Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
12 Tahun Memakai Lenovo “Engsel Patah”, meski Menyiksa Batin tapi Juga Dapat Pelajaran Berharga
Nilai-nilai hidup yang saya pelajari dari laptop Lenovo selama 12 tahun menggunakannya sejak anak-anak hingga dewasa.
Kesal dengan Karnaval 17 Agustus, Doorprize-nya “Beri Kesialan Seumur Hidup”
Pelajaran yang bisa diambil dari orang-orang yang kecewa tak mendapat undian doorprize saat karnaval 17 Agustus.
Derita Pekerja Anak Buah Kapal yang Terancam Mati di Atas Laut demi Membalas Utang-utang Ibu
Cerita seorang remaja lulusan SMK yang terdesak ekonomi dan terpaksa melamar sebagai anak buah kapal (ABK) yang terkenal tak manusiawi.
Pejabat Negara Lebay Saat Merespons Fenomena Bendera One Piece, tapi Biasa Saja Ketika Logo HUT RI 80 Bermasalah
Pengamat menilai pejabat pemerintah terlalu berlebihan dalam merespons fenomena bendera one piece. Tidak mendengarkan alasan di baliknya, malah takut sendiri.
Jadi Perintis Tak Seseru Omongan Bocil Pewaris, Susah Payah bikin Usaha buat Nanggung Utang Keluarga
Jatuh bangun pemuda lulusan SMK. Harus jadi perintis di usia muda untuk bayar pengobatan dan utang ibu sebesar Rp100 juta.
Sidoarjo Cocok untuk Perintis, Tak Harus Kerja Keras di Jakarta Sampai Mental Rusak
Daya tarik Sidoarjo yang membuatnya lebih unggul daripada Jakarta Timur, meski sama-sama disebut sebagai sentra industri dan terkenal macet.
Nestapa Perintis dari Keluarga Broken Home: Jatuh Bangun Bikin Usaha dan Masih Harus Menanggung Keluarga
Beban seorang perintis jauh lebih barat dari apa yang dikatakan bocil pewaris itu kepadamu. Apalagi punya peran ganda menjadi sandwich generation.
Sisi Suram Kota Malang yang Membuatnya Red Flag Disinggahi untuk Healing, apalagi Tinggal
Mojok merangkum alasan wisatawan, perantau, bahkan warga Kota Malang yang tak bisa lagi menikmati kota dengan berbagai julukan itu.