MOJOK.COBanyak yang menertawakan ide Presiden Amerika, Donald Trump, yang ingin beli Pulau Greenland. Padahal sejak dulu, Amerika emang doyan beli-beli daerah gitu.

Bukan Donald Trump namanya kalau tidak pernah punya ide aneh dan ajaib. Presiden Amerika yang sangat mirip dengan karakter kartun “The Simpsons” ini kepingin membeli Pulau Greenland dari Denmark. Pulau terbesar di dunia ini menarik minat Donald Trump untuk membelinya. Pfft, mau ngapain kamu, Trump, beli pulau segede itu?

Terang saja gagasan ini segera memantik reaksi, terutama dari Perdana Menteri Denmark, Mette Fredireksen. Wajar kalau telinga Perdana Menteri Denmark ini agak panas. Maklum, ide Donald Trump ingin beli Greenland ini memang sangat tidak masuk akal. Benar-benar lagi kayak mau akuisisi perusahaan saja, ini pulau lho. Pulau! Paling gede sedunia lagi.

“Itu adalah diskusi yang sangat aneh dan Perdana Menteri Greenland, Kim Kielsen, juga telah secara jelas menegaskan kalau Greenland itu tidak untuk dijual. Di situ lah wacana (pembelian Greenland) ini berakhir,” kata Frederiksen.

Meski secara administratif Greenland termasuk bagian dari Pemerintahan Denmark, posisi Greenland adalah wilayah otonom. “Greenland bukan milik Denmark, Greenland adalah milik Greenland,” lanjutnya.

Asal situ tahu saja, Greenland atau dalam asli masyarakat setempat bernama Kalaallit Nunaat ini punya luas 2 juta km per segi. Sebagai gambaran itu seluas apa, willayah Indonesia (dengan laut) itu mencapai 1,9 juta km per segi. Sekarang bayangkan, Greenland, sebuah pulau dengan 80 persen daerahnya tertutup es punya luas lebih besar dari Indonesia.

Baca juga:  Prabowo Bisa Belajar dari Donald Trump agar Kesalahan Tak Berujung Kekalahan

Menariknya, meski tidak ada niat dijual, beberapa pihak sudah menaksir berapa harga Greenland jika benar-benar mau dijual. Misalnya CNN Business membuat perkiraan harga. Dan tawaran Greenland ini ternyata tidak terjadi sekarang saja. Amerika Serikat jebul pernah tertarik beli pada 1946.

Saat itu Amerika menawarkan 100 juta dollar Amerika atau jika dikonversi ke 2019, harganya 1,3 miliar dollar Amerika. Buset. Artinya, jika pada tahun segitu saja Denmark tidak mau melepas wilayah otonominya, bisa dibayangkan berapa duit yang harus disiapkan Amerika untuk membeli wilayah—yang cuma ada es doang ini?

Masalahnya, niat pembelian Greenland oleh Donald Trump ini sebaiknya tak dipandang remeh. Meski sebagian besar wilayahnya tertutup es, Amerika punya pangkalan militer di Greenland juga. Bahkan Sistem Peringatan Dini Balistik Rudal paling Utara Amerika terletak di sini.

Meski begitu, diam-diam Greenland juga menyimpan minyak, gas, dan mineral yang belum bisa dimanfaatkan karena suhunya yang ekstrem. Ya wajar aja sih, saat musim panas saja (yang sangat pendek), Greenland punya suhu 10 derajat Celcius di wilayah paling Selatan dan 5 derajat Celcius di wilayah utara. Itu udara paling panas di sana lho. Kalau musim dingin ya sampai minus 20 derajat.

Akan tetapi, meski usulan Donald Trump ini diketawain oleh banyak pihak, dalam sejarahnya Amerika memang suka beli-beli wilayah negara lain. Misalnya pada 1917, Kepulauan Virgin dibeli dengan mahar 25 juta dollar, Alaska dibeli dari Rusia pada 1867 dengan mahar 7,2 juta dollar, dan wilayah Louisiana pada 1803 dibeli dari Perancis sebesar 15 juta dollar. Jadi tak heran kalau Donald Trump kepikiran untuk beli itu pulau.

Baca juga:  Memahami Derita Sandiaga Uno Harus Kuliah di Amrik padahal Ingin Kuliah di UI

Tapi, kalau ternyata nggak bisa dibeli, udah disewa aja kan bisa. Emas di Papua aja bisa, masa minyak dan gas di Greenland nggak bisa sih? Eh.



Tirto.ID
Loading...

No more articles