MOJOK.CO Bagi sebagian orang, mencari rekomendasi laptop murah kayak cari jarum di tumpukan jerami. Standar murahnya itu suka ketinggian.

Lama-lama membaca rekomendasi laptop jadi sebuah aktivitas yang menghasilkan mimpi-mimpi manis. Rekomendasinya bagus, tapi harganya bikin nangis. Bagi sobat yang baru otw menuju kaya, prasejahtera, mahasiswa, dan kelas pekerja mendingan kita melihat rekomendasi laptop murah yang lebih realistis aja.

Toh, beli laptop mahal atau murah yang paling penting benda itu difungsikan sesuai kebutuhan. Kalau cuma butuh buat ngetik di Ms Word dan beli laptop murah apa salahnya?

Setelah dihajar pandemi korona yang itu pun belum selesai, kocek makin terbatas. Di awal pandemi, saya pernah menyarankan Lenovo ThinkBook 14 atau Asus VivoBook Ultra seharga Rp8 jutaan untuk penggunaan kelas menengah. Masalahnya, Rp8 juta itu tetap mahal bagi banyak orang.

Bagaimana dong? Untuk itu, kali ini saya akan menyasar kalian dengan kebutuhan kelas basic alias dasar. Sebelum menyarankan laptop yang akan dibeli, kalian perlu memahami tiga poin landasan penting untuk menentukan laptop yang akan saya pilih.

Kebutuhan dasar seperti apa?

Pada pembahasan ini, saya menyebut kebutuhan dasar untuk menggunakan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint sembari browsing satu atau dua tab di Google Chrome. Sedikit pemrograman terkait statistik mungkin diperlukan juga khususnya oleh mahasiswa, yaitu terkait penggunaan R, SPSS, dan Python. Penggunaan Microsoft Teams untuk rapat daring juga sangat diperlukan, jadi Windows 8 ke bawah tidak masuk dalam pembahasan ini. Namanya juga rekomendasi laptop murah, Bos, agak terbatas ya~

Untuk performanya, paling tidak kecepatan prosesor stabil, booting tidak terlalu lama, browsing sambil mengetik dan mendengarkan musik masih bisa, dan storage tetap lega. Semuanya mengasumsikan penggunaan sistem operasi Windows 10 berlisensi resmi dan tanpa modifikasi, ya.

Spesifikasi acuan seperti apa yang disarankan?

Banyak orang bilang, tahun 2020 menandakan era wajib SSD. Untuk saya, sebenarnya HDD 7200rpm berkapasitas di atas 250 GB sudah cukup bahkan sekalipun untuk orang yang tergolong tidak sabaran. Prosesor minimal setara Intel Pentium Quad-Core dan hal ini tidak bisa ditawar, bisa mencapai performa setara Intel Core i3 6006U tentu lebih baik. RAM minimum 4GB, tetapi 8GB tentu lebih baik untuk multitasking. Di bawahnya? Performanya membuat kesal sekalipun ketika hanya diajak mengetik.

Jadi walau saya memberikan rekomendasi laptop murah, saya juga tidak ingin kalian sambat soal lemotnya.

Konektivitas wajib adalah WiFi untuk bisa mengakses internet nirkabel. DVD drive sudah jarang digunakan, karena kita bisa menggunakan flash disk atau hard disk eksternal berbasis USB. Jika laptop ada Bluetooth dan kapasitas memori ponsel besar, kita bisa menyimpan cadangannya tanpa membutuhkan kabel. Tidak membutuhkan aksesori tambahan untuk bisa berpresentasi adalah poin penting, minimal ada port HDMI dan port VGA adalah tambahan yang menarik. Layar berukuran dalam rentang 11.6″ sampai 14″ untuk menjaga bodi tetap ramping, mata tidak sakit, dan jari nyaman tanpa perlu sering melakukan scrolling.

Baca juga:  Asus TUF Gaming A15 FX506, Laptop Gaming Entry Level Murah dengan Spek Gahar

Apakah laptop bekas akan dibahas?

Tidak. Membeli laptop bekas umumnya mendapatkan spesifikasi yang terlihat lebih tinggi daripada laptop baru di harga yang sama meskipun Anda bisa jadi tertipu. Pertama, prosesor yang digunakan terlihat wah tetapi dari generasi yang sudah tertinggal dan bahkan lebih lambat dari prosesor kelas bawah keluaran terbaru. Kedua, komponen yang ada adalah bekas pakai dan kita tidak tahu kualitasnya, misalnya jika pernah diservis. Khususnya, storage, layar, keyboard, dan baterai yang sudah cukup banyak terpakai, bahkan mungkin laptop-nya sudah layak disebut sahabat stopkontak. Kata Om Dedy Irvan dari Jagat Review, umur laptop didesain sekitar tiga sampai lima tahun dan komponen bisa rusak sewaktu-waktu tanpa adanya pertanda. Ketiga, riwayat penggunaan oleh pemilik sebelumnya juga sulit diketahui dengan akurat. Ujungnya, bukan untung malah buntung. Keempat, sekalipun kemampuannya mumpuni untuk jangka panjang, apakah driver-nya senantiasa ada dan diperbarui?

Rekomendasi laptop murah dengan kisaran harga Rp5 jutaan

Rekomendasi laptop murah #1 Lenovo Ideapad S145 (Intel Pentium 5405U)

Jika menginginkan laptop yang siap pakai, ada Lenovo Ideapad S145 dengan prosesor Intel Pentium 5405U, RAM 4GB, dan SSD 256GB untuk dibawa pulang seharga Rp4.8 jutaan. Ukuran layarnya 14 inch, standar untuk laptop masa kini. Bodinya tergolong cukup ramping dan ringan di kelasnya dengan bobot sekitar 1.6 kg.

Lenovo mengklaim daya tahan baterai ini bisa mencapai enam jam, cukup baik untuk diajak bertarung minimal setengah hari sebelum kembali mengisi daya. Yang paling menarik, lisensi Windows 10 asli sudah tersedia dan masih ditambah dengan Office Home and Student 2019 dengan harga resmi mencapai Rp1,8 jutaan. Akan tetapi, hal ini harus dibayar dengan kapasitas baterai dan daya adaptor terendah di pembahasan ini, yaitu masing-masing 30 Wh dan 35 W.

Rekomendasi laptop murah #2 HP 14 (AMD Ryzen 3 3200U)

Bagi kalian yang ingin menjadi content creator atau sedikit rehat dengan gaming, penggunaan Intel UHD Graphics tentu menyesakkan. Akan tetapi, mengharapkan dedicated graphics di rentang harga ini juga kurang logis. Solusinya adalah memilih prosesor dengan dedicated graphics yang bagus, yaitu AMD Ryzen 3 3200U. Doi juga lebih layak dianggap sebagai saingan Core i3, bukan lagi Pentium seperti milik Lenovo IdeaPad S145. Laptop-nya adalah HP 14 dengan bobot hanya 1.47 kg.

Baca juga:  Rekomendasi Gadget Biar Work from Home Kamu Lancar

Varian RAM 4GB dan SSD 256GB bisa dibawa pulang seharga Rp5.4 jutaan, dengan menambah Rp400 ribu sudah bisa membawa pulang varian RAM 8GB dan SSD 256GB. Ketika S145 disinyalir hanya memiliki satu slot RAM, HP 14 memiliki dua slot RAM alias memungkinkan skema memori dual-channel. Lisensi Windows 10 resmi sudah ada, tetapi Office-nya harus dibeli sendiri. Mengecas laptop mungkin memerlukan waktu lebih lama karena adaptor bawaan hanya berdaya 45W, bukan 65W seperti pada umumnya. Akan tetapi, kapasitas baterai juga tergolong besar di kelasnya yaitu 41Wh.

Rekomendasi laptop murah #3 Acer Aspire 5 (Intel Core i3 7020U)

Prosesor AMD Ryzen bukan lagi prosesor AMD yang dulu. Dia sudah canggih dan tidak panas, tetapi memang sebagian orang masih lebih memilih prosesor Intel. Entah karena kebutuhan atau stigma, saya akan tetap menyediakan pilihan versi Intel. Acer Aspire 3 dengan prosesor Intel Core i3 7020U, RAM 4GB, dan SSD 256GB, tersedia seharga Rp5,7 juta, sudah termasuk lisensi Windows 10 resmi. Kekurangannya tentu saja berupa performa UHD Graphics yang lebih buruk dibandingkan Radeon Vega milik AMD Ryzen 3.

Sebenarnya, Lenovo menyediakan laptop dengan spesifikasi serupa yaitu IdeaPad S145 dengan SSD lebih besar berkapasitas 512GB. Dengan menambah Rp200 ribu, kita sudah bisa mendapatkan Office Home and Student asli. Akan tetapi, baterainya yang hanya berkapasitas 35Wh dan adaptor berdaya 45W kalah dari milik Acer, yaitu baterai berkapasitas 37Wh dan adaptor berdaya 65W. Bertahan lebih lama, mengecas lebih cepat, itulah mengapa Acer yang menang.

Rekomendasi laptop murah #4 Asus M409DA (AMD Athlon Gold 3150U)

Jika Anda membutuhkan storage lebih besar dari 256GB, Asus M409DA dengan RAM 4GB, SSD 512GB, dan sistem operasi Windows 10 resmi bisa dibawa pulang seharga Rp5,5 juta. Performanya tidak terpaut jauh dari AMD Ryzen 3 3200U dan kekuatan brand memang cukup besar mengingat ASUS saat ini adalah pimpinan pasar di Tanah Air. Hal yang perlu dicatat adalah kapasitas baterainya sangat kecil, yaitu hanya 32Wh. Daya adaptor-nya juga rendah, 45W saja.

Selamat mencari laptop, Mojokers. Semoga menyenangkan dan nyaman dengannya, sekalipun kocek yang dimiliki terbatas. Pembahasan di atas berdasarkan pengalaman saya, silakan berbagi cerita di kolom komentar jika pengalaman Anda berbeda.