Arsip Artikel: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
28 ArtikelMahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.
Tarif Pajak 0,5 persen Perlahan Membunuh Pedagang Kecil yang Selama Ini Sudah Menopang Ekonomi Negara, Masih Juga Digerogoti
Tarif pajak 0,5% bakal menggerogoti peluh pedagang kecil. Mereka disulap menjadi tulang belikat. Sudah menopang, eh masih juga digerogoti.
UMKM Tulang Punggung Ekonomi Adalah Jargon yang Bikin Saya Muak karena Menjadi Wujud Kegagalan Pemerintah Menyediakan Lapangan Kerja
UMKM seolah-olah “dipaksa” jadi tulang punggung ekonomi dan dibiarkan lestari sehingga beban penyerapan tenaga kerja hanya diserahkan ke mereka.
Merantau di Manggarai Jakarta Selatan Artinya Hidup Sambil Memelihara Ketakutan, Hidup Susah, dan Terancam Tawuran yang Bisa Terjadi Kapan Saja
Hidup di Manggarai, Jakarta Selatan, artinya hidup sambil memelihara kecemasan karena tawuran bisa terjadi kapan saja. Suram sekali.
Sabarnya Warga Jakarta Selatan: Rela Hidup di Gang Sempit, Padat, dan Kumuh demi Berdirinya Ratusan Hektare Lapangan Golf yang Eksklusif dan Mewah
Sudah sejak lama Jakarta Selatan menjadi simbol ketamakan. Di sana, kaum elite menjadi eksklusif, sementara rakyat harus melarat.
3 Cara Mendapatkan Uang Banyak untuk Negara: Sebuah Proposal Kontroversial yang Harus Didengarkan Presiden Prabowo
Setelah membaca artikel ini, Prabowo dan kamu akan tahu bahwa ada cara mendapatkan uang dengan cepat dan potensial bagi negara.
Gaji 18 Juta di Jakarta Menjanjikan Stabilitas, Gaji 9 Juta di Jogja, Menjanjikan Ketenangan. Tapi kalau Gajimu Bisa di Atas UMR, sih
Gaji 18 juta di Jakarta bisa menjanjikan stabilitas. Sementara gaji 9 juta di Jogja, menjanjikan ketenangan. Kalau gajimu bisa di atas UMR, sih.
Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu: Penyebab, Risiko, dan Strategi Menghadapi Potensi Krisis Ekonomi
Nilai dolar ke rupiah sempat tembus 17 ribu. Kekhawatiran akan krisis semakin besar. Berikut beberapa strategi yang perlu kamu catat.
Pahit Nasib Angkringan di Ngaliyan Semarang yang Kini Berguguran Diterpa Angin Besar Bernama Warmindo dan Kafe
Saat ini, banyak angkringan di Ngaliyan Semarang “tutup usia” setelah kalah bersaing dengan modal besar para warmindo dan kafe-kafe fancy.