Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Tafsir Arahan Foto Gaya Bebas Tanpa Beban

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
6 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setiap sesi foto bersama dimulai, fotografer pasti selalu bilang, “Foto gaya bebas, ya!” lalu menghitung satu-dua-tiga. Masalahnya, kita harus pose apa, nih?!

Dalam berbagai kesempatan, berfoto bersama menjadi pilihan untuk dilakukan. Yah, hitung-hitung, sih, untuk kenang-kenangan. Foto bareng teman dan saudara pun jadi seru karena semua orang bakal punya ekspresi yang berbeda-beda dan menarik untuk dikenang.

Satu hal yang pasti terjadi dalam foto bersama di belahan Indonesia bagian manapun adalah: Fotografer bakal bilang, “Oke sekarang foto gaya bebas, ya!” setelah mula-mula men-jepret kita yang masih senyum malu-malu.

Pertanyaannya, apa sih yang dimaksud dengan foto gaya bebas sesuai arahan fotografer???

*JENG JENG JENG*

Tafsir 1: Bebas Pasang Mimik Muka Apa Saja

Dalam dunia per-selfie-an, pose foto gaya bebas biasanya dimanfaatkan untuk tampil beda jika dibandingkan dengan foto sebelumnya. Kalau di foto awal kita berwajah kalem dan normal karena tersenyum sok cantik, di pose gaya bebas tentu kita terdorong untuk melakukan hal yang lain.

Jadi, bibir yang dimonyong-monyongin, pose “V” dua jari, pose “love” ala Korea, hingga ekspresi merem-merem biar kelihatan imut pun kita (hah, kita???) lakoni jika kita memercayai tafsir yang satu ini.

Tafsir 2: Bebas Niru Siapa Saja

Pemahaman kedua soal foto pose gaya bebas ini bisa dimanfaatkan dengan meniru orang-orang tertentu agar foto terasa lebih epic dan memorable.

Sebagai contoh, kita bisa berpose dengan gaya ala Manohara yang sangat khas, yaitu kedua telapak tangan mengelilingi wajah dengan ekspresi sok seksi. Bisa juga kita berpose ala bapak-bapak di kampung kita yang kalau foto pasti mentok di pose jempol. Terakhir, kita juga boleh berpose pura-pura melihat ke atas sambil nunjuk awan. Syukur-syukur kalau bisa bareng pacar—hitung-hitung, sekalian foto pre-wedding dengan konsep rame-rame.

Tafsir 3: Bebas dalam Pergaulan

Sebelum kamu bilang “Astagfirullah” sambil geleng-geleng kepala, tolong pahami dulu—ini kan cuma tafsir. Wek.

Berpose untuk foto gaya bebas, kalau ditafsirkan berkaitan dengan pergaulan bebas, tentu bakal lebih chaos. Bayangkan saja: semua orang bakal lari dulu mengambil masing-masing satu sloki anggur, beberapa mungkin menyalakan rokok dan lampu disko, sementara beberapa orang lainnya tutupan selimut sambil lari-larian.

Oh, ternyata ceritanya dia habis digerebek.

Tafsir 4: Gaya Bebas secara Harfiah… di Kolam Renang

Artinya cuma satu: pose foto gaya bebas ini diartikan literally gaya bebas, yaitu salah satu gaya berenang yang  umum dilakukan di kolam renang (yaiyalah, masa di lapangan tenis).

Dengan begitu, setelah fotografer meminta gaya bebas, kita mungkin bakal bersiap-siap dulu menggunakan kacamata renang dan peralatan lainnya agar lebih menghayati, lalu bersama-sama melakukan gerakan downsweep, insweep, dan backsweep sebagai prinsip utama berenang gaya bebas.

Iklan

Tafsir 5: Bebas Lepas Kutinggalkan Semua Beban di Hatiku

Kalau kamu membaca poin ini sambil bernyanyi, selamat! Kamu sudah tua berarti memahami esensi sesungguhnya dari berpose gaya bebas.

Iwa K, rapper Indonesia, memiliki lagu berjudul “Bebas” yang liriknya adalah “Bebas, lepas, kutinggalkan semua beban di hatiku. Melayang, kumelayang jauh.” Dari lagu ini, tentu kita bisa “berinvestasi” makna bebas untuk keperluan berfoto bersama.

Kalau tertarik menggunakan tafsir terakhir ini, kita bisa kok langsung pergi begitu saja dari lokasi. Ha gimana lagi, kan liriknya saja “kutinggalkan semua beban di hatiku”—termasuk beban mikirin mau pose kayak gimana buat foto gaya bebas!

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2019 oleh

Tags: bebasfoto gaya bebasIwa Kpose jempolrenang
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

renang untuk lansia mojok.co
Kesehatan

Cenderung Aman, Olahraga Renang Cocok untuk Lansia

4 Agustus 2022
ahok bebas
Kilas

Dapat Remisi Natal, Ahok Bakal Bebas Bulan Depan

26 Desember 2018
Penjaskes

Generasi Z Ternyata Lebih Suka Olahraga Ketimbang Generasi Milenial

16 November 2018
Esai

Belajar dari Young Lex, Gimana Cara Manajemen Haters yang Sukses

13 Agustus 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.