Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Sisi Suram Kota Malang yang Membuatnya Red Flag Disinggahi untuk Healing, apalagi Tinggal
Mojok merangkum alasan wisatawan, perantau, bahkan warga Kota Malang yang tak bisa lagi menikmati kota dengan berbagai julukan itu.
Derita Perintis bukan Pewaris: Beli HP Android dan Laptop Saja Susah karena Tak Tega Minta ke Ibu, Tapi Kini Bisa Kerja di Bidang IT
Jatuh bangun seorang pemuda bisa dapat kerja mentereng di bidang IT dan kuliah untuk kembangkan skill, meski harus terseok-seok bersama ibu.
Susahnya Jadi Ibu Kos: Tak Ingin Ada Kumpul Kebo, Tapi Ada Saja Anak Kos Ngaku-ngaku Nikah Siri demi Inapkan Pacar
Ibu kos bebas kerap mumet karena hadapi penghuni yang pura-pura nikah siri demi kumpul kebo dengan pacar.
PSHT dan Tapak Suci, Sama-sama Ajarkan Budi Pekerti Luhur tapi Satu Dikenal Biang Rusuh dan Satu Lagi Anti Tawur
Memahami ajaran perguruan pencak silat Tapak Suci versus PSHT. Sama-sama ajarkan budi pekerti luhur tapi punya moto yang berbeda.
Dari Honorer Jadi Guru PPPK Langsung Pilih Cerai karena Gaji Suami Lebih Kecil, Lelah Fisik dan Mental
Istilah “dunia jahat untuk laki-laki miskin” muncul akibat puluhan guru di Blitar minta izin ceraikan suami, usai mereka dilantik jadi PPPK. Benarkah masalah ekonomi akar masalahnya?
10 Tahun Menderita Menggunakan Lenovo, “Laptop Kentang” Pemberian Bapak dari Hasil Mencicil
Punya laptop Lenovo yang sudah tua dan sering tantrum bikin perempuan ini malu. Tersiksa saat menjalani ujian kuliah.
Derita Orang Madiun, Mau Sombong ke Daerah Lain tapi Kena Cap Jelek karena Ulah PSHT hingga Dicap Sarang PKI
Jadi orang Madiun penuh derita. Mau bangga dengan kearifan lokal, tapi gara-gara ulah PSHT malah nggak jadi. Cuman jadi bahan ejekan.
Penyesalan Orang Surabaya yang Tinggal di Malang, Ingin Hidup Tenang malah Dipaksa “Berdamai” dengan Sound Horeg
Cerita orang Surabaya yang memilih slow living di Malang, tapi nggak menemukan ketenangan karena karnaval sound horeg yang menimbulkan banyak masalah.