Kudus: Kota Sekecil Itu Berjibaku agar Tak Jadi “Kota Sampah” di Jawa
Tulisan ini menyajikan betapa ngerinya kondisi sampah di Kudus. Sementara masyarakatnya masih ngawur dalam membuang sampah.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Tulisan ini menyajikan betapa ngerinya kondisi sampah di Kudus. Sementara masyarakatnya masih ngawur dalam membuang sampah.
Baru keluar dari Stasiun Lempuyangan, para penumpang akan disajikan dengan pemandangan betapa timpangnya kehidupan warga Jogja.
Apotek K24 menjadi penyelamat anak kos yang sakit tengah malam. Apotek yang sistemnya kayak warung Madura.
Keberadaan ruang publik yang menyuntikkan kesadaran berpikir kritis kini menjadi vital menyusul era digital yang pelan-pelan membuat orang mengalami pembusukan...
Servis jok sering kali diabaikan karena dianggap tak terlalu mengganggu performa motor. Tulisan ini memberi gambaran kapan kiranya jok motor...
Wajar saja jika Sains atau FMIPA kini jadi ilmu atau jurusan yang dijauhi anak-anak muda. Karena tak jelas kegunaannya.
Gagal jadi tentara. Ayah kena tipu. Dan nyaris DO dari kampus. Semua terbayar usai menjadi driver Shopeefood.
Hal-hal yang belum terjawab dari sikap Megawati melarang kepala daerah kader PDIP mengikuti retret Magelang.
Hasto Wardoyo pilih urus 1.600 ton sampah Kota Jogja sembari nunggu kejelasan Megawati Soekarnoputri, terkait retret di Magelang.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.