Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Pameran Flora Indonesia: Menghargai Kembali Kehadiran Tumbuhan di Kehidupan Lewat Lukisan
Lukisan botani di Pameran Flora Indonesia dapat membuatmu terenyuh. Tak sekadar menikmati keindahannya, tapi juga filosofis di baliknya.
PSHT Tetap di Hati meski Belajar di Lingkungan Muhammadiyah yang Punya Tapak Suci
Universitas Muhammadiyah Malang punya dua unit kegiatan mahasiswa bela diri seperti Tapak Suci dan PSHT, tapi perlakuannya tak sama.
Apresiasi untuk Ayah yang Antar Anak ke Sekolah Hanyalah Perayaan Simbolis, Pemerintah Belum Selesaikan Masalah Utama
Rata-rata anak Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah (fatherless), tapi pemerintah malah bercanda dan melupakan masalah utama.
Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi
Kisah anak penjual soto yang dapat kesempatan kuliah gratis di UGM berkat berbakti kepada orang tua dan punya segudang prestasi.
Hari-hari Terasa Berat bagi Petugas Atlantis Land Surabaya, Lebih Suka Debat dengan Pengunjung daripada Kerja di Wahana Mangkrak
Atlantis Land Surabaya dulu jadi wahana terkenal, kini kondisinya tak semenyenangkan dulu.
Kebaikan Pedagang Bakso yang Membekas di Hati Saya, 40 Tahun Keliling untuk Kuliahkan Anak hingga S2
Sono (60) sudah berjualan bakso keliling di Surabaya sejak bujang hingga bisa menguliahkan anaknya sampai S2.
Tiga Tahun Jadi “Calo” Tiket Konser demi Bayar UKT di UNY, Modal Orang Dalam dan Sasar Penonton Kepepet
Tak sanggup membayar UKT di UNY, membuat mahasiswa ini harus putar otak untuk kerja instan dan memilih jadi “calo” tiket konser.
Keculasan Dosen dalam Publikasi Jurnal Internasional bikin Integritas dan Kualitas Riset Kampus di Indonesia Dipertanyakan
Sejumlah kampus ternama terindikasi menghasilkan riset “sampah”. Dosen di kampus Indonesia diimbau harus berbenah. Tak hanya mengejar gelar profesor semata, tapi teori baru.