Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Prediksi Korea Selatan vs Meksiko: Menuju 16 Besar

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Korea Selatan vs Meksiko | Rostov Arena, Rusia | Live TransTV, K Vision, Usee TV | Sabtu, 23/6, 22.00 WIB | Prediksi: Meksiko menang.

Meksiko sangat berbahaya ketika diberi ruang, terutama transisi menyerang mereka. Hirving Lozano sangat superior dalam situasi satu lawan satu. Buktinya ada ketika Mesksiko membalikkan segala prediksi dan mengalahkan Jerman dengan skor 1-0. Sprint jarak pendek Lozano, dipadukan dengan penempatan posisi kelas dunia dari Javier Hernandez, Meksiko punya lini depan yang berbahaya.

Iklan

Ketika melawan Jerman, lini depan Meksiko bisa mendapatkan banyak ruang lantaran mereka dipaksa untuk bertahan. Ketika serangan balik itulah, Meksiko menghukum sang juara bertahan. Mats Hummels, dalam sebuah wawancara selepas pertandingan mengungkapkan bahwa ketika tim menyerang dengan tujuh hingga delapan pemain, lini pertahanan pasti akan menderita.

Pertanyaannya, apakah Meksiko masih akan mendapatkan “berkah” itu ketika menghadapi Korea Selatan? Laga Korea Selatan vs Meksiko sendiri sangat penting maknanya bagi skuat asuhan Juan Carlos Osorio. Jika mampu mengalahkan Korea Selatan, Meksiko otomatis lolos ke babak 16 besar tanpa perlu melihat hasil pertandingan Swedia vs Jerman.

Mampu menentukan nasib sendiri adalah sebuah keistimewaan ketika berlaga di kompetisi jangka pendek seperti Piala Dunia 2018 ini. Jangan seperti Argentina, yang peluang lolos ke babak 16 besar sangat bergantung kepada hasil pertandingan negara lain. Dan kok ya masih beruntung, ketika Nigeria berhasil mengalahkan Islandia dengan skor 2-0.

Korea Selatan sendiri juga menyadari bahwa asa untuk lolos dari Grup F bergantung kepada kemampuan mereka mengatasi Meksiko. Setelah kalah dari Swedia, skuat asuhan Shin Tae-yong diprediksi bakal menjadi juru kunci grup ini. Jatah lolos hanya akan diperebutkan Meksiko, Swedia, dan Jerman. Apakah para oppa Korea Selatan akan membiarkan ramalan itu terjadi?

Ketika kalah dari Swedia, sebenarnya, Korea Selatan tidak bermain terlalu buruk. Negeri Gingseng ini mampu mengimbangi, bahkan memberikan ancaman bagi lini pertahanan Swedia. Korea Selatan, yang dipaksa lebih banyak bertahan oleh Swedia, bergantung kepada serangan balik untuk membuat peluang.

Kecepatan pemain-pemain Korea Selatan cukup dominan. Son Heung-min dan Hwang Hee-chan adalah dua pemain yang merepotkan lini pertahanan Swedia. Kalah postur tubuh dan kekuatan fisik diimbangi dengan kecepatan.

Sebetulnya, Korea Selatan sendiri punya inisiatif untuk lebih banyak menguasai bola. Sang pelatih, Shin Tae-yong menunjukkan bahwa mereka bisa menyajikan sepak bola modern. Bermain dengan skema dasar 4-4-2, Korea Selatan melakukan modifikasi bentuk tim ketika menguasai bola.

Kejutan yang paling menyenangkan ditunjukkan oleh Korea Selatan di babak pertama ketika melawan Swedia. Bermain dengan pola dasar 4-4-2, seperti yang disebutkan di atas, Korea Selatan menunjukkan bentuk yang modern.

Ketika menguasai bola, build up fase pertama, (dari kiper kepada bek tengah) Ki Sung-yeung, yang berposisi sebagai gelandang bertahan akan turun ke bawah, menempati ruang di antara bek tengah yang melebar. Dengan begitu, Korea Selatan membentuk pola 3 bek tengah. Cara bermain ini disebut salida la volpiana.

Ki Sung-yeung sendiri mengeksekusi peran ini dengan sangat baik. Sang kapten punya postur yang cukup tinggi dibandingkan rekan-rekannya yang membuatnya punya level pressing resistance yang baik. Selain itu, Ki memang punya kontrol bola di atas rata-rata. Ki punya kelebihan dalam umpan pendek.

Bentuk ini membantu Korea Selatan berprogres dengan lebih lancar. Punya lebih banyak pemain di build up fase pertama, Korea Selatan bisa menghindari pressing dari dua penyerang Swedia. Lebih nyaman ketika membangun serangan dari bawah, Korea Selatan sempat menguasai pertandingan di babak pertama selama kurang lebih 20 menit.

Memenangi sebuah pertandingan memang tidak selalu bergantung kepada inisiatif menguasai bola dan banyak menyerang. Bermain disiplin ketika bertahan dan menyakiti lawan lewat serangan balik juga sebuah pilihan. Sama seperti Meksiko yang mengalahkan Jerman. Atau Portugal yang susah payah mengalahkan Maroko.

Iklan

Bagi Korea Selatan, dengan cara bermain yang modern dan sayap-sayap yang cepat, mereka bisa memainkan dua cara bermain yang berbeda, penguasaan bola dan serangan balik. Bagaimana dengan Meksiko sendiri? Untuk laga Korea Selatan vs Meksiko, tim yang disebut kedua akan difavoritkan.

Menyandang status favorit dan butuh kemenangan untuk lolos secara langsung ke babak 16 besar, Meksiko seharusnya berinisiatif menguasai bola. Sederhana saja, Meksiko hanya perlu menghindari kecerobohan ketika menyerang. Untuk laga ini, mereka akan menjadi “Jerman” yang banyak menguasai bola. Mereka juga sudah belajar dari Jerman bahwa serangan balik itu punya daya merusak yang besar.

Adu serangan balik pun bisa tersaji di laga Korea Selatan vs Meksiko. Tinggal tim mana yang lebih efektif memanfaatkan peluang di depan gawang. Untuk soal ini, Meksiko sedikit lebih superior ketimbang Korea Selatan.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2018 oleh

Tags: jermankorea selatanmeksikoOppapiala dunia 2018prediksi korea selatan vs meksikoprediksi piala dunia 2018swedia
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
Kerja sama Pemprov Jawa Tengah dan Korea Selatan di bidang pendidikan yakni beasiswa kuliah. MOJOK.CO
Kilas

Pemprov Jawa Tengah Bakal Kasih Beasiswa Kuliah ke Korea Selatan untuk 100 Siswa, Hasil Kerja Sama dengan Universitas Seowon

27 Agustus 2025
Tinggalkan Probolinggo untuk kerja di Korea Selatan demi bantu Ibu. Dapat cuan gede malah dituduh tetangga jual diri MOJOK.CO
Ragam

Nekat Kerja di Korea Selatan demi Bantu Ibu, Dapat Cuan Gede Malah Dituduh Tetangga Jual Diri hingga Tak Mau Pulang Lagi

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terima penghargaan karena pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif di Jateng MOJOK.CO

Pengakuan “Tokoh Penggerak” di Balik Ribuan UMKM dan Ekonomi Kreatif Jateng yang Tumbuh Pesat

12 Juni 2026
Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Pola asuh ibu yang kuatkan anak tunggal sekaligus anak perempuan satu-satunya. MOJOK.CO

Meski Ditempa Sakit Kronis hingga Ditolak 500 Lamaran Kerja, Ibu Tak Pernah Ajarkan Saya untuk Menyerah

12 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.