Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kalau Nggak Sanggup Live Nikahan di TV, Live Instagram aja

Audian Laili oleh Audian Laili
13 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nikahan dengan Live Instagram adalah kunci. Mampu menyiarkan acara nikahan secara masif namun tetap eksklusif dan efektif. Halah.

Fitur yang lumayan baru—tapi nggak baru-baru amat—di aplikasi Instagram yakni Live Instagram, sering dijadikan sebagai media untuk menyiarkan acara nikahan seseorang. Saya yakin, pasti ada satu aja temen online kita, yang pernah bikin Live Instagram untuk ngasih tahu kalau dia lagi nikah. Eh, atau justru, ini pernah terjadi pada kita sendiri?

Kalau iya, kenapa? Ada masalah?

Oh, nggak kok. Nggak ada masalah apa-apa. Betul itu, disiarin kayak gitu. Secara live lagi. Semua orang memang harus betul-betul tahu, kalau kita lagi menyelenggarakan pernikahan yang sungguh kita idam-idamkan. Jadi, fitur ini bisa ngasih tahu banyak orang, kalau acara kita itu memang benar terjadi. Bukan sekadar dokumentasi foto, yang siapa tahu dikiranya editan. Yang tak kalah penting, “menyiarkan” acara nikahan ke khalayak adalah kebutuhan krusial untuk menghindari fitnah. Bukankah, begitu?

Malah sebetulnya, kalau punya kesempatan yang sama. Penginnya sih, disiarkan live di TV nasional kayak nikahannya Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Haqqul yaqin, selain semua masyarakat Indonesia tahu tentang sahnya hubungan kita, dan pasti nggak sedikit yang bakal mendoakan. Wah, pernikahannya jadi lebih barokah, kan?

Tapi apa daya, karena kita memang bukan siapa-siapa dan siaran tentang nikahan kita sulit untuk bisa naikin rating TV. Yaudah, kita memang harus legawa dan dapat menerima, kalau kesempatan yang ada adalah menyiarkannya sendiri. Lewat akun pribadi. Pakai kuota pribadi. Cuma ya, tetep minta tolong temen atau saudara buat megangin kameranya, sih.

Selain itu, dengan adanya fitur ini, sebetulnya kita nggak perlu lagi bikin pesta gede-gede yang ngeluarin biaya ratusan juta rupiah—yang bisa buat beli rumah. Pasalnya, biasanya nih, alasan orang tua untuk ngadain pesta gede-gede dan ngundang banyak orang adalah untuk ngasih tahu ke seluuuruuuuhhhh kerabat, BAHWA BELIAU SUDAH BERHASIL NIKAHIN ANAKNYA.

Nah, kalau acara nikahan yang ribet itu katanya buat ngasih tahu. Maka dengan fitur Live Instagram, pesta gede-gede nggak lagi diperlukan. Cukup datang ke KUA dan jangan lupa tetap disiarkan. Tentu para sanak saudara dan handai tolan, bakal tahu kalau anaknya ini udah sah jadi pasangan halal seseorang.

Supaya lebih afdol, setelah Live Instagram, jangan lupa disimpen, ya. Supaya orang-orang yang nggak sempet nonton di saat dan jam yang sama, dia nggak bakal ketinggalan acara yang bersejarah itu. Bagaimana? Sungguh sangat efektif, bukan?

Bagi saya, si fitur Live Instagram ini memang betul-betul hadir untuk melengkapi. Khususnya, melengkapi keberadaan undangan online yang saat ini jadi alternatif seseorang untuk menyebarkan “informasi”. Keduanya akan menjadi begitu kompak dan saling mengisi. Jadi, karena undangannya online, nggak ada salahnya kan, kalau kehadirannya juga online. Iya, cukup hadir dengan nyimak Live Instagram prosesi pernikahan si orang yang ngundang.

Misalnya, ngundang online di grup-grup Whatsapp atau Line. Ataupun ngundang personal tapi lewat akun media sosial, dianggap cukup ribet karena ngeluarin banyak waktu dan tenaga. Yaudah, gimana kalau memanfaatkan Instagram ads, atau Youtube ads, atau bisa juga Facebook ads untuk memberitakan tentang pernikahan kita? Cukup kasih info kalau kita mau nikah, dan bisa ditonton secara live di Instagram pada hari dan jam bla bla bla.

Jika di undangan konvensional diakhiri dengan, “Tiada kesan tanpa kehadiranmu.” Maka, di gaya ngundang terbaru ini kita bisa bilang, “Jangan lupa ngisi paket data ya, Teman-teman.” Atau, “Segera tentukan kafe terdekat dengan fasilitas wifi, ya. Biar bisa nonton tapi tetap hemat kuota.”

Apa? Mau ngiklan di baliho ukuran gede setiap perempatan lampu merah? Hahaha, apa itu? Udah harganya mahal. Jangkauannya palingan juga situ-situ aja. Kecuali, ada yang ngevideoin atau ngefotoin balihonya, terus di-upload, dan viral.

Nah, kalau sudah ngasih berita tentang pernikahan dengan mengandalkan si ads dan ternyata dapat engagement bagus dari “pemirsa”. Akan besar kemungkinan, banyak akun-akun jualan yang berminat ngendors pernak-pernik di nikahan kita. Ya, meskipun nanti nikahnya cukup di KUA, kita tetep aja butuh baju, makeup tipis-tipis, dokumentasi, katering untuk orang-orang terdekat yang datang. Kalau perlu, sekalian diendors penghulunya, jadi nggak perlu ngasih uang saku.

Iklan

Eh, tapi yang terakhir nggak, ding. Kan, kalau langsung nikah di KUA dan pas jam kerja, nggak perlu ngasih uang saku ke penghulu, ya~

Oh, ya. Kalau ternyata kita adalah penganut Live Instagram garis keras. Dalam artian, apa-apa perlu di Live Instagram-in. Lantas, memutuskan nge-live-in dari acara pengajian, siraman, akad, hingga resepsi. Mau ngingetin aja. Udah, cukup sampai resepsi aja. Tolong, betul-betul dicukupkan sampai resepsi aja. Begini ya, Maemunah, kalau tetep maksa live sampai malam pertama, malah jadi ribet nanti urusannya. Fyi, aja.

Terakhir diperbarui pada 13 April 2019 oleh

Tags: endorsekualive instagramNagita SlavinapernikahanRaffi Ahmad
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO
Ragam

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Menyoal nikah siri (tak tercatat di KUA): Sah, tapi jadi ruang untuk pemuas syahwat, dalih perselingkuhan, dan menghindari tanggung jawab semata MOJOK.CO
Ragam

Biro Jasa Nikah Siri Maikin Marak: “Jalan Ninja” untuk Pemuas Syahwat, Dalih Selingkuh, dan Hindari Tanggung Jawab Rumah Tangga

29 Desember 2025
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.