Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kelompok Pemilih yang Bodo Amat dengan Debat Capres Pertama

Audian Laili oleh Audian Laili
17 Januari 2019
A A
debat capres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak semua pemilih yang punya hak suara peduli dengan debat capres pertama. Padahal katanya, debat capres ini penting dan bisa memengaruhi kelompok yang masih galau dengan pilihannya.

Debat capres pertama, akan berlangsung pada malam nanti. Semua perhatian media seolah-olah tertuju padanya—termasuk yang dilakukan oleh Mojok.co. Apalagi peforma dari para capres-cawapres yang akan berdebat nanti, katanya akan mempengaruhi para undecided voters (pemilih yang masih belum menentukan pilihan mereka) yang jumlahnya sekitar 10% serta swing voters (pemilih yang mengganti pilihan mereka). Yang jika keduanya dijumlahkan, bisa mencapai 25%.

Angka sekitar 25% ini, bukanlah jumlah yang sedikit. Ini adalah angka yang sama-sama memungkinkan memenangkan kedua belah kubu. Artinya apa? Artinya, janganlah kamu kubu yang saat ini merasa menang, terlalu bangga dengan kondisi yang sebetulnya masih belum pasti.

Banyak orang yang saat ini sedang menebak-nebak, kira-kira bagaimana kedua capres-cawapres ini akan berlaga malam nanti. Misalnya dari bagaimana mereka nanti akan bersikap dengan melihat kepribadian biasanya, persiapan mereka, serta isu-isu yang akan ditujukan untuk memojokkan mereka. Tak hanya para capres-cawapresnya saja, namun moderator, panelis, bahkan para penonton di acara tersebut, katanya sih, bakal menarik untuk disimak.

Namun, sebetulnya tidak semua orang peduli-peduli amat dengan debat capres pertama ini. Ya gimana lagi, pagelaran debat capres ini disebut-sebut sudah nggak well. Si KPU dianggap bukan lagi sebagai penyelenggara yang tegas. Segala keputusannya justru terlihat hanya mengakomodasi permintaan peserta Pemilu dengan dalih…

…untuk membiasakan tradisi musyarawah mufakat. Halah mbel. Akhirnya, hal ini membuat masyarakat sudah semakin tidak percaya dengan debat capres ini. Ya, gimana? Lha wong banyak keputusan KPU yang blunder kayak onde-onde.

Pertama, mengenai siapa saja yang akan menjadi panelis dalam debat diputuskan dengan campur tangan tim sukses. Kedua, nggak ada sosialisasi visi misi. Ketiga, kisi-kisi pertanyaan debat sudah dibagikan jauh-jauh hari. Jadi, bisa dipastikan, amunisi jawaban sudah dipersiapkan dengan matang. Lha, kalau udah kayak gini, kan udah bikin males nonton, ya? Lantas, apa bedanya nonton debat dengan nonton drama Turki?!!!

Selain banyak yang sudah males karena beberapa alasan di atas. Namun tidak sedikit kelompok pemilih yang memang tidak ada gairah untuk menonton, dikarenakan alasan yang lain. Jadi, wahai debat capres, janganlah kamu bersombong diri dengan merasa penting karena menjadi pusat perhatian.

Satu: Pegiat literasi

Katanya nih, para pegiat literasi merasa kecewa ketika PT Pos menghentikan program kirim buku gratis untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan PT Pos tidak menerima sokongan dana dari Pemerintah. Padahal sebelumnya Jokowi sudah berjanji untuk ikut memajukan literasi di daerah-daerah terdepan Indonesia dengan program Kirim Buku Gratis.

Ternyata instruksi kepada PT Pos Indonesia tersebut, masih belum berupa Inpres. Jadi, dana masih belum ditanggung Pemerintah. Lah, kalau dana PT Pos semakin menipis dan ujug-ujug pengiriman buku gratis ini di-stop, kan bikin sakit hati, ya? Malah jadi males nggak, sih? Mendengarkan janji-janji dan jawaban normatif mereka dalam debat nanti?

Dua: Ibu-ibu yang suka nonton sinetron

Bagi Ibu-Ibu yang masuk dalam golongan ini, mereka tidak hanya tidak peduli dengan debat capres. Namun, bisa jadi mereka justru mangkel kenapa harus ada acara ini!!11!! Apalagi jika televisi di rumah cuma satu dan si suami ternyata hobi banget ngomongin politik, supaya nggak ketinggalan dalam pergaulan jika diajak ngobrol tentang politik waktu ngeronda. Jika hal ini yang terjadi, debat capres justru dapat memungkinkan terjadinya prahara rumah tangga.

Pasalnya, bagi ibu-ibu yang sudah mengikuti sinetron Kisah yang Hilang di RCTI, tentu mereka memiliki kebutuhan lebih penting untuk mengetahui kisah selanjutnya tentang si Mira dan anaknya. Selain itu, apa sih, menariknya nonton debat capres yang juga sama-sama seperti berdasar skenario itu?

Tiga: Anak sekolah yang besok ujian

Sudah tahu kan, apa kewajiban dari anak sekolah? Yak betul, belajar, belajar, belajar. Apalagi kalau esok harinya dia harus menghadapi ujian dan dia merupakan tipe pembelajar… sistem kebut semalam. Meski si anak sekolahan ini sudah punya hak pilih, dan Pemilu mendatang merupakan Pemilu perdananya. Mohon maaf nih, mendapatkan nilai ujian di atas KKM tanpa harus ikut remidi, merupakan kebutuhan jangka paling dekat. Masalah akan memilih siapa untuk menjadi capres nanti, bisa dipikirkan nanti-nanti.

Empat: Mahasiswa yang lagi ngurus revisian untuk yudisium

Mahasiswa memang dianggap sebagai agen perubahan, melihat sejarahnya, ia seolah harus selalu melek politik. Sebetulnya debat capres pertama ini merupakan sarana bagi mereka untuk mengenal dan memahami para calon yang ingin maju memimpin Indonesia. Namun, bagi teman-teman kita yang tengah berjuang untuk menyelesaikan revisian skripsi dan segala persyaratan untuk yudisium, tidak ada yang lebih penting dari itu.

Iklan

Bedebah dengan debat capres. Toh siapapun yang menang juga nggak akan memberi sumbangsih dalam memunculkan senyum orang tuanya di hari wisuda nanti.

Lima: Suami-istri yang sedang mengutamakan sunahnya

Wooo, kalau yang ini jelas. Daripada nonton debat capres pertama, mending mempersiapkan untuk melaksanakan sunah malam Jumat.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2019 oleh

Tags: debat capresdebat capres pertamaPemilu 2019pilpres
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
Kerja di Lembaga Quick Count Pemilu Ternyata Sama Capeknya dengan Anggota KPPS.mojok.co
Kabar

Cerita Petugas Quick Count Pemilu: Hasil Sering Diremehkan Meski Saat Bekerja Sama Capeknya dengan Anggota KPPS

15 Februari 2024
PutCast Spesial Analisis Pinggir Jurang Debat Capres Final Bareng Alit Jabangbayi dan Patub Letto
Video

PutCast Spesial Analisis Pinggir Jurang Debat Capres Final Bareng Alit Jabangbayi dan Patub Letto

7 Februari 2024
ukt.MOJOK.CO
Kampus

Derita Korban Ketidakadilan UKT: Mahasiswa Miskin Nyaris Gagal Kuliah dan Mahasiswa Kaya Biayanya Murah

5 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.