Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Persija Batal Main Lagi? Ini 2 Solusinya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Pekan ke-12 Liga 1, Persija Jakarta baru bermain sembilan kali lantaran tiga pertandingan melawan Perseru, Persib, dan Persebaya ditunda. Supaya semua enak, inilah 2 solusi yang bisa diterapkan demi Macan Kemayoran dan kita semua.

Memasuki pekan ke-12 Liga 1, rata-rata semua tim sudah bermain 11 dan 12 kali. Pengecualian ada pada Persib Bandung yang baru bermain 10 kali karena penundaan pertandingan. Nah, selain Persib, ada satu tim yang bahkan baru bermain 9 kali. Ia adalah Persija Jakarta, di mana 3 pertandingannya sudah ditunda karena berbagai alasan.

Betul, 3 pertandingan Persija resmi ditunda karena berbagai alasan yang coba dipaksakan untuk dipahami. Tiga pertandingan yang ditunda, antara lain Macan Kemayoran melawan Perseru Serui, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya.

Ketika dijadwalkan bertandang ke Stadion Marora tanggal 6 Mei 2018, manajemen Macan Kemayoran mengajukan surat kepada PT LIB. Intinya, Persija memohon pertandingan melawan Perseru untuk ditunda. Alasannya, pada tanggal 8 dan 15 Mei 2018, Persija harus berlaga di Piala AFC menghadapi Home United di Singapura. Penundaan yang tiada berfaedah karena tim ibukota ini kalah dengan skor 3-2.

Lalu, laga melawan Persib ditunda karena alasan tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Alasannya, pihak kepolisian tidak memberi izin menggelar pertandingan karena laga Persija vs Persib bertepatan dengan Hari Buruh. Ya kalau ini masih masuk akal karena pengerahan dan berkumpulnya masa dalam jumlah besar selalu diwaspadai oleh pihak keamanan.

Sementara itu, ketika seharusnya dijadwalkan melawan Persebaya di Stadion Sultan Agung, panitia pelaksana pertandingan dari pihak Persija membatalkan pertandingan setelah terjadi bentrok antar-suporter yang tidak jelas di sekitar stadion. Lewat Polda DIY, pembatalan tersebut diumumkan.

Bahkan, mengutip dari emosijiwaku.com, sebelum laga resmi dibatalkan, pihak panpel Persija sudah tidak berada di tempat. Situasi ini bisa sangat berbahaya karena akan melahirkan kecurigaan bahwa penundaan memang “tidak bisa dihindarkan” karena skuat Persija kehilangan empat pemain inti karena berbagai alasan. Salah satunya karena dua pemain tengah seleksi timnas U-23.

Nah, melihat berbagai alasan di atas, Mojok Institute punya 2 solusi mudah untuk Persija, operator liga, dan semua klub di Liga 1 yang sungguh ajaib ini.

1. Status Persija sebagai tim tandang.

Salah satu masalah bagi Macan Kemayoran ketika harus menggelar pertandingan adalah karena tidak punya stadion. Pun, Pemerintah Daerah DKI sejauh ini nampaknya hanya menjadikan janji stadion baru untuk Persija sebagai “janji politik”. Jadi, daripada berharap terlalu banyak kepada “dunia politik”, mari kita bergerak terlebih dahulu. Kerja, kerja, kerja.

Oleh sebab itu, daripada sulit mencari tempat main bola, alangkah baiknya apabila Persija selalu berstatus sebagai tim tandang saja. Dengan begitu, masalah stadion beres dengan sekejap. Lantas, bagaimana dengan dana operasional?

Untuk gaji pemain dan staf tentu masih menjadi tanggungan manajemen Persija. Toh, klub ibukota ini masih mudah dapat sponsor. Untuk biaya perjalanan sendiri ditanggung dua pihak, yaitu klub tuan rumah dan negara.

Kok enak betul? Ya sudah lah, anggap saja sedekah. Kalau untuk orang Muslim, anggap saja sebagai zakat mal. Bagi orang Kristen dan Katolik, anggap saja ini persepuluhan. Bagi pemeluk Budha, Hindu, dan Konghucu, anggap saja sebagai wujud nyata sikap welas asih. Namaste…

Nah, bagi negara, inilah saat yang tepat untuk menerapkan Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang bunyinya, “…dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Sungguh mulia betul, bukan? Negara ini pasti masuk surga.

Kenapa harus susah-susah memerhatikan Persija? Ya ini semua demi jalannya roda kompetisi yang sudah sangat ajaib sejak musim lalu (dan musim-musim sebelumnya). Dengan begitu, semua senang, bukan? Alhamdulilah.

Iklan

2. Persija boleh pakai pemain asing sepuasnya dan bermain kapan saja.

Saat ini, ada sebuah regulasi pembatasan pemain asing di Liga 1. Nah, untuk Persija sendiri, sebaiknya dibuatkan aturan khusus yang menyebutkan bahwa klub ini boleh pakai pemain asing sesuka hati. Mau 23 komposisi itu pemain asing semua juga boleh, asal kuat membayar gaji.

Kenapa harus begitu? Ya karena supaya pemain-pemainnya tidak terganggu oleh jadwal persiapan tim nasional. Dengan begitu, skuat Macan Kemayoran akan selalu utuh. Selain semua pemain asing, tim ini juga boleh bermain kapan saja mereka mau. Tujuannya, supaya selalu punya waktu persiapan sepanjang mungkin demi laga internasional.

Namun, setidaknya, 1 minggu sebelum melawan tim lokal, manajemen Persija memberi kabar. Kan kasihan seperti Persebaya yang sudah keluar ongkos besar untuk perjalanan dari Surabaya ke mBantul hanya untuk menemukan kenyataan bahwa pertandingan batal. Semua senang, semua bahagia.

Nah, itulah 2 solusi yang paling mudah untuk dilakukan. Dua saja cukup, tak perlu banyak-banyak karena yang penting bisa segera diterapkan dan dimaklumi bersama. Tulisan ini sendiri tidak bermaksud apa-apa. Hanya demi merayakan lucunya Liga Indonesia dan pengingat bahwa sepak bola kita masih jauh dari “baik-baik saja”. Silakan direnungkan secara prasmanan dan bahagia.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2018 oleh

Tags: Klasemen Liga 1Liga 1persebaya surabayapersija ditundaPersija Jakartapersija vs persebaya
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

PSIM Jogja Aku Yakin dengan Kamu MOJOK.CO
Esai

PSIM Jogja: Aku Yakin dengan Kamu

18 Februari 2025
Persebaya Surabaya: Brand Loyalty dan Suporter Rasa Customer MOJOK.CO
Esai

Persebaya Surabaya Wajib Menangan dan Menjadi Juara: Tentang Brand Loyalty dan Suporter Rasa Customer

18 Juni 2024
Stadion GBT Surabaya Pisahkan Bonek dari Persebaya MOJOK.CO
Catatan

Stadion GBT Surabaya “Pisahkan” Bonek dari Persebaya, Gemuruh Tribun Tak Bisa Dinikmati Lagi karena Tak Tersentuh Seperti Dulu

30 Mei 2024
Kegilaan Bonek Surabaya, Rela Tinggal Jualan Demi Nonton Persebaya MOJOK.CO
Catatan

Di Surabaya Orang Rela Nggak Kerja demi Nonton Persebaya padahal Nggak Paham Bola, karena Persebaya Tak Cuma Soal Sepakbola

29 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.