Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alasan Bapak-bapak Melakukan Pose Foto Jempol

Tidak ada pose foto lain, hanya pose jempol yang divalidasi bapack-bapack.

Audian Laili oleh Audian Laili
2 Juli 2018
A A
bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO

Ilustrasi menjadi bapak-bapak (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Baik ketika foto sendirian atau barengan, bapak-bapak seringkali menggunakan pose foto jempol untuk menunjukkan eksistensinya. Apakah ini konspirasi?

Dengan semakin majunya peradaban, semakin banyak tercipta alat-alat untuk merekam peradaban itu sendiri, salah satunya adalah dengan kamera. Oleh karena itu, kamera bisa dikatakan menjadi cara untuk merekam setiap kejadian yang telah terlalui agar dapat menjadi pengingat suatu hari nanti.

Iklan

Pada awal mula terciptanya kamera, ketika difoto, orang-orang selalu menggunakan gaya yang sama, yakni ekspresi datar tanpa senyuman. Namun semakin ke sini, orang-orang menjadi semakin rileks ketika difoto. Ya, minimal dengan menunjukkan ekspresi muka tersenyum atau tertawa.

Biasanya, setiap usia memiliki pose foto andalannya masing-masing saat disuruh pose gaya bebas. Misalnya anak-anak dengan salam metalnya, anak-anak remaja dengan salam peace atau salam cinta ala Korea, sedangkan bapak-bapak dengan pose jempol yang legendaris.

Pernah nggak, sih, kamu memperhatikan pose bapak-bapak jika difoto, entah itu sendirian maupun sedang barengan, kemudian gaya andalannya, tidak lain dan bukan, adalah ngasih jempolnya ke depan?

Entah disadari maupun tidak, jika dihadapkan ke kamera, sering kali gaya ini spontan dilakukan dan akhirnya menjadi kebiasaan.

Kira-kira apa saja yang menjadi alasan bapak-bapak berpose demikian?

Pertama, pose jempol menunjukkan kewibawaan. Kalau misalnya difoto dan diem aja, kan, bakal kelihatan jadulnya, nih. Kelihatan kayak orang zaman dulu yang kaku dan gagap ketika mau difoto gitu. Jadi, mereka butuh sedikit pose yang effortless untuk membantu mengatasi kekakuan yang ada. Nggak mungkin, dong, harus pose foto love ala-ala Korea itu. Nah, pose menunjukkan jempol ini dirasa sebagai gaya yang cukup untuk tetap menunjukkan kewibawaannya.

Kedua, pose foto ini sebenarnya merujuk ke hal-hal yang positif, seperti bermakna oke, keren, hebat, good job, dan sebagainya. Pose ini sangat cocok dilakukan pada sesi foto bersama setelah sebuah kegiatan selesai, misalnya untuk menunjukkan betapa kerennya kinerja yang telah dilakukan bersama. Atau, pose ini juga bisa menjadi sebuah bentuk apresiasi yang dilakukan dengan mendokumentasikannya dalam foto sambil bergaya thumb-up.

Ketiga, ada alasan yang sangat bijaksana sehingga bapak-bapak ini memutuskan berfoto dengan pose jempol. Bagaimana tidak, pose foto ini adalah sebuah usaha untuk menunjukkan kenetralan, khususnya di masa-masa pilkada atau pemilu. Nanti kalau nunjuk dua jari disangka pendukung yang ini. Kalau nunjuk tiga jari dikira pendukung yang itu. Kan ribet, ya. Yaudah, mendingan pakek jempol aja. Lebih aman, kecuali nanti ada pasangan calon yang memilih untuk menggunakan pose ini untuk kebutuhan kampanye mereka.

Keempat, tidak menutup kemungkinan kalau gaya ini sebenarnya terinspirasi dari iklan RCTI zaman dulu dengan tagline andalannya: “RCTI Oke”. Bagaimanapun juga, bapak-bapak ini, kan, termasuk generasi yang hidup di masa iklan RCTI tersebut hampir setiap jam muncul di televisi. Jangan lupa, televisi zaman dulu menjadi hiburan andalan yang belum dapat digantikan oleh aplikasi apa pun.

BACA JUGA Rekomendasi Pose Foto Bareng Tersangka buat Polisi. Biar Nggak Pose Jempol Terus dan artikel Audian Laili lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2021 oleh

Tags: bapak-bapakberfotojempol
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO
Sehari-hari

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
Mojok Mencoba Hobi Nakal Bapak-bapak yang Motret Model Telanjang
Jogja Bawah Tanah

Mencoba Hobi Berbahaya Bapak-bapak yang Motret Model Telanjang

13 Agustus 2021
Protes ke Kasir Indomaret karena Anaknya Dibolehin Beli Voucher Game 800 ribu, Bapak-bapak Random Ini Malah Dibuli Netizen
Kilas

Protes ke Kasir Indomaret karena Anaknya Dibolehin Beli Voucher Game 800 ribu, Bapak-bapak Random Ini Malah Dibuli Netizen

12 Mei 2021
Pojokan

Ada yang Ajaib dari Pola Pikir Bapak-bapak, Apalagi Kalau Menyangkut Kucing

2 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.