Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya
Saat adiknya dinyatakan lolos SNBP, Hafid hanya bisa pura-pura bahagia di depan ibunya. Padahal, ia pusing setengah mampus mikirin biaya.
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati
Docang adalah makanan khas Cirebon yang lekat dengan ajaran rendah hati Sunan Gunung Jati. Kuliner yang awalnya dianggap sebagai “makanan orang susah” ini, di tangan sang Wali, dibuat naik kelas
User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal
KA Bengawan memang bedebah. Ia bikin badan pegal dan dengkul nyari. Namun, kereta murah ini justru bikin penumpangnya merasa tak kesepian.
Lebaran adalah Neraka bagi Pekerja Usia 30 tapi Belum Menikah, Sudah Mapan pun Tetap Kena Mental
Meski sudah mapan, pekerja usia 30 bakal tetap kena mental saat lebaran. Apalagi buat mereka yang belum menikah.
Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA
Utama sempat frustrasi karena dua kali gagal tes CPNS meski nilainya tertinggi. Kini ia menemukan hidup yang lebih baik berkat ijazah SMA.
Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal
Di balik suksesnya pagelaran wayang 20 jam nonstop di rooftop Plaza Ambarrukmo, penyelenggara harus melawan angin, hujan, dan isi 40 kepala manusia.
Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan
Tak sedikit orang merasa lebaran menjadi momen penuh rasa trauma dan kesedihan. Kalau bisa, bahkan mereka ingin menghilangkan momen setahun sekali ini dari kalender.
Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo
Pada puncak perayaan ulang tahun ke-20, Plaza Ambarrukmo menggelar kirab dan pentas wayang 20 jam nonstop. Ini adalah cara mereka tetap menjaga tradisi di tengah modernitas.