Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Ulang Tahun Rambat dan Sekretarisnya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
6 Agustus 2017
A A
170806 CIPOX SELINGKUH

170806 CIPOX SELINGKUH

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tujuh Agustus, Rambat mengawali harinya dengan suka-cita, maklum, tujuh Agustus adalah hari ulang tahunnya yang ke 40. Bagi Rambat, 40 adalah usia yang sangat penting dan istimewa. Ia selalu percaya dengan frasa “Life begins at 40”, hidup baru dimulai di usia 40.

Di usia yang sudah kepala empat itu tersebut, Rambat boleh dibilang sudah sangat moncer secara karir. Betapa tidak, ia sekarang menduduki jabatan direktur utama di salah satu perusahaan produsen vitamin ayam petelur di Salatiga.

Di hari spesialnya itu, Rambat berusaha bangun pagi dan kemudian langsung mandi membersihkan diri. Ia sengaja mandi agak lama, sebab ia berharap, begitu ia keluar dari kamar mandi, Aryani istrinya sudah menyambutnya dengan ucapan selamat ulang tahun dan kue tart dengan lilin berbentuk angka 40.

Namun ternyata, harapannya semu belaka. Begitu ia keluar, jangankan kue tart, istrinya bahkan blas tidak memberikan ucapan selamat dan bersikap datar seperti hari-hari biasa, begitupun dengan Bagas dan Ratih, kedua anaknya.

“Ternyata istri dan anak-anakku lupa dengan hari ulang tahunku,” ratapnya.

Setelah sarapan, Rambat pun segera berangkat ke kantor dengan wajah yang kecewa dan langkah yang malas.

Sampai di teras, Burhan si sopir sudah langsung sigap membawakan tas Rambat. Dalam hati, rambat berharap juga bahwa Burhan akan mengucapkan selamat ulang tahun padanya, namun tentu saja itu mustahil, sebab sopir pribadinya itu bahkan tak pernah tahu tanggal berapa Rambat lahir.

“Langsung ke kantor, Pak?” kata Burhan.

“Iya, langsung.” Jawab Rambat tiada bersemangat.

Di Kantor, semangat Rambat sedikit naik, sebab ia berharap anak buahnya akan ingat bahwa ini hari ulang tahunnya dan akan mengucapkan selamat ulang tahun.

Tapi dasar mujur tak dapat diraih. Anak buah Rambat pun agaknya juga tak mengetahui bahwa hari itu adalah ulang tahun direktur mereka, sehingga begitu bertemu Rambat, mereka pun bersikap biasa, sekadar mengucapkan salam “selamat pagi, Pak Rambat!” tidak lebih.

“Ya Tuhan, bahkan anak buahku pun tak ada yang ingat ulang tahunku,” ratapnya kembali.

Rambat masuk ke ruang kerjanya dengan wajah yang tak jauh berbeda dengan wajahnya sesaat setelah sarapan. Wajah-wajah penuh kecewa.

Di ruang kerjanya, sudah ada Dewi sekretarisnya yang nampak sibuk merapikan dan manyusun berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Rambat.

Iklan

“Selamat pagi, Pak. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu,” sapanya manis.

Demi  mendengar ucapan selamat dari Dewi, hati Rambat pun mengembang, semangatnya membuncah. “Akhirnya ada juga yang ingat dengan ulang tahunku” batinnya.

“Lho, darimana kamu tahu kalau hari ini aku ulang tahun?” kata Rambat penasaran.

“Saya kan yang mengurusi seluruh berkas bapak, terutama berkas seputar pengajuan proyek yang di dalamnya ada profil bapak, dari mulai tanggal lahir, pendidikan, sampai alamat lengkap, saya tahu semuanya.” Jawab Dewi.

“Wah, nggak salah saya pilih sekretaris,” kata Rambat bungah.

Hari itu, jam-jam kerja menjadi lebih baik bagi Rambat gara-gara ucapan selamat ulang tahun dari Dewi di pagi hari.

Siangnya, ketika jam pulang kantor, Rambat dicegat oleh Dewi di lobi depan. “Pak, tunggu sebentar,” ujarnya.

“Ada apa, Dewi?”

“Pak, hari ini kan ulang tahun bapak yang ke 40, bagaimana kalau kita merayakannya?”

“Merayakan ulang tahun saya? Mau dirayakan di mana?”

“Kalau di apartemen saya, bagaimana?”

Pikiran jorok Rambat tiba-tiba bangkit. Melihat Dewi sekretarisnya yang masih muda dan semledot itu, susah bagi Rambat untuk menolak tawaran yang menggiurkan itu.

“Boleh saja, kenapa tidak!” jawab Rambat mantap.

Mereka berdua kemudian pulang bersama naik mobil Rambat menuju apartemen Dewi yang hanya berjarak beberapa blok dari kantor. Sepanjang perjalanan, otak Rambat terus berpikir yang tidak-tidak.

Sampai di apartemen, keduanya langsung masuk, Dewi mengunci pintu apartemennya dan langsung menghidupkan lampu dan AC. Dewi menatap genit kepada atasannya itu. Tatapan yang membuat pikiran Rambat semakin liar dan tak terkendali. Hawa panas menyebar ke seluruh ruangan kendati AC sudah menyala.

Rambat duduk di sofa, sedangkan Dewi melepas sepatu dan menaruh barang-barangnya di meja tak jauh dari tempat Rambat duduk.

“Pak, di hari ulang tahun bapak ini, saya sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk bapak,” ujar Dewi disertai senyum yang begitu manis dan menggoda. Bibirnya yang merah merekah itu terlihat seperti tantangan terbuka bagi Rambat.

“Aku memang sudah menantikan hal itu.” jawab Rambat singkat.

“Baiklah, kalau begitu, tunggu sebentar, Pak. Saya ke kamar mandi dulu, tolong bersabar,”

“Tentu, sekretarisku yang manis.” kata Rambat mulai berani menggoda.

Dewi segera menuju ke kamar mandi.

Tak berselang lama, sekitar lima menit, Dewi pun keluar dari kamar mandi, dan di belakangnya, sudah ada Aryani istri rambat, juga Bagas dan Ratih, kedua anak Rambat. Aryani memegang kue tart sedangkan bagas dan Ratih masing-masing memegang kertas karton bertuliskan ‘Selamat ulang tahun, Ayah kesayangan’.

“Surpreeeessss…” teriak mereka berempat kompak.

Rambat hanya bisa duduk terpaku di sofa, telanjang, tanpa sehelai benang.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2017 oleh

Tags: rambatulang tahun
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Yang Luput dari Pertanyaan: Kalau Maulid Nabi Boleh, Kenapa Nabi Tak Melakukannya?
Esai

Yang Luput dari Pertanyaan: Kalau Maulid Nabi Boleh, Kenapa Nabi Tak Melakukannya?

19 Oktober 2021
Eksklusif! Membongkar Rahasia Besar Mojokdotco!
Video

Eksklusif! Membongkar Rahasia Besar Mojokdotco!

6 September 2021
7 Tahun Mojok dan Angka Tujuh dalam Filosofi Jawa
Esai

7 Tahun Mojok dan Angka Tujuh dalam Filosofi Jawa

28 Agustus 2021
Esai

Merayakan Ulang Tahun Bukan Budaya Kita

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Merasa terkecoh saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) gara-gara ulah mahasiswa organisasi ekstra hingga dosen cabul MOJOK.CO

Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang

7 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.