ADVERTISEMENT

Mahasiswa Jakarta Terpaksa Belajar Bahasa Jawa biar Nggak Diketawain Orang Surabaya, Malah Geli Sendiri Pakai “Aku-Kamu”

Shock culture mahasiswa asal Jakarta merantau ke Surabaya. MOJOK.CO

Seorang mahasiswa asal Jakarta mengaku syok saat merantau ke Surabaya, Jawa Timur untuk kuliah. Mulanya, ia merasa tak perlu melakukan persiapan macam-macam agar bisa beradaptasi dengan kota metropolitan terbesar kedua itu. Namun, ia tetap merasa syok dengan banyaknya perbedaan.

***

Rofi (28) menginjakkan kakinya pertama kali di Surabaya pada tahun 2013. Pemuda asal Jakarta itu dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru di salah satu kampus favorit di Surabaya. Awalnya, ia merasa tak ada kesulitan yang berarti.

Di Jakarta dulu, ia terbiasa hidup guyub bersama warga kampung yang berasal dari berbagai daerah. Khususnya, banyak orang Jawa yang merantau ke Jakarta untuk bekerja. Keduanya pun menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. 

Saat kecil, Rofi juga kerap mengikuti kegiatan-kegiatan kampung yang diadakan oleh warga. Baik orang Jakarta maupun orang Jawa juga terlihat akrab saat melakukan ronda bersama.

“Kadang, saking akrab dan ramainya malah bikin suasana kampung nggak kondusif. Orang-orang suka ngegosip. Jadi kalau ada info yang kurang mengenakan, tersebarnya juga cepat,” jelas Rofi.

Sampai akhirnya, ia menyadari ada banyak perbedaan yang membuatnya canggung sendiri. Termasuk dari bahasa, kuliner, dan pola hidup masyarakatnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Orang Jakarta kagok pakai “aku-kamu”

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.