Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Meme ‘Blok Goblok’ dalam Semesta Emak-emak Boomer dan Tanggung Jawab Generasi Milenial

Andini Seprijadi oleh Andini Seprijadi
17 Mei 2021
A A
Meme ‘Blok Goblok’ dalam Semesta Emak-emak Boomer dan Tanggung Jawab Generasi Milenial

Meme ‘Blok Goblok’ dalam Semesta Emak-emak Boomer dan Tanggung Jawab Generasi Milenial

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merasa pesenannya tak pas, seorang emak-emak viral usai ngata-ngatain kurir dengan kalimat puitis, “Blok goblok!”

“Blok goblok” jadi salah satu quote yang viral dan menggema di jagat medsos belakangan ini.

Diucapkan secara sadar oleh emak-emak berkerudung kuning yang ngomel-ngomel tak terima dengan paket yang sudah diantar oleh kurir. Si emak-emak marah karena menganggap barangnya tidak sesuai pesanan. Kata mutiara itu pun langsung viral di Twitter dengan belasan ribu kali cuitan.

Di video dua menit empat belas detik yang direkam oleh si mas-mas kurir, emak-emak ini mengatakan kalimat blok goblok berulang kali sambil menunjukkan barang pesanan yang sudah ia unboxing.

“Kok Ibu ngata-ngatain saya goblok?” tanya mas kurirnya.

“Iya goblok lu. Dari tadi diajak ngomong nggak paham,” semprot emak-emak itu.

sabar banget bung kurir ❤️ pic.twitter.com/JuhHYH7ubp

— Minke Akik (@bukuakik) May 15, 2021


Situasi yang paling mungkin terjadi adalah si ibu belanja online di e-commerce dengan sistem COD di mana pembayaran dilakukan setelah barang diterima, tapi menolak bayar karena pesanan tak sesuai harapan. Kasus semacam ini beberapa kali terjadi dan viral di media sosial.

Emak-emak dan teknologi merupakan satu PR besar yang sepertinya luput dari perhatian. Misalnya, jarang ada materi atau pelatihan khusus di PKK tentang cara menyaring informasi yang anti-hoaks. Pelatihan digital sering kali menyasar generasi milenial dan generasi Z yang dianggap lebih tangkas mencerna informasi.

Bahkan yang terbaru, Dikti wacanakan kurikulum digital startup sebagai salah satu mata kuliah wajib. Tentu, ini merupakan kabar baik agar generasi sekarang lebih agile dengan dunia teknologi yang memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan di era global. Tapi dengan adanya kasus “blok goblok” di atas kok ya rasanya ketimpangan literasi digital antar-generasi ini semakin jelas.

Setidaknya, kita bisa melihat dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) periode 2019-2020 mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta jiwa.

Jumlah ini meningkat 23,5 juta atau 8,9 persen dibandingkan pada 2018 lalu. Angka yang sangat besar karena kini orang tua kita pun sudah mulai ikut-ikutan main internet meskipun baru di tahap sharing stiker di WhatsApp keluarga. Di tingkat yang lebih tinggi mereka sudah mulai kepo dengan eksistensi e-commerce.

Saya sebagai seorang sobat Shopee yang cukup sering mendapat teriakan, “MISI PAKEEET,” di siang bolong harus menjelaskan panjang lebar ke mama saya setiap beliau nanya, “Itu caranya beli online gimana sih?” atau sesederhana, “Siapa yang gaji bapak kurirnya kalo gratis ongkir terus?”

Menjelaskan ke mama saya tentu perlu analogi khusus yang mudah dipahami. Saya mengibaratkan e-commerce sebagai sebuah mal dengan berbagai macam jenis dagangan, mulai dari makanan, skincare, baju, sepatu, notes lengkap dengan stikernya yang lucu-lucu hingga pakan anabul, semuanya ada.

Lalu muncul pertanyaan dari beliau, “Berarti penjualnya di Jakarta semua ya?”

Iklan

Saya menghela nafas sambil berpikir analogi lanjutan untuk pertanyaan ini. Kalau mal kan sebuah bangunan yang mendiami suatu lokasi. Tapi e-commerce kan beda, penjualnya bisa dari mana-mana bahkan dari Cina, hehe.

Pertanyaan-pertanyaan dari orang tua kita ini perlu dialihbahasakan dengan sederhana, kadang saya merasa cukup intelek dengan memahami istilah-istilah gaul per-sosmed-an fa-fi-fu-was-wes-wos digital 4.0 tapi saat harus menjelaskan ke orang tua dengan bahasa yang mudah dipahami aja sudah megap-megap. Hiks.

Kembali ke kasus emak-emak berkerudung kuning dengan kalimat mutiara blok goblok tadi. Padahal—kita sama-sama tahu—bahwa sistem COD itu, kalau barang yang diterima nggak sesuai bisa langsung mengajukan retur dengan menghubungi customer service.

Saya paham, mungkin si emak-emak ini nggak ngerti caranya dan keburu emosi duluan, tapi hey di video itu ada anaknya! Alih-alih bantuin menjelaskan atau paling nggak konfirmasi ke seller-nya. si anak malah ikut ngomporin ibunya menyalahkan kurir sambil nge-videoin. Hadeh.

Harusnya dengan angka 190 juta pengguna internet dari total 260 juta penduduk Indonesia ini, ada semacam tanggung jawab moral bagi generasi yang cukup melek literasi digital seperti kita-kita ini untuk mengedukasi generasi tua seperti bapak, ibu, bude, pakde.

Belum kelar mengedukasi soal hoaks yang biasa tersebar di grup WhatsApp kompleks atau sesederhana memberitahu tutorial connect ke wifi lengkap dengan cara mengetik password-nya, kini kita dibuat waswas dengan adanya aplikasi belanja online.

Bisa jadi mereka tiba-tiba kepencet pesen GoFood dalam jumlah banyak atau secara nggak sadar kepencet belanja di e-commerce tapi nggak ngerasa pesen barang itu jadi nolak bayar. Hiii, kan ngeri jugak.

Sudah saatnya kita bergandengan tangan dan me-niat-ingsun-kan diri untuk nggak capek atau gampang nyerah menjelaskan ke orang tua diskursus seputar teknologi ini, Gaes.

Bayangin aja, misal anaknya berprofesi sebagai socmed specialist yang kalo bikin konten harus riset minimal sepuluh jurnal, tapi justru ibunya sendiri pelaku penyebar berita bohong soal vaksin di grup WhatsApp keluarga atau suka marah-marah karena nggak sengaja salah pesen. Kan sedih. Hiks.

Oleh sebab itu, siapa yang harus menjelaskan dan mengedukasi emak-emak boomer model begitu kalau bukan kita-kita, generasi milenial atau Gen-Z ini? Yok bisa yok.

BACA JUGA Aturan Pintar COD Shopee, Tokopedia, dan Marketplace Lain untuk Pelanggan yang Bodoh dan ESAI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: belanjaboomerboomerse-commerceEmak-emakgenerasi zgrup whatsappmalmilenialShopeewhatsapp
Andini Seprijadi

Andini Seprijadi

Tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO
Edumojok

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
self reward.mojok.co
Ragam

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.