“Persib nu aing!” Kalimat yang sangat akrab terdengar. Kalimat penegasan akan kecintaan bobotoh kepada Persib Bandung.

“Persib punya saya!” Perasaan memiliki yang begitu kuat dari para suporter mengiringi tumbuh dan kembang Persib Bandung. Sejak berdiri pada 14 Maret 1933 hingga saat ini, fanatisme suporter Bandung tak pernah surut. Warna biru adalah warna dominan, dengan aura “maung” yang menyokong dari belakang.

Bahkan jika ditarik waktu ke belakang, fanatisme itu sudah nampak ketika Persib masih bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis tersebut, bersama VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta), turut mengawal lahirnya Persatuan SepakBola Seluruh Indonesia lewat sebuah pertemuan yang digelar di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

Nama BIVB sempat tenggelam, seiring lahirnya dua perkumpulan nasionalis yang bernama  Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Berawal dari kesamaan visi, kedua organisasi melebur menjadi satu nama, yang terjadi pada tanggal 14 Maret 1993. Lahirnya, Persib Bandung.

Pada zaman perserikatan, Persib cukup rajin masuk ke partai final. Dar tiga kali laga final Perserikatan, dua kali Persib kalah, yaitu dari VIJ Jakarta dan Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persis Solo lewat sebuah laga balas dendam.

Baca juga:  Mengkaji Bus Dakwah, Berfaedah atau Justru Nirfaedah?

Bicara prestasi, Persib Bandung sudah tujuh kali menjadi juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yaitu pada tahun 1937, 1961, 1986, 1990, 1994, 1995, dan 2014.

Dua gelar juara yang berkesan adalah tahun 1994 dan 2014. Tahun 1994 adalah tahun di mana kompetisi Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu. Persib menjadi juara perdana Liga Indonesia setelah mengalahkan Petrokimia Putra. Sementara itu, juara tahun 2014 merupakan gelar juara yang diraih setelah puasa gelar selama 19 tahun.

Persib Bandung juga menjadi salah satu klub dari Indonesia yang mampu menembus babak perempat final Liga Champions Asia.



Tirto.ID
Loading...

No more articles