Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Betapa Sulitnya Melupakan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
4 Februari 2017
A A
Betapa sulitnya melupakan

Betapa sulitnya melupakan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear Cik Prim nan Chantique dan Gus Mul yang apique.

Perkenalkan, daku Toink, pemuda yang kisah cintanya tak semanis cerita di FTV Remaja tentang tukang singkong ganteng yang berjodoh dengan si cantik putri majikannya. Dakulah yang sempat curhat ke Mojok tentang hubungan yang menggantung dengan seorang akhwat, tapi belum sempat kalian jawab, gantungan itu ternyata sudah pedot di tengah jalan. Kandas. Aku nyeseque, kakak…!!!

Sebagai cowok yang pantang ngemis-ngemis kasih sayang kepada orang yang sama dan sudah tidak suka, ya daku ingin menemukan sosok lain yang siap bersanding di pelaminan nanti.

Nah, persoalannya dada ini masih terasa sesaque saat mengingatnya. Sesekali lewat itu bayang wajahnya di sini. Sakit, kak.. Pedih. Dan daku ingin bertanya perkara klasik, yakni: bagaimana cara menyembuhkan sakit hati, lalu move on yang asyik juga cepat, tanpa mendapat predikat melarikan diri, menjadikan orang lain sebagai pelarian sakit hati.

Mohon pencerahannya dan jangan banyak-banyak hina saya yang sudah nista ini. Suwun.

Lagi, terima kasih banyak lo, Cik & Gus… Dari Toink yang sedang mencari Cinta.

Jawab

Dear Toink yang merana. Jujur, tadinya saya ingin sekali membalas emailnya dengan kata-kata keprihatinan, namun mengingat sekarang kata “Prihatin” sedang menjadi trademark tokoh tertentu, maka saya urungkan niat saya tersebut.

Begini Toink, saya paham, paham sekali malah, tentang apa yang sampeyan rasakan saat ini, sebab saya sendiri berkali-kali mengalaminya. Menyukai seseorang, lalu mendekatinya, berusaha mendapatkan hatinya, dan berharap ia menyukai balik. Dan ternyata, apa yang diharapkan tidak terjadi. Menyakitkan. Sungguh. Namun begitulah resiko menjadi seorang pencinta. Kau berani jatuh cinta, kau pun harus berani cintamu jatuh.

Untuk yang satu ini, saya anggap sampeyan sudah berani, bahkan sudah terlalu berani.

Nah, oke, kita langsung kepada persoalan. Pada intinya, sampeyan berharap mendapat penyelesaian bagaimana cara move on yang asyik dan cepat. Ini sebuah perkara yang sebenarnya klise, klasik, namun cukup sulit.

Mas Toink yang merana. Berusaha melupakan seseorang yang begitu kita cintai memang susah, bahkan sampai ada quote anonim yang bilang begini: “Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never met” (Saya rasa saya tak perlu menerjemahkannya, sebab saya yakin, walau sampeyan buruk dalam kisah cinta, tapi pasti sampeyan tidak terlalu buruk soal bahasa inggris). Kalau mau yang lebih syahdu lagi, masih ada quote-nya Pablo Neruda: “Love is so short, forgetting is so long.”

Sebenarnya saya masih punya banyak koleksi quote tentang melupakan seseorang, tapi cukup dua saja yang saya tuliskan, sebab ini adalah Mojok, bukan kedai kopi yang kebanyakan majang poster quote.

Iklan

Salah satu kesalahan terbesar orang-orang yang gagal melupakan seseorang adalah karena kesalahan niatnya. Melupakan bukanlah perkara yang harus selalu diluruskan niatnya. Untuk melupakan seseorang, jangan pernah meniatkan diri untuk melupakan. Sebab ia justru akan berat. Saya selalu percaya pada lirik lagu Ketaman Asmoro-nya Didi Kempot: “Wis tak lali-lali. Malah sansoyo kelingan”, sudah berusaha dilupa-lupakan tapi malah semakin teringat.

Melupakan itu soal afirmasi. Bagaimana mungkin sampeyan bisa lupa jika sampeyan terus saja mengingatnya sebagai tujuan.

Nah, fakta ini membuat saya belajar, bahwa cara terbaik untuk melupakan adalah dengan mengingat. Maksudnya adalah, mengingat yang baru untuk melupakan yang lama. Perasaan itu mas Toink, seperti air di dalam telinga, sampeyan butuh air yang lain untuk bisa mengeluarkannya.

Pahami bahwa sampeyan harus segera mencari yang lain. Segera buat direktori baru. Mulailah melakukan pendataan, cari target buruan baru yang lebih memungkinkan. Dekati, dan jangan terlalu terburu-buru. Nikmati prosesnya. Untuk melupakan A, sampeyan butuh untuk mulai mengenal B, andaipun nanti ternyata, si B juga kemudian mematahkan hati sampeyan, maka sampeyan tinggal gunakan rumus yang sama: Untuk melupakan B, sampeyan butuh untuk mengenal C, dan begitu seterusnya. Tenang saja, alpabet masih menyediakan huruf sampai Z, kalaupun nanti sudah sampai Z dan sampeyan masih saja dipatahkan hatinya, sampeyan masih bisa menggunakan AA, AB, AC, dst… dst…

Ini cara yang mungkin tidak asyik dan tidak cepat. Tapi ya memang harus begitu. Kalau asyik dan cepat, bukan melupakan namanya, tapi masturbasi.

Mas Toink yang baik namun merana. Ini mungkin jawaban yang kurang memuaskan, namun alhamdulillah, saya pernah (dan hampir selalu ) berhasil menyelesaikan diri saya sendiri dengan cara sederhana ini. Dan saya harap, sampeyan juga berhasil dengan cara yang sama.

Semoga beruntung mas Toink.

 

Disclaimer: #CurhatMojok menerima kiriman curhat asmara pembaca yang akan dijawab oleh dua redaktur Mojok, Agus Mulyadi dan Cik Prim. Tayang tiap malam Minggu pukul 19.00, setiap curhat yang dimuat akan mendapat bingkisan menarik. Kirimkan curhatmu ke [email protected] dengan subject “Curhat Mojok”.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2021 oleh

Tags: curhat mojokfeaturedmelupakanMove On
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On Karena Cinta yang Kandas MOJOK.CO
Ragam

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On dari Cinta yang Kandas

26 Desember 2023
Patah Hati Nggak Enak Rasanya, Makanya Cuti dan Tunjangan Patah Hati Perlu Diperjuangkan Masuk UU Ketenagakerjaan MOJOK.CO
Pojokan

Patah Hati Lebih Mudah Dilalui Jika Kamu Orang Kaya. Konon Bisa Cepat Move On pula

13 Juni 2021
Merdeka dari Patah Hati dengan Potong Rambut
Pojokan

Merdeka dari Patah Hati dengan Potong Rambut

8 Maret 2020
Bagaimana Surat Bu Shinta Nuriyah ke Gus Dur Selamatkan Saya dari Depresi Gagal Nikah
Esai

Bagaimana Surat Bu Shinta Nuriyah ke Gus Dur Selamatkan Saya dari Depresi Gagal Nikah

24 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.