Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
Pengguna iPhone 11 kerap mendapat cap aneh, kuno, bahkan miskin. Padahal, golongan ini adalah orang yang paling beruntung.
Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
Gaji di Jakarta memang besar, tapi pekerjanya sering stres. Tak kuat, narasumber Mojok memilih resign dan pulang ke Purwokerto untuk mencari kedamaian.
Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
Standard kesuksesan orang desa itu sederhana tapi harus bisa dilihat. Meski lulusan S2, kalau pulang nggak bawa mobil, ya akan dibilang gagal.
Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
Gojek Instant hadir di Terminal Giwangan. Layanan ini memudahkan para penumpang bus yang kebingungan mencari transportasi lanjutan.
Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita
Mahasiswa KIP Kuliah dianggap sebagai penikmat uang negara. Maka, mereka tidak boleh foya-foya. Harus terlihat miskin dan menderita.
Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang
Nyatanya, merayakan lebaran di perumahan kota lebih enak daripada mudik ke desa. Privasi lebih terjaga, energi tak habis, kantong pun aman.
Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga
Anak pertama di desa rela hidup miskin demi kebahagiaan adik-adiknya di kota. Sayangnya, ia malah dicap pemalas dan beban keluarga.
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan
Profesor perempuan ini menolak tawaran gaji besar di luar negeri. Ia memilih pulang dan menjadi pengajar dengan upah 10 kali lebih redanh.