Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Proyek Kereta Cepat Whoosh Terlalu Eksklusif, Cuman bikin KAI dan Rakyat Menderita
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh nyatanya cuman bikin rugi negara. Sebagian pengguna kereta api sepakat proyek tersebut ditutup.
Pengalaman Trauma Pasca Tsunami Aceh Antarkan Pemuda Ini Kuliah ke London Jurusan Manajemen Bencana dengan Beasiswa
Mulanya, pemuda asal Aceh ini merasa tidak percaya diri kuliah di luar negeri karena tak bisa Bahasa Inggris, kini ia bisa kuliah sampai S3 dengan beasiswa LPDP.
Menepis Gengsi Jadi Pedagang Keliling usai Lulus SMK, meski Selalu Dihina yang Penting Bisa Bantu Ekonomi Keluarga
Seorang perempuan, muda, dan hanya berbekal ijazah SMK memilih realistis di tengah situasi ekonomi yang mencekik. Ia tak malu menjadi pedagang burger keliling demi membantu ekonomi keluarga.
Kisah Driver Ojol yang Terpaksa Membawa Anak Sambil Narik Pesanan, Berujung Apes karena Bertemu Pelanggan yang Tak Punya Perasaan
Cerita driver ojol pernah dimaki oleh pelanggan yang tidak pengertian, bela-belain antar pesanan sambil bawa anak malah kena semprot amarah.
UI sebagai Kampus Perjuangan Kini Terbelah dan Hilang Taringnya, Tak Saling Mendukung dan Searah
Sebagai kampus terbaik di Indonesia, nama UI kembali menjadi perhatian publik di tengah demonstrasi besar-besaran. Tidak satu suara dan justru terbelah.
Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi
Reporter Mojok menemukan beberapa selongsong peluru gas air mata saat demo di Polda DIY.
Lagi-lagi Polisi Minta Maaf bikin Kita Muak karena Sudah Tahu Ujungnya: Tak Ada Keadilan untuk Rakyat Kecil
Permintaan maaf polisi yang sudah berkali-kali terasa basi hingga rasanya tak bisa lagi ditolerir, apalagi usai insiden melindas tubuh ojol. Apakah keadilan itu nyata?
Rintihan Pedagang Cendol di Jakarta, Kerja Mati-matian Hanya Dapat Upah Kecil demi “Menggaji” DPR agar Hidup Sejahtera
Seorang remaja di Jakarta memutuskan kerja sebagai pedagang cendol keliling karena sulit mencari kerja. Sementara apa yang dilakukan DPR?