Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Punya 10.000 Subscriber Youtube, Bisa Masuk UPN Veteran Jakarta Lewat Jalur Prestasi

Audian Laili oleh Audian Laili
14 Juni 2019
A A
10.000 Subscriber Youtube, Bisa Masuk UPN Veteran Jakarta MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – UPN Veteran Jakarta memberi kesempatan bagi yang punya subscriber Youtube 10.000, bisa masuk lewat jalur prestasi. Lantas, manfaatnya Youtube buat pembangunan negara, apa sih?

Ternyata, ada seleksi penerimaan mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi, yang cukup bikin ndlongop. Pasalnya, salah satu dari persyaratan untuk masuk ke universitas tersebut, cukup berbeda dari biasanya. Dalam seleksi jalur mandiri UPN Veteran Jakarta, pada jalur masuk melalui prestasi, selain memberikan kesempatan bagi yang pernah menjadi peringkat 1-3 bidang Olimpiade Sains, Olahraga, dan Seni—baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, dan Internasional dalam 3 tahun terakhir. Lalu membuka peluang untuk para hafiz Alquran minimal 5 juz, pernah menjabat sebagai Ketua OSIS sekurangnya selama satu periode. Yang terakhir dan bikin ramai plus jadi sorotan adalah, memberi kesempatan bagi para Youtube Content Creator dengan minimal 10.000 subscriber.

Gimana? Nggak percaya? Yaudah, coba aja cek langsung ke websitenya di sini.

Jelas, ini menjadi sebuah manuver baru yang sungguh sangat cocok untuk mewadahi generasi muda dengan passion-nya di era digital semacam ini. Yang namanya aturan baru, tentu saja bikin banyak orang geleng-geleng, alias nggumun.

Selain memiliki prestasi tersebut, penerimaan melalui jalur prestasi ini, juga tetap menggunakan gabungan nilai UTBK. Sebagai sebuah “legitimasi” kalau meski kamu sudah punya prestasi yang masyaAllah, yang namanya penguasaan akademik harus tetap jadi perhitungan.

Saya yakin betul, keputusan dari UPN Veteran Jakarta ini pasti dengan sebuah petimbangan yang nggak main-main—semisal cuma pengin viral. Masak sih, sekelas UPN Veteran Jakarta butuh viral, buat apa, coba? Apa faedahnya bagi mereka? Lagian, ini kelasnya universitas, je. Ya kali, keputusan yang diambil asal-asalan?

Kalau menilik sejarahnya UPN alias Universitas Pembangunan Negara Veteran Jakarta, dia hadir setelah Indonesia merdeka untuk melakukan revolusi fisik ke pembangunan mengisi kemerdekaan. Yang kemudian mempunyai salah satu visi, menjadi perguruan tinggi berdaya saing yang beridentitas bela negara pada tahun 2025. Memahami bahwa mereka ingin dapat bersaing dengan baik, maka berusaha memberi wadah pada bidang digital, tentu jadi salah satu hal yang mereka pertimbangkan matang-matang.

Pemilihan platform Youtube bukannya Instagram, tentu karena mereka sudah mengamat-amati. Pasalnya, dibanding mencapai follower Instagram yang jutaan, jauh lebih sulit mendapatkan subscriber Youtube 10.000-an. Selain soal konten yang jauh lebih ribet, ini juga berhubungan dengan bagaimana analityc Youtube bekerja.

Maka, mereka-mereka yang berhasil mendulang subscriber 10.000-an, pasti bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang tekun dan fokus dalam memfasilitasi passion­-nya tersebut. Ya, mereka influencer yang bukan kaleng-kaleng. Kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi.

Lantas, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, memangnya apa sih, hubungan subscriber Youtube dengan pembangunan negara? Sejauh mana si Youtube ini bermanfaat untuk kemajuan negara? Mengingat universitas ini memang dibangun untuk pembangunan mengisi kemerdekaan.

Begini, yang jelas, keberadaan Youtube dapat meningkatkan devisa negara. Ya, para youtuber itu bisa memperoleh pendapatan dari Youtube dilihat dari subscriber dan viewer-nya, kan? Belum lagi kalau ada iklan. Yang mana kalau ditotal, jumlahnya juga nggak bisa dikatakan biasa-biasa aja. Jelas, ini bakal berpengaruh pada pemasukan pajak yang kemudian diterima oleh negara.

Belum lagi, biasanya nih, para youtuber dengan jam kerja tinggi, mereka bakal “minta bantuan” orang lain—minimal teman atau saudara sendiri, untuk bikin konten. Misalnya, sekadar minta tolong di-shoot, ngeditin videonya, bahkan membentuk tim kreatif sendiri untuk urun mikir konten selanjutnya bakal diisi apa. Nah, kalau ada orang-orang yang turut serta membantu, tentu saja, ini bisa membuka lapangan kerja baru, bukan? Itu artinya, apa? Ya, masak gitu aja harus dijelasin, sih? Males amat buat mikir.

Lagian, kalau para influencer dikasih kesempatan kayak gini, pasti mereka jadi lebih bersemangat buat bikin konten. Kalau capek karena kehabisan ide, nggak bakal mudah patah semangat, terus langsung cari cara aman dan gampang untuk keberlangsungan hidup hingga masa tua dengan jadi PNS. Eh, sori, lupa, jadi PNS juga nggak gampang, ding. Begitu banyak saingan juga untuk mendapatkan posisi tertentu. Apalagi, kalau sebetulnya saingan sama kursi-kursi yang udah jadi jatah orang lain. Eh.

Jadi, mohon maaf, nih. Ini tuh bukan aturan yang absurd, tauk! Ini bukan juga sekadar pansos seperti yang kalian-kalian kira. Ini adalah keputusan yang sungguh visioner, jauuuuhhh ke depan. Yang mana, nggak semua orang sanggup buat kepikiran, kan? Iya, lah jelas. Soalnya, kalian-kalian ini memang masih terkungkung dengan kekakuan dalam berpikir. Mikirnya nggak ada open minded-nya blas.

Iklan

Tapi, gimana kalau kontennya ternyata kebanyakan negatif? Kayak nge-prank-in orang muluk?

Oh tenang saja, kata Ibu Rektor UPN Veteran Jakarta, mereka-mereka ini nggak asal-asalan, kok. Tim internalnya, bakal mempertimbangkan soal kontennya juga. Nggak bakal ada konten yang abal-abal. Jadi konten yang terpilih, tentu saja, konten-konten edukatif dan berguna bagi masyarakat.

Lagian ya, kalau memang youtuber dengan konten yang nggak ada faedahnya bagi pembangunan bangsa, terus diterima sebagai salah satu mahasiswa di sana. Jangan sampai semudah itu dikatakan sebagai kemungkinan adanya jual-beli kursi. Lagi-lagi, ini pasti ada pertimbangan tertentu. Misalnya, karena si youtuber ini jadi bahan pembicaraannya—dengan kontennya yang nggak pantas itu. Siapa tahu kemudian dia jadi insyaf dan akhirnya kembali menjadi generasi muda yang penuh positive vibes.

Lantaran dia adalah seorang influencer, nggak akan sulit baginya mengajak para subscriber Youtube nya yang punya kecenderungan yang sama untuk bareng-bereng bertobat. Bukankah ini adalah pemikiran yang sungguh visioner? Nggeh, nopo, mboten?

Ta, tapi, kalau dia ternyata memutuskan mendaftar ke UPN Veteran Jakarta cuma buat nge-prank kampusnya doang? Gimana?

Nggak apa-apa, yang terpenting mereka-mereka sudah mau berusaha naik tingkat. Bukan hanya menjadi bagian dari orang-orang yang mengonsumsi informasi saja. Akan tetapi, sudah berani menjadi sang kreator! Salam super!

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2019 oleh

Tags: jalur prestasiseleksi masuk universitassubscriber 10.000UPN Veteran Jakartayoutuber
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus yang Penting Jujur
Video

Filosofi Hidup Komandan SKC Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus, yang Penting Jujur

23 Juni 2025
Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA. MOJOK.CO
Ragam

Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA, meski Dulu Diremehkan karena Kurang Atletis

27 Mei 2025
Dari Tukang Cuci Steam di Cikarang Jadi Orang Hebat di UPNVJ MOJOK.CO
Kampus

Lulus SMP Jadi Tukang Cuci Steam di Cikarang, Dulu Direndah-rendahkan Kini Jadi Orang Super Sibuk di UPNVJ, Sementara Si Penghina Entah Apa Kabarnya

28 Mei 2024
Merasa Salah Jurusan Kuliah di Sains Informasi UPNVJ MOJOK.CO
Kampus

Nekat Kuliah di Sains Informasi UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) yang Ternyata Satu-Satunya Jurusan yang Ada di Indonesia, Bingung karena “Aneh” dan Belum Ada Alumni Sukses di Dunia Kerja

16 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.