah. bukan hanya opini belaka

      //Bagaimana berlakunya Al quran dan hadist itu?
      Al Quran kalau mau diterapkan mesti memandang asbabun nudzul kondisi yang membuat ayat itu turun.
      jadi Al quran pun nggak bisa dijadikan kopi paste pembenaran ambisi politik organisasinya si Kwetiau itu

      nah ulama berhujjah…si felix ini dia ulama ya?ukuran seseorang disebut ulama di indonesia itu kayak gimana ya?paling-paling hapalan quran,hadist sama afiliasi organisasi
      nah pada akhirnya ada sebuah loophole sosial dimana ulama itu diproduksi organisasi yang mengatakan mendasarjan diri pada islam, al quran wal hadist

      ini kan namanya akal-akalan

      dalil yang dari ulama manapun,kalau anda mau ilmiah itu mengikuti standar saintifik,itu baru ilmiah!
      kalau cuma kesahihan perawinya darimana doang itu namanya teteop nggak ilmiah

      kebanyakan yang bergelut di bidang ilmah ya para ilmuwan,yang ngakunya ulama atau nyari gelar ulama kebanyakan bisanya cocoklogi//

    • sugeng supriyanto

      1. Felix Shiaw mempunya mazhabnya sendiri, dan beliau memberikan
      dalilnya serta tafsir atas dalil tsb untuk memberi hujjah bahwasanya
      hari valentine adalah salahsatu bentuk tasyabuh bi kuffar. mengikuti
      prilaku orang2 kafir dalam masalah ibadah. ini karena hari valentine
      sidebutkan dalam sejarah sebagai hari memperingati kematian seorang
      pastur.

      Bagi saya, komentar anda tentang hal ini sangat besar tujuannya untuk menjatuhkan mazhab yg dipegang ustad felix

      anda
      bilang harus menghargai, mencari tahu, mengumpulkan semua pendapat
      mazhab, namun anda tidak menerima pendapatnya mazhabnya Felix

      Ustad
      felix dengan ilmunya memberikan hujjah menggunakan dalil yg jelas lagi
      shahih tentang hal ini, namun anda bilang tanpa dasar. lalu mana dalil
      anda?

      //sebenernya tolok ukur seseorag dipanggil ustadz untuk ukurannya si felix ini apa?kalau yang saya lihat sih bagaimana organisasi HTI itu memblow up kemualafannya sisanya dia cuma nyarei ayat al quran, hadist sama fenomena sosial yang bisa dia angkat supaya dia punya posisi moral high horse.

      menjatuhkan mazhab ya?saya tanya pada anda,apakah seseorang itu dituntut loyal pada sebuah mazhab?mazhab itu sudut pandang metodologis dalam praktek ritual dan beberapa posisi keimanan,nah masak mazhab ini dijadikan alat untuk bikin geng sendiri?

      saya yakin 4 imam mazhab pasti sedih kalau pendekatan yang mereka temukan dijadikan alat buat bikin grup.
      kalau anda menyamakan pendapatnya si felix dengan pendapatnya imam mazhab tertentu kira2 imam mazhab yang dulu itu terima nggak kalau mazhab yang beliau temukan dijadikan alat politik sama HTI atau si felix?//

    • sugeng supriyanto

      2. Hari valentin dengan facebook jauh berbeda
      Rosulullah melarang
      kita mengikuti acara2 yg dilakukan oleh orang2 kafir, seperti acara
      kematian mereka, acara kumpul2 ibadah, dan sejenisnya. Namun Rosulullah
      tidak melarang umat muslim untuk bergaul dalam masalah dunia, baik itu
      berdagang (jual beli), tolong menolong dalam masalah dunia, belajar
      bersama, memakai produk orang kafir untuk masalah dunia, seperti senjata
      perang, alat masak dan lain sebagainya

      jadi bagi saya, Anda belum
      mengerti makna Tasyabuh bi Kuffar. sehingga saya berfikir bahwa anda
      belum pernah membaca kitabnya para ulama 4 mazhab tentang masalah ini.

      //bukan belum mengerti,tapi anda maunya standar gaya berpikir anda ingin anda validasi.
      apa facebook itu nggak bisa dijadikan alat untuk bikin acar virtual?
      kongkow2 tanpaketemu muka,jadi facebook pun alat buat bikin acara.sama kayak valentin,yang sebenernya cuma cara perusahaan coklat dan segala macam proponen konsumerisme punya basis festival buat jualan atau membuat produknya laku.

      valentin itu ada misanya nggak sih?kalau nggak ada ya sebenernya bukan ritual agama,tapi festival ranme-ramean biasa//

    • sugeng supriyanto

      4. Hari valentin ini bukan hanya masalah fiqih, namun juga aqidah.
      selain itu, valentin jama sekarang ini sudah masuk keranah yang sangat
      parah, mulai dari zina, khalwat, miras, narkoba, dll

      saya rasa, tanpa Felix Shiaw berkata ini haram. ibu anda dirumah sudah mengharamkannya lebih dahulu.

      semoga antum mengerti

      //Wew!jadi ada festival budaya pop yang itu diatur dan dikontrakan oleh akidah ya?
      kalau zinah,khalwat,miras dan narkoba sebelum produk budaya pop yang namanya valentin itu udah lama ada.
      dan kalau mau dikatakan ya memang sudah dilarang,baik orang beragama atau nggak beragama kalau mereka waras.

      merayakan valentine itu kayak gimana?apa makan coklat pemberian teman kantor yang kemakan budaya pop itu menjadi haram?apa belanja diskon di hari tersebut juga jadi haram?

      jadi fatwa tentang valentine itu bego//

  • chaosmyth

    karena terlalu byk wahabi lovers di negara ini, segala yg berbabu arab dianggap baik

    • HT itu lahirnya dari mesir, jauh sekali dengan mazhab yang ada di arab saudi
      diarab saudi itu semua mazhab ada. jika anda belajar disana, anda akan diajarkan semua ilmu mazhab. setelah itu anda dapat memilih pendapat mana dalam suatu perkara yang paling kuat

      berbeda dengan di indonesia yang kebanyakan hanya menggunakan mazhab Syafiiyyah

      • Ngawur, HT itu awalnya berasal dari Palestina tepatnya di Yerusalem tahun 1953
        Baca di Wiki dulu gih sono.

        Saya non muslim, gak ngerti deh soal dalil Islam, tapi ketika bicara soal sejarah, sains, dan realitas, disana muslim fundies seperti anda dan Felix Siauw suka bicara ngawur.

        Saya banyak menulis bantahan tentang tulisan konyolnya Felix Siauw tentang evolusi manusia, pluralisme dan liberalisme, dan pandangannya tentang kekhalifahan. Tapi jangan pernah bermimpi Felix mau menanggapi, dia bisanya cuma monolog.

        • Anda belajar sejarah hanya dari wikipedia
          pendiri HT memang lahir di palestina. namun HT itu lahir dari ikhwanul muslim . kelompok yang memerangi pemerintahan mesir.

          • Saya sih lebih percaya tulisan wiki yang sumber tulisannya lebih banyak dan lebih lengkap, plus hal itu memang diakui sendiri oleh HT ketimbang komentar anda. 🙂

            Lagian yang namanya tempat lahir ya tempat dimana organisasi itu didirikan. Kita ga bisa mengatakan Budi lahir di Surabaya hanya karena bBapaknya Budi berasal dari sana sedangkan Si Budi nyata2 lahir di RSCM.

            Klo ceritanya begitu, jadi panjang, HT bilang lahir dari IM, IM bilang lahir dari Wahabi, Wahabi bilang lahir dari Khawarij, sehingga berkesimpulan bahwa HT berasal dari Madinah, atau lebih jauh karena semua manusia berasal dari Homo erictus yang tinggal di Afrika lantas bilang bahwa HT lahir di Ethiopia.

          • Abdurrahman

            Akar ideologi HTI dan FPI sama dengan ISIS, Al Qaeda dan Taliban, yakni Wahhabi dan Islamisme (Politisasi Agama Islam). Bedanya yg satu pakai kendaraan racun ideologi, satunya lagi pakai kendaraan jihad kekerasan. Ideologi fasis yang mau bikin super-state untuk mencapai world domination seperti dicanangkan emaknya Ikhwanul Muslimin, sayyid qutb dkk… Ini ideologi yang lahir jaman perang dunia pertama dan kedua, makanya gak cocok dan salah jaman adanya saat sekarang.. Maunya perang mulu, bunuh2an..
            Ditambah lagi ideologi wahhabi Saudi arabia yang punya budget tiap taun 2 – 2.5 Milyar dolar buat ekspor ideologi ini dan budaya mereka.
            Maka saudaraku, Jadilah islam dengan karakter indonesia, Islam adalah agama yg sama, namun interpretasinya dan karakter budaya itu bisa SANGAT berbeda…
            Ini ideologi cuma bisa bertahan kalau ada “Musuh”. Hari ini “Barat”, besok “Syiah”, besoknya lagi “Ahmadiyah”.. Pokoknya generalisir semua yang gak setuju sama dia jadi musuh jadi kafir, dan patut dibasmi..
            Taunya hanya perang. Dia gak tau kalau di barat, sangat banyak orang yg cinta perdamaian bahkan berdemonstrasi menentang okupasi Irak ketika itu, gatau dia kalau jurnalis barat juga yang kritis dan membongkar pratik torture di guantanamo, dan sangat banyak kaum yahudi yang menentang zionisme dll.. Otak ekstrimis ini peyang emang.. Bikin negara pecah belah aja, sekarang beragama menjadi tidak tentram akibat orang2 ini

          • Faisal Aslim

            Nah anda hanya dari Arrahmah…

        • satu lagi, saya tidak kenal Ustad Felix. saya juga gak peduli klo ente membantah tulisan2 konyol Felix

          Darwin saja dengan teori evolusinya dibantah banyak ilmuwan, namun walau membantah, para ilmuwan dunia tersebut tetap menghargainya.

          think again, klo pintar gak harus menjelek2an

          • Menjelek2an itu mengatakan hal yang jelek pada sesuatu yang baik, sedang mengatakan jelek pada sesuatu yang jelek itu namanya mengungkap kebenaran.

            Mengatakan kebohongan dan propaganda, adalah sebuah kejelekan, maka ketika menyebutnya sebagai hal yang jelek, itu namanya bukan menjelek2an.

            Bantahan ilmuan disamain dengan ceramahnya Felix Siauw? Jangan becanda ah. 😀

          • jelek atau baik kan persepsi anda. pemahaman anda
            belum tentu yang jelek menurut anda, jelek juga menurut orang lain

            Anda kan non muslim, bukan muslim
            agama islam itu hadir dengan sains yang sangat kuat. bukan legenda dan khayalan belaka

            jadi tidak ada jauh beda antara ilmuwan dengan seorang ustad

            namun saya bukan orang HTI, saya juga menganggap banyak yang salah dengan HTI

            tapi saya tidak mencela felix, saya lebih suka mengkritisi HTI-nya

            jangan mengkritik orangnya, tapi pemahamannya

          • Betul, bahkan seorang Hitler pun bisa dipuji oleh pendukungnya, bahkan seorang kepala preman dihormati bawahannya.

            Saya pun tidak tau maksud anda dengan JANGAN MENGKRITIK ORANGNYA, (apakah kita punya pandangan yang sama tentang apa itu ad hominem), karena saya fokus pada argumen dan caranya berdiskusi, bukan tentang wajahnya, bukan tentang istrinya.

            Saya juga tidak tahu bagaimana konsep sains dalam Islam, tapi jika ada yang mengatakan bahwa menurut teori evolusi manusia itu berasal dari monyet seperti monyet di Ragunan, mengatakan bahwa manusia berasal dari tanah liat, mengatakan bahwa benda angkasa bergerak secara teratur, maka saya katakan itu konyol.

          • Andri Agassi

            “Tidak jauh beda antara ilmuwan dengan seorang ustad”
            Seriously. Hahahahahahaha

          • Faisal Aslim

            Islam hadir dgn sains yg kuat.. Iya, jaman Al Ma’mun dan Al Rasyid.. Setelah dirusak Ghazali, tau sendiri doong sainsnya kaya apa.. Katanya Islam banget mas.. Kok tarikh Islam ga tau..?

          • Andri Agassi

            Itulah bagusnya sains. Silakan tawarkan teori yang lebih baik dan cocok, kalau memang ada dengan mudah sains akan menyesuaikan. Namun “sayangnya” sampai saat ini, teori evolusi masih yang paling cocok menjelaskan perkembangan makhluk hidup. Anda bilang para ilmuwan dunia yang tidak setuju dengan teori evolusi tetap “menghargai” teori evolusi. Sebaliknya, justru para ilmuwan tersebut yang “dihargai” pendapatnya oleh ilmuwan lain, dan dipersilakan untuk membuktikan jika memang bisa.

            Sedangkan masalah agama dan dalil, mau ngoceh dan debat sepanjang apapun di sini, apakah pikiran Anda benar-benar terbuka untuk pendapat orang lain? Yang Anda lakukan adalah berusaha membuktikan lawan debat Anda salah. Bukan mencari yang mana kebenaran. Itulah bedanya sains dan agama.

          • Faisal Aslim

            Darwin dibantah banyak ilmuwan? Coba2 mana artikelnya? Ilmuwan kredibel yah mas tolong, jangan kristen/katolik/muslim garis keras macem Michael Behe atau Zakir Naik yg sok2an jadi ilmuwan. Gaya argumen anda khas banget nih sama lulusan pesantren akun2an.. Udeehh ngaku ajehh

      • chaosmyth

        saya nggak bicara ttg HT, peduli amat juga

        • Sendy Aditya Suryana

          gak tau nih, rame banget bahas ini barang..

      • Rizki Rochman

        Wah, org sableng iki. Di sana aja mas di mesir ga usah di sini. Ndasmu pusing kalo nekat di indonesia terus.

      • wackyadhie

        Itu urus yang tanya pendapatmu dan pemahamanmu tentang pohon ekosistem NU dulu sana … malah buka lapak lain

      • sugeng supriyanto

        oke,betul tapiu sebenarnya sama2 bermental wahabi.
        wahabi dalam definisi yang universal itu adalah gerakan politik dengan mengusung puritanisme islam sebagai dalil.

        awalnya itu dipelopori saudi untuk melestarikan tatanan monarki (monarchist)
        terus ada ikhwanul muslimin yang itu sebenarnya demokrat.
        sama hizbut tahrir, sosialis revolusioner.

        ketiganya sama2 wahabi dengan dalil yang berbeda.

    • Guest

      tinggal di North Korea atau cuba aja dijamin gak ada wahabi lovers kan negara kita mau dibawa menuju ke sana kan?

      • chaosmyth

        Hasta la Victoria Siempre!

  • Anonim

    Laah ya emang wanita muslim itu klo di luar rumah gak boleh pakai parfum, wanginya itu lhoo yang bikin laki-laki nefsong. Ini nyata lhoo laki-laki suka bilang gak kuat ke wanita yang bau wangi di badannya, bikin nafsu katanya. Apapun yang tertulis di dalam hadis pasti ada dasarnya, tergantung kita bagaimana menanggapinya.

    • anonim

      Bullshit lah. Gak usah ngomongin pake parfum. Laki2 mah gimana niatnya. Kalo emang bajingan, cewek udah pake baju kayak tudung saji aja, dan bau keteknya aujubillah banget sekalipun kali, kalo emang otak dan jiwanya mesum, ya diembat juga toh. Prettt!!! Ke laut aja lah cowok2 bangsat begini. Trus tolong cariin korban AirAsia yg masih ilang, bakal lbh berguna 😛

    • chaosmyth

      iya, kemaren lantai rumah gue sehabis di pel wangi banget gak kalah sm bau parfum. gue nafsu gak tahan, seharian itu lantai gue tindih2, gue ciumin aaahg.. crot

  • Aika-Chan

    Sekali onta tetep onta , nda perlu diributin, entar ikutan jadi onta

  • Agus Supriyanto

    asyeeeeeekk,,
    gak pernah denger kalo kyai buat akun G+ 😀

  • Abdurrauf ELfaaz

    Komen dan rincian mas riyadi lebih bijak dr penulis artikel ini.. artikel dengan gaya yang merasa lebih tahu.. #level ke ekstrimannya sebanding dengan level kedunguannya.. #ke arah mana tujuan anda akhi?? Nikah mut’ah kah??

    • Faisal Aslim

      Ciyehh yg wahabi

  • circir

    senang rasanya ketemu web mojok.co, ketemu penulis2 yang bisa menyuarakan isi hati. keep writing please.

  • Abdurrahman

    Satir nya sangat cerdas Bung..

    Akar ideologi HTI dan FPI sama dengan ISIS, Al Qaeda dan Taliban, yakni Wahhabi dan Islamisme (Politisasi Agama Islam). Bedanya yg satu pakai kendaraan racun ideologi, satunya lagi pakai kendaraan jihad kekerasan. Ideologi fasis yang mau bikin super-state untuk mencapai world domination seperti dicanangkan emaknya Ikhwanul Muslimin, sayyid qutb dkk… Ini ideologi yang lahir jaman perang dunia pertama dan kedua, makanya gak cocok dan salah jaman adanya saat sekarang.. Maunya perang mulu, bunuh2an..
    Ditambah lagi ideologi wahhabi Saudi arabia yang punya budget tiap taun 2 – 2.5 Milyar dolar buat ekspor ideologi ini dan budaya mereka.
    Maka saudaraku, Jadilah islam dengan karakter indonesia, Islam adalah agama yg sama, namun interpretasinya dan karakter budaya itu bisa SANGAT berbeda…
    Ini ideologi cuma bisa bertahan kalau ada “Musuh”. Hari ini “Barat”, besok “Syiah”, besoknya lagi “Ahmadiyah”.. Pokoknya generalisir semua yang gak setuju sama dia jadi musuh jadi kafir, dan patut dibasmi..
    Taunya hanya perang. Dia gak tau kalau di barat, sangat banyak orang yg cinta perdamaian bahkan berdemonstrasi menentang okupasi Irak ketika itu, gatau dia kalau jurnalis barat juga yang kritis dan membongkar pratik torture di guantanamo, dan sangat banyak kaum yahudi yang menentang zionisme dll.. Otak ekstrimis ini peyang emang.. Bikin negara pecah belah aja, sekarang beragama menjadi tidak tentram akibat orang2 ini

  • Soal berkelahi memang orang muslim jagonya. Lihatlah negara-negara di Timur Tengah sekarang, saling berkelahi, bunuh membunuh, meski katanya Islam adalah agama yang cinta damai. Mau artikel ini, orang-orang yang dikritik, atau komentator di bawah nuansanya sama: berkelahi. Semua ingin menjadi tuhan. Satu hal yang perlu saya ingatkan, sebagai muslim juga, bahwa surga itu hak prerogatif Allah SWT. Mari kita beragama menggunakan akal sehat. Malu nanti ditanya di akhirat, akalmu dipakai untuk apa?

    • rozan

      Gak semua orang muslim kok, yang suka berkelahi!
      Banyak orang muslim yang cinta damai.
      kalau ada anggota DPR yang korupsi, itu bukan salah DPR-nya.
      Begitu juga dengan Islam, Kalau ada yang berkelahi, itu salah orangnya bukan salah institusinya.
      kalau kita pakai akal pasti tahu, bahwasannya satu orang yang salah, bukan berarti seluruh institusi itu salah.

  • kalian semua yang komen ngawuuurrr… #bakar

  • Bukan AktifisBayaran

    andai saja penulis juga re ceck berita yan sampai kepada nya, benarkah akun itu bicara demikian, itu pendapat pribadi atau memang mencantumkan sumber yang shahih. jangan merendahkan diri anda dengan menghukumi sebatas dengan yang sampai pada panjenengan sementara anda berteriak “Berlakulah adil pada dalil”.
    akan sangat baik jika anda bisa membuktikan kesalahan dari yang anda anggap “akun akunan” kesalahannya, nasehati dan luruskan. bukan membentuk opini dan gebyah uyah semua akun dengan sebuah akun yang mungkin salah anda temui.

  • Gito Tito Wibowo

    mau ekstrem kalau buat sendiri ya monggo, yang jadi masalah kalau dianggep “dakwah” kelolodan “sampaikanlah walau satu ayat”, kok satu ayat? ya karena mudengnya satu ayat… itu sanepo dari Gusti Allah untuk kita supaya berdakwah dengan hati2. Kalau yg seratus persen mudheng juga cuman satu ayat, ya sampaikan. Kalau yg masalah lainya masih BLAWUUR,,, mingkemo le….

  • Zainuddin Muza

    Keren dan berisi.

  • Arif Wardani

    Wes lah…

  • Ria Anak Ragil

    Haha kalau dalam ajaran hari Islam ga DA hari valentines.
    Setiap hari setiap saat kita selalu menyayangi dan mengasihi tNpa bataz waktu.. Yang muda menghormti yang tua Dan yang tua mengasihi yang muda…

  • Faisal Azhar

    banyak ilmu bukan buat saling hina orang, tapi nyelesein masalah…

    kenapa pada permasalahin islam diluar yang belum tentu udh pernah kesana..

    kita liat aja negara kita.
    islam dan non islam.
    mana yg lebih banyak ngerugiin negara kita.

    di saat kita ributin masalah cabang.

    orang2 kristen pada ngerukin sumber daya indonesia..

    nh artikel2 gini cmn buat mecah2in islam aja.

    Rasul kalau kasih nasihat juga beretika. santun.

    • Andri Agassi

      Jadi menurut Om, non-islam lebih banyak merugikan negara kita? Itu para koruptor yang duduk manis di DPR mayoritas Islam loh Om. Orang-orang kristen dari luar negeri bisa pada ngerukin sumber daya Indonesia karena para koruptor di DPR dan pemerintahan itu nggak becus bikin regulasi yang menguntungkan negara kita.

  • Guest

    komunis indon goblok ini emang, tasyabuh itu hanya dalam hal ibadah dan menyerupai mereka dalam hal kebudayaan najis mereka, mau ikut berzina terang2an ya monggo, mau atheis ya monggo terserah,,

  • Juni Salman

    setuju… teriak2 menyerupai kafir haram tapi teknologi buatan kafir dipake, kebiasaan standar ganda kalau berargumen.

  • rame bangat komentarnya . . .

  • Chali Sf

    Sudah sudah, makan dulu sana!

    Supaya Kita ummat Muslim tidak ikut2 tercerai berai seperti yg terjadi di Negara-negara Arab sana, saya hanya ingin sekedar mengingatkan bahwa konsep sekulerisme yg disuntikkan ke darah daging negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia ini harus diakui sudah cukup berhasil. Bagaimana tidak? Ketika seorang Muslim/Muslimah mencoba untuk menerapkan syariat Islam yang sangat sederhana seperti sekedar mengingatkan agar kita ‘aware’ terhadap sesuatu yg halal dan yg haram, langsung saja mereka direspon dengan kata-kata seperti: Ndyasmu ambyar, Akhiy!, Sak karepmu, wis, di sana. Tapi tolong, jangan pernah kembali lagi ke sini, sebab di sini ndak sama dengan di sana. Astagfirullah, ampuni saudara hamba yg juga satu rumpun dengan kami ini ya Allah!

    Miris sekali memang. Kita ini memiliki budaya yg sangat ke-Timur-an, budaya yg sebenarnya sangat dekat dengan hal-hal yg bersifat keagamaan, namun memang maha dahsyat demokrasi dan liberalisme, sehingga arus informasi mudah saja mengalir, dan mereka-mereka yg memiliki ‘filter’ otak dan hati yang lemah akan dengan sangat mudah menerima arus IDEOLOGI yg dikemas melalui cara-cara yg sangat WESTERN, Which is very very good!! Dengan begitu, sedikit demi sedikit kondisi alamiah kita yang sebenernya TERBIT dari TIMUR, entah mengapa MENGINGINKAN MATAHARI yg terbit dari BARAT. Apa yg akan terjadi selanjutnya ketika kalian menginginkan matahari terbit dari barat??

    Sadarilah saudara/i ku bahwa kebebasan beragama dan kebebasan untuk menjalankan syariat agama Islam adalah hak dari setiap Muslim. Miris sekali apabila anda yg juga Muslim justru menentang dengan keras upaya penegakkan syariat yg diupayakan oleh saudara/i2 kalian juga.

    Islam berawal dari keterasingan dan akan kembali hadir dalam keterasingan.

    Wassalam

    • Andri Agassi

      Saya rasa sekuleritas itu solusi paling baik untuk mengurangi konflik antar umat beragama. Dengan mudah kita bisa lihat contoh negara-negara beragama selalu perang, sedangkan negara dengan paham sekuler kok jauh lebih damai dan toleran.

      Coba jawab, jika syariat Islam ditegakkan di negara Indonesia, bagaimana nasib umat agama lain?

  • mdawd123

    You are certainly right. In it something is also to me this thought is pleasant, I completely with you agree. http://wtc.zendesk.com/entries/66466094

  • Djohan Rady

    Lagian masih aja nyari justifikasi agama buat ngapa-ngapain -.-“

  • Mr. Tecto

    Mungkin ada benarnya gmbr ini, jika tdk excellent & berhati-hati dlm beragama bsa jadi berbahaya, awas!!! hehe

  • Pingback: Gerakan Muslim Akun-akunan di Internet | Berita Islami()

  • Pingback: Menjadi Muslim Pintar bersama Palu Arit – Pendar Kuning()

  • August Jayasaputra

    Subahanallah .. tulisane mak jleb

  • Buwener kabeh! Hohoho..

No more articles