Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi
Guru besar UGM menyebut emboli paru sebagai “pembunuh yang senyap”. Penyebabnya, penyakit ini kerap diabaikan karena dianggap tak berbahaya.
Indonesia Darurat TBC: Rasio Kasus Lampaui India, Stigma Negatif Jadi Hambatan Pencegahan
Indonesia menyandang status sebagai negara dengan rasio kasus TBC tertinggi di dunia. Stigma sosial faktor pendorong kenaikan kasus.
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY
Sri Sultan HB X tegaskan pentingnya strategi creative financing sebagai tameng menghadapi tekanan fiskal yang kian nyata di DIY.
Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita
Margawati memilih resign sebagai guru BK, cita-cita yang lama ia dambakan. Sebab, profesi ini cuma bikin lelah mental dan “tak menghasilkan”
“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu
Bagi saya “Kentucky” pinggir jalan adalah ayam goreng terbaik. Bukan soal rasa atau harga, tapi soal kenangan dan nostalgianya.
Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Di tengah kondisi dunia yang kacau, emas adalah alat untuk bertahan. Sementara perak adalah “pasukan penyerang” berpotensi beri untung besar.
Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran
Seorang ibu dua anak nekad kembali mendafatar SMA demi bisa meraih cita-citanya kuliah kedokteran. Salah satu motivasinya adalah untuk memutus rantai kemiskinan.
ChatGPT Bukan Ustaz: Bolehkah Bertanya Soal Hukum Agama kepada AI?
Tanya masalah agama kepada AI hukumnya boleh, selama ia hanya dijadikan sebagai “sarana pencari informasi”. Namun, hal tersebut akan haram ketika AI dijadikan sebagai rujukan final tanpa verifikasi kepada ulama yang kompeten.