Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
SALAM: Sekolah yang Berontak karena Masalah Pendidikan di Indonesia tapi Sering Dikira Tempat Wisata Edukasi
Cerita orang tua di Kabupaten Bantul tentang sistem pendidikan ala SALAM yang melawan arus pendidikan di Indonesia. Berlandaskan empat pilar: pangan, kesehatan, lingkungan, dan sosial-budaya.
Ditolak Unair Tak Membuat Saya Menyesal, Bisa “Terharu” Berkat Kuliah di Jurusan Keperawatan UM Surabaya
Sulitnya jadi mahasiswa Jurusan Keperawatan di UM Surabaya. Belajar “ngepur” sampai kena stigma karena laki-laki, tapi tetap bersyukur pernah ditolak Unair.
Sound Horeg bikin Kaca Jendela Rumah Pecah, Langsung Labrak Tetangga dengan Cara Elegan
Seorang perempuan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berani melabrak rumah tetangganya yang menggunakan sound horeg. Modal palu dan uang Rp2 juta.
Kerja Jadi Relawan Surabaya Bukannya Bantu Orang Lain malah Batin Ikut Terguncang, Miris Melihat Kehidupan Warga Kota Pahlawan
Kisah seorang relawan yang miris melihat kehidupan warga Kota Surabaya. Sampai-sampai ia tak sanggup menjalani profesinya, tapi ada satu momen yang membuatnya pulih.
Hidup Terasa “Mudah” sebagai WNI asal Ada Orang-orang Seperti Warga Minggir yang Baik Hatinya
Catatan perjalanan saya di Kecamatan Minggir selalu menyenangkan dan bermakna. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala jika mengingat kebaikan hati warganya.
Ironi Gedangan Sidoarjo: Jalan yang Tak Ramah bagi Perempuan karena Perilaku “Bejat” Warganya
Pengalaman dari pengendara motor perempuan yang mendapat pelecehan verbal di perempatan jalan Gedangan, Sidoarjo.
Profesi Relawan Menyadarkan Saya Pentingnya Kata Selamat Tinggal dan Terima Kasih di Kehidupan yang “Chaos”
Cerita relawan PMI di Kota Surabaya yang kerja tanpa upah, tapi masih kuat menjalaninya karena nilai kemanusiaan.
Warga Sidoarjo Muak dengan “Jalan Neraka” Perempatan Gedangan, Hanya Bisa Ngeluh Bertahun-tahun karena Flyover Hanya Wacana
Bertahun-tahun yang lalu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo punya rencana membangun flyover guna mengatasi kemacetan di Perempatan Gedangan.