Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,549 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”
Buka usaha di desa dan niat hidup slow living, malah berujung stres dan muak. Penyebabnya, etos kerja pemuda desa yang ternyata sangat minus.
Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
Melalui album terbaru, “Kesurupan”, Kelelawar Malam menebarkan horor nyata. Bukan lagi soal demit, tapi sistem yang bikin kita menderita.
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
Nyatanya, slow living di perumahan jauh lebih damai daripada di desa. Minusnya, paling-paling kita cuma dicap sombong dan sok eksklusif.
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
Dimas meninggalkan hidup enak di desa dan memilih tinggal di perumahan demi menyelamatkan mentalnya. Baginya, mulut tetangga bikin stres.
Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
Rania (28) terpaksa kuliah di jurusan yang sama sekali tak ia hendaki. Namun, setelah lulus kuliah, ia malah mendapatkan berkah.
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
Orang desa muak dengan orang kota yang datang buat sok-sokan slow living. Mereka arogan, tertutup, dan cuma menganggap warga asli “figuran”.
Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
Kalau cuma modal tajir, orang Jakarta tak akan bisa slow living di desa. Sebab, syarat hidup di desa adalah srawung, bukan cuma banyak duit.
Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja
“Jurusan Buangan” di PTN hanya menang gengsi kalau dibandingkan dengan PTS. Namun, di dunia kerja, jurusan ini tetap kalah telak.