Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Chelsea Menyetrika Spurs: Mourinho Perlu Meminjam Setrika Tuchel Untuk Menyetrika Lidahnya yang Mulai Kusut

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 Februari 2021
A A
Chelsea Menyetrika Spurs: Mourinho Perlu Meminjam Setrika Tuchel Untuk Menyetrika Lidahnya yang Mulai Kusut MOJOK.CO

Chelsea Menyetrika Spurs: Mourinho Perlu Meminjam Setrika Tuchel Untuk Menyetrika Lidahnya yang Mulai Kusut MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya sarankan Mourinho meminjam setrika milik Tuchel. Biar lidah Mourinho nggak lagi kusut, tapi licik seperti cara bermain Chelsea akhir-akhir ini.

Thomas Tuchel langsung menjawab harapan manajemen Chelsea setelah menggantikan Frank Lampard. Tuchel menghadirkan keteraturan di cara bermain. Pelatih asal Jerman itu seperti datang membawa setrika untuk menyetrika kain Chelsea yang kusut.

Iklan

Dari tiga laga terakhir, Chelsea bermain dengan sebuah kejelasan. Saking jelasnya, cara bermain mereka terlihat sangat rapi. Cukup kontras dengan peride akhir Lampard bersama The Blues. Dari kerapian itu muncul kenyamanan, baik ketika bertahan maupun menyerang.

Chelsea yang tak lagi kusut itu paling terlihat ketika dijamu Tottenham Hotspur pada Jumat (5/2) dini hari. Kerapian pemosisian dan pergerakan pemain membuat mereka sempat mencatatkan 70 persen penguasaan bola dengan 92 persen akurasi umpan. Sangat nyaman meladeni pressing setengah hati dari Spurs.

Memang, perlu diakui, proses penyelesain peluang Chelsea masih tumpul. Meski bisa dengan mudah masuk ke kotak penalti, final ball yang dibutuhkan sebagai syarat terjadinya gol, jarang terjadi. Untuk urusan skor, The Blues bisa dikatakan “mujur” ketika Eric Dier menjegal Timo Werner di dalam kotak penalti.

Penalti yang dieksekusi Jorginho, tanpa teknik kijang melompat, mulus masuk gawang Hugo Lloris. Selepas gol itu, Chelsea masih dominan. Sementara itu, wajah Spurs, sama seperti performa Dier, sungguh kusut. Spurs tak lagi punya daya sengat.

Di pinggir lapangan, Jose Mourinho mengenakan sweater berwarna abu-abu dipadukan jeans warna belel. Coba Mourinho nambah pakai bucket hat. Pasti dikira bapak-bapak mau mancing di pinggir telaga. Bawa bekalnya teh tawar panas dimasukkan botol minum Tupperware yang kalau hilang pasti diamuk istri, rokok Dji Sam Soe, dan ketela rebus dibungkus daun pisang.

Mourinho dengan rambutnya yang berwarna putih menunjukkan ekspresi kusut sepanjang laga. Gimana nggak kusut kalau Spurs nggak punya solusi untuk menghadapi lawan yang bermain sangat rapi. Selama ini, Spurs terlalu bergantung kepada daya sengat Son Heung-Min dan aksi teatrikal Harry Kane. Ketika Kane absen, Spurs tak punya cara bermain lain.

Mereka masih mencoba bermain dengan serangan balik. Namun, sayang, Son yang menjadi ujung daya sengat itu, malah sibuk tracking back membantu Ben Davies, bek kiri Spurs, yang banyak dicecar Callum Hudson-Odoi dan Reece James. Alhasil, ketika transisi menyerang muncul, Son terlambat dan tidak banyak terlibat.

Hampir selama 70 menit, Davies dan Dier banyak diincar Tuchel. Jadi, Dier dan Davies memang kerepotan ketika meladeni Hudson-Odoi, James, dan Mason Mount (gelandang serang Chelsea yang banyak bergerak ke kanan). Situasi 2 vs 3 ini membuat Spurs kesulitan. Kusut sekali.

Thomas Tuchel dikenal sebagai pelatih yang well-prepared. Dia mengatur timnya berdasarkan kelemahan lawan yang sudah dianalisis secara komplet dalam waktu singkat. Dier memang bukan bek tengah yang super konsisten, sementara Davis juga sama saja. Titik ini dicecar Tuchel sampai bikin Spurs jadi kusut.

Spurs terlihat semakin kusut ketika kita menyimak beberapa fakta yang terjadi. Pertama, Tuchel menjadi pelatih pertama yang bisa menjaga gawang Chelsea nir-bobol di tiga laga pertama sejak Mourinho melatih Chelsea di 2004.

Kedua, rata-rata posisi pemain Spurs tidak tercatat ada di dalam kotak penalti Chelsea. Son, sebagai ujung kanal serangan balik, rata-rata posisinya ada di sekitar lingkarang tengah. Artinya, cara yang digunakan Mourinho tidak efektif, tetapi tidak juga diubah. Bebal? Yah, bisa jadi bapak-bapak tukang mancing ini mungkin mulai bebal.

Ketiga, Mourinho terlihat semakin frustrasi bersama Spurs. Selepas laga, seorang wartawan bertanya kepada Mourinho tentang alasannya tidak menurunkan Gareth Bale melawan Chelsea. Mourinho menjawab: “Pertanyaanmu bagus, tapi kamu tidak layak mendapat jawaban.”

Iklan

Lidah Mourinho memang biasanya licin di depan wartawan. Namun, kali ini, jawabannya tidak terdengar cerdik, tetapi sangat nakal. Well, bisa sih kalau mau dibilang Mourinho tidak siap dengan pertanyaan itu dan tidak punya jawabannya. Makanya, yang keluar adalah gerutuan orang tua yang mulai bebal.

Saya sarankan Mourinho meminjam setrika milik Tuchel. Biar lidah Mourinho nggak lagi kusut, tapi licin seperti cara bermain Chelsea akhir-akhir ini.

BACA JUGA Spurs yang Spursy: Arsenal dan Manchester United Boleh Jadi Badut, tapi Status Pecundang Tetap Milik Tottenham Hotspur dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2021 oleh

Tags: chelsealiga inggrismourinhospursThomas TuchelTottenham Hotspurtuchel
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.