Arsip Artikel: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
28 ArtikelMahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.
Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
Mendapat gaji yang nanggung Rp8 juta di Jakarta itu nggak sepadan dengan deritanya. Namun, pulang ke kampung ya tetap miskin. Stres!
Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup
Perang Iran Israel berpotensi jadi krisis global. Biar tetap waras selama bertahan hidup, ikuti 6 tips finansial dasar ini.
Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu
Banyak kawan dari Jogja merantau ke Jakarta demi perbaikan nasib. Namun stres sendiri karena gagal mengelola gaji yang lebih besar.
Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat
Baca sampai tuntas, supaya kamu tahu bahwa Gen Z Indonesia tanpa cuan sedang dalam bahaya jerat pinjol. Ada tips berguna di akhir tulisan.
Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID
Menabung bukan soal numpuk cuan dan menjadi kaya, tapi mengunci rasa tenang di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.
Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
Bisnis es teh jumbo terlihat gampang cuan. Siapa yang nggak suka teh? Namun, nyatanya, bisnis ini gampang bikin pemiliknya menderita.
Belajar Bahaya Inflasi Pakai Bahasa Warteg Langganan yang Ketebalan Telur Dadarnya Semakin Berkurang dan Sayur Sop Terasa Hambar
Inflasi yang merayap itu bahaya. Untuk mengenali bahaya ini, coba duduk di warteg langgananmu dan amati telur dadar yang makin tipis itu.
Kita Wajib Skeptis dengan Angka Pertumbuhan Ekonomi 5% dari BPS karena Hanya Kosmetik yang Mempercantik Tampilan Luar tapi Tidak Menggambarkan Kesehatan Ekonomi Dalam Negeri
Angka pertumbuhan ekonomi 5% seperti data BPS itu cuma kosmetik. Ia menutupi kondisi sebenarnya yang menyiksa rakyat Indonesia.