[MOJOK.CO] “Duet All New Rush dan All New Terios menjadi tandingan Mitsubishi Xpander ketika Avanza tak berdaya.”

Setelah satu dekade tak bertemu lalu ujug-ujug muncul kembali, bagaimana rasanya? Serbapangling! Ya, mungkin itu yang dirasakan ketika pertama kali melihat si kembar identik All New Toyota Rush dan All New Daihatsu Terios.

Memang bocoran sosoknya sudah lama menjadi pergosipan warganet, namun pencinta mobil tetap harus melihatnya langsung. Dan ketika sosok hasil “operasi plastik” terbaru ini menampakkan diri, memang membuat orang jadi bertanya-tanya: benar ini Toyota Rush dan Daihatsu Terios?

Sosok keduanya kok tidak lagi terkesan seperti sport utility vehicle (SUV) yang identik dengan ketangguhan, tapi lebih cenderung menyederhanakan diri ke sosok multi purpose vehicle (MPV). Dari yang awalnya disebut-sebut mirip Toyota Fortuner, kok jadi seperti Toyota Avanza yang dibuat bengkak?

Tapi alhamdulillahnya, mereka berdua ini tetap kembar. Ya, si kembar identik yang ternyata beda nasib. Kenapa beda nasib? Inilah yang akan kita bahas. Sebab, memang ada sejumlah pembeda yang ditawarkan Toyota dan Daihatsu saat melahirkan duet-hampir-maut ini ke pasaran.

Pertama, karena saham Daihatsu sudah sepenuhnya dikuasai Toyota, maka All New Toyota Rush didaulat sebagai “kakak” yang mendapat prioritas. Itulah mengapa ia meluncur duluan di pagi hari, Kamis, 23 November 2017. Siang harinya, barulah si adik All New Daihatsu Terios menyusul. Masih lahir di hari yang sama sehingga sah disebut kembaran.

Kemudian untuk jatah produksinya pun, sang adik Daihatsu Terios dijamin tidak akan pernah bisa melampaui ranking penjualan Toyota Rush. Tak hanya saat ini, sejak mobil ini hadir di Indonesia 2006 silam, belum pernah ada sejarah Terios lebih laris dari Rush. Sebab, dari pabriknya memang sudah dikonsolidasikan seperti itu.

Padahal, coba perhatikan tampangnya. Plek, sama persis. Hanya beberapa detail yang membedakan keduanya. Kita ambil contoh untuk tipe tertinggi mereka, Toyota Rush TRD Sportivo dan Daihatsu Terios R.

Paling mencolok ialah grill keduanya. Kalau Toyota Rush tampil lebih maskulin dengan grill besar warna hitam, Daihatsu Terios seolah ingin lebih parlente dengan grill besar plus berlabur krom mengilap.

Pun begitu di bagian bumper. Kover lampu kabut Toyota Rush tetap hitam, sementara aksen krom disediakan pada kover lampu kabut Daihatsu Terios. Anda suka yang mana? Ini benar-benar soal selera ya.

Ukuran sepatu keduanya sama, pelek 17 inci, tapi desainnya berbeda. Daihatsu mengandalkan desain bintang, sedang Toyota lebih berani tampil sedikit eksentrik dengan desain palang baru berupa baling-baling. Ada lis hitam pada tubuh samping Toyota Rush, sementara Terios entah kenapa tidak ikut-ikutan menempelkan lis krom dan hanya tampak polos.

Bagian belakang, ada lis krom di bawah jendela Terios dan sedikit diberi pemanis aksen hitam yang menghubungkan sepasang lampu, sedang Rush dibuat polos saja. Sisanya, hanya beda logo. Dan ini yang paling bikin pangling: langkah revolusioner dengan melenyapkan “konde” ban serep di belakang karena dianggap sudah tidak kekinian.

Kalau bagian luar mungkin nasibnya masih mirip-mirip, masuk ke kabin, perbedaan nasib keduanya makin mencolok. Pemanja telinga di kabin Rush berupa delapan speaker, sementara pada Terios hanya disediakan enam speaker.

Hiburan Rush berupa layar sentuh 7 inci dengan kemampuan Miracast & Weblink dan sudah terkoneksi dengan aplikasi rute perjalanan Waze. Plus, smartphone kita bisa dijadikan remote pengatur audio. Sedangkan Terios mengandalkan fitur kamera All Around View 360 untuk bantuan parkir.

Untuk sabuk pengaman, memang disediakan untuk semua kursi. Namun, Rush lebih berkesan canggih karena dari ketujuh seatbelt, semuanya memiliki indikator pengingat. Jadi, kalau lupa dipasang, ada bebunyian untuk memberi tahu. Kalau merasa annoying dengan bunyinya, sebaiknya digunakan demi keselamatan.

Nah, pembahasan soal fitur-fitur baru juga jadi pembeda dari nasib keduanya. Bayangkan, ketika sang kakak dianugerahi enam airbag, si adik harus merasa cukup dengan dua airbag. Mungkin pembenaran Daihatsu, buat apa memasang airbag banyak-banyak yang belum tentu mengembang kalau kecelakaan terjadi di lalu lintas kota besar yang rata-rata macet? Bikin mahal ongkos produksi saja.

Tapi, asyiknya, si kembar ini memang sudah move on dari era mobil dinosaurus yang minim piranti keselamatan canggih. Buktinya, baik Rush maupun Terios sama-sama sudah dibekali fitur Hill Start Assist, berhenti saat tanjakan tanpa perlu khawatir mobil meluncur mundur sendiri.

Selain itu, fitur Vehicle Stability Control juga diberikan sehingga meskipun jenisnya mobil tinggi, tapi traksi ban pada permukaan jalan sudah diatur secara elektronik. Bahasa simpelnya, anti selip.

Kalau soal mesin tentu keduanya sama-sama dianugerahi mesin Toyota Avanza. Mesin berkode 2NR-FE ini kapasitasnya sama, 1.500cc, tapi sudah ada teknologi Dual VVTi. Tenaganya 104 HP dan Torsinya 136 NM. Tidak lebih bertenaga dari model lawasnya.

Klaim Toyota dan Daihatsu, All New Rush dan All New Terios lebih irit bensin, tapi harus sering mengelus dada karena performanya pasti lebih lemot. Selain karena tertahan teknologi tersebut, juga bobot si kembar yang kini lebih berat.

Dengan semua diskriminasi yang “dikorbankan” pada Daihatsu Terios, harga jualnya pasti selalu lebih murah dari Toyota Rush. Entah ini berkah untuk Terios atau justru seolah merendahkan.

Sayangnya, mobil yang diluncurkan terburu-buru akibat reaksi panik karena Mitsubishi Xpander moncer penjualannya, kedua merek sepakat belum mengumumkan harga resminya sampai awal 2018 mendatang. Lho? Tapi, estimasinya, semua ubahan yang ditawarkan hanya dikompensasi dengan kenaikan harga Rp3—4 jutaan.

No more articles