Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi
Kisah anak penjual soto yang dapat kesempatan kuliah gratis di UGM berkat berbakti kepada orang tua dan punya segudang prestasi.
Hari-hari Terasa Berat bagi Petugas Atlantis Land Surabaya, Lebih Suka Debat dengan Pengunjung daripada Kerja di Wahana Mangkrak
Atlantis Land Surabaya dulu jadi wahana terkenal, kini kondisinya tak semenyenangkan dulu.
Kebaikan Pedagang Bakso yang Membekas di Hati Saya, 40 Tahun Keliling untuk Kuliahkan Anak hingga S2
Sono (60) sudah berjualan bakso keliling di Surabaya sejak bujang hingga bisa menguliahkan anaknya sampai S2.
Tiga Tahun Jadi “Calo” Tiket Konser demi Bayar UKT di UNY, Modal Orang Dalam dan Sasar Penonton Kepepet
Tak sanggup membayar UKT di UNY, membuat mahasiswa ini harus putar otak untuk kerja instan dan memilih jadi “calo” tiket konser.
Keculasan Dosen dalam Publikasi Jurnal Internasional bikin Integritas dan Kualitas Riset Kampus di Indonesia Dipertanyakan
Sejumlah kampus ternama terindikasi menghasilkan riset “sampah”. Dosen di kampus Indonesia diimbau harus berbenah. Tak hanya mengejar gelar profesor semata, tapi teori baru.
Rakyat Jelata Tak Bisa Gembira dengan Pertunjukkan Clash of Champions, Cuman bikin Kesal Anak Broken Home yang Suka Adu Nasib
Pertunjukkan Clash of Champions tidak disukai sebagian masyarakat Indonesia yang tak sanggup menerima realita. Tidak termotivasi untuk berprestasi malah jadi adu nasib.
Peliknya Program KKN Kebangsaan yang Dianggap Nggak Memberikan Solusi, Malah bikin Beban untuk Warga
Nasihat untuk mahasiswa yang ditugaskan ke pelosok, bahwa KKN bukan kegiatan jalan-jalan dan gagah-gagahan jurusan tapi membawa misi besar untuk pembangunan.
Tak Sanggup Kerja Kantoran di Jakarta, Putuskan Resign dan Tinggal di Cepu dengan Upah Empat Kali Lipat UMK Blora
Tak betah kerja kantoran di Jakarta, pemuda ini pilih pulang kampung ke Blora hingga bisa dapat penghasilan Rp8 Juta per bulan.