Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”
Izin tambang Sungai Progo masih mandek. Benturan antara aturan jadul dengan kebutuhan modern menjadi tembok yang menghalangi terbitnya IPR.
Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan
Bermain gim adalah cara terbaik buat menepi dari pusingnya pekerjaan. Namun, bermain secara berlebihan berbahaya bagi fisik dan mental.
Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja
Lulus kuliah di usia 25 tahun adalah seburuk-buruknya nasib. Terlalu tua di mata HRD, tapi juga minim pengalaman yang bikin susah kerja.
Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond-Joaquin kalah di final Indonesia Masters 2026. Bagi Joaquin, ini adalah mimpi yang tertunda.
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan
Bagi pekerja Jakarta, Istora bukan sekadar gedung olahraga. Ia adalah sebuah tempat menyembuhkan jiwa yang lelah.
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026
Hujan lebat menjadi ladang rezeki bagi para pelayan jasa ojek payung. Pendapatan mereka dari hasil “narik” di event Indonesia Mastsers 2026 dua kali lipat lebih dari penghasilan harian.
Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah
Kita sedang hidup dalam masyarakat yang penuh paradoks: mudah nyawer gift di TikTok atau berdonasi online, tapi ogah membantu tetangga yang benar-benar susah. Setelah saya telisik, ini semua gara-gara kapitalisme
Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora
Penonton Indonesia Masters 2026 mengaku rela mengambil jatah cuti tahunan demi bisa hadir di turnamen bulu tangkis ini. Alasannya, karena ingin “napak tilas” kenangan mendiang ayahnya.