Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

6 Trik Ngakali Tarif Ongkir Belanja Online bagi Kami Penduduk Pelosok Luar Jawa

Muhimmah oleh Muhimmah
27 Juni 2020
A A
ilustrasi Menentukan Cara Jualan Online yang Sesuai dengan Panggilan Jiwa Adalah Hal Sulit mojok.co

ilustrasi Menentukan Cara Jualan Online yang Sesuai dengan Panggilan Jiwa Adalah Hal Sulit mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bagi penduduk luar Pulau Jawa kayak kami, tarif ongkir lebih mahal dari harga barang itu udah jadi kebiasaan tiap belanja online. Kearifan lokal.

Dunia harus tahu bahwa semahal-mahalnya ongkos kirim (ongkir) barang antar-daerah di Pulau Jawa masih lebih murah dibandingkan tarif ongkir ke luar Jawa. Bahkan jauh lebih murah dibandingkan ongkir dari Jawa ke pelosok-pelosok luar Jawa.

Taruhlah dari Banyuwangi di ujung timur Jawa ke Pandeglang yang berada di barat Pulau Jawa. Ongkir untuk sekilo barang itu masih kisaran 20 ribuan. Coba bandingkan ongkos kirim dari Jakarta ke Makassar. Nyaris dua kali lipatnya!

Akan lebih berlipat lagi jika dibandingkan dengan pengiriman ke daerah yang letaknya pelosok. Kita semua tahu, Makassar kota besar, gerbang daerah Indonesia Timur. Untuk menuju gerbangnya saja kena biaya kirim segitu, apalagi menuju ruang tamu, ruang tengah, dapur, atau teras belakangnya.

Saya tinggal di Sorowako. Daerah kecil penghasil nikel terbesar di Indonesia. Letaknya paling ujung di Kabupaten Luwu Timur, kabupaten paling utara Propinsi Sulawesi Selatan. Ujungnya ujung. Berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Tak ada mal di sini. Bahkan Indomaret atau Alfamart aja belum lama nongolnya. Namun sependek yang saya tahu, banyak jasa pengiriman yang punya cabang di sini, baik reguler maupun kargo. Kisaran tarif ongkir reguler dari Jawa ke Sorowako kisaran 60-80 ribu per kg. Ngeri-ngeri sedap.

Kayak beberapa hari lalu ketika saya ikutan pre-order buku baru dari mas-mas seleb fesbuk. Harga bukunya 59 ribu, ongkirnya 69 ribu. Buset. Ini nih, yang bikin nyesek. Harga ongkir lebih mahal dari pada harga barang yang dibeli.

Apakah para bakul onlen tahu dilematika para calon pembeli seperti ini?

Masalahnya bukan sekadar pada angka yang harus dibayar sebagai tarif ongkir untuk daerah luar jawa, lho, tapi juga relate atau tidaknya nominal yang harus dibayar sebagai harga barang. Bukan pula sekedar masalah loyalitas pada produk tertentu sehingga kita rela bayar ongkir mahal. Ini masalah strategi ekonomi.

Ongkir ratusan ribu untuk barang seharga sejuta ya jatuhnya murah, tapi ongkir seratus ribu untuk harga barang seharga lima puluh ribu ya mehong.

Bagi penduduk Jawa yang dimanjakan fasilitas, kelengkapan kebutuhan, dan segala tetek bengeknya mungkin can’t relate dengan isu ini. Sedangkan bagi saya orang luar Jawa, apalagi mereka yang tinggal di kawasan timur Indonesia. Sudahlah ongkir mahal, delivery time-nya lama pula.

Belum lagi karena efek masa PSBB. Pengiriman jadi bisa dua kali lebih lama. Kirim roti bisa keburu jamuran, kirim buku bisa keburu keluar bajakannya, atau kirim jeruk bisa keburu jadi pohon sampai tujuan.

Lalu kalau tahu tarif ongkir ke luar Jawa lebih mahal, kenapa maksain harus beli barang dari Jawa?

Gini. Selain kurangnya pusat perbelanjaan, ya memang ada barang-barang tertentu yang tidak dijual di mari.

Iklan

Kayak ketika kamu cari produk tertentu di Marketplace. Cari daster misalnya. Selanjutnya lakukan filter pencarian, misalnya untuk area Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, atau Jawa Timur.

Bandingkan hasilnya ketika filter pencarian hanya di area Sulawesi Selatan atau Kalimantan Timur misalnya. Kalau mau lebih njomplang pilih area yang lebih ke Timur lagi, misalnya Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara, atau Papua. Di tempat-tempat macam begini kamu bakal tak punya banyak pilihan.

Selain sinyal yang kadang mati segan hidup tak mau, juga aliran listrik yang selalu ada pemadaman nyala bergilir. Itu bikin penjual online di tempat kami tak banyak. Gimana mau upload foto produk atau testimoni pembeli, kalau cuma buat ganti foto profil fesbuk aja durasi loadingnya udah sama kayak waktu yang dibutuhkan Liverpool juara liga.

Bahkan tulisan saya ini pun belum tentu bisa dibaca teman-teman saya di daerah-daerah macam begitu karena belum tentu listriknya nyala ketika tulisan ini tayang. Kalaupun listrik nyala, belum tentu pula sinyal ada.

Nah, dari segala problem itu lah, mau tak mau kalau mau belanja online ya pilihannya cuma dari Jawa.

Harga lebih murah, banyak pilihan, tapi ongkirnya yang berlipat-lipat dari harga barang. Atau kalau mau sebaliknya; harga barang mahal, tak banyak pilihan, tapi ongkir murah.

Meski begitu, terutama bagi emak-emak yang biasa belanja online, realitas semu dari “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat” ini jelas tak bikin kami habis akal. Banyak alternatif solusi ngakalin yang bisa dilakukan. Maklum, setiap keterbatasan emang bikin ide kreatif bermunculan.

Pertama, manfaatkan promo tarif ongkir

Sebisa mungkin manfaatkan promo Marketplace yang menyediakan subsidi ongkos kirim. Lumayan lah, meski ada syarat minimal pembelian segala macam. Mangkas tarif ongkir luar Jawa sampai sekian puluh ribu rupiah lumayan, Gaisss.

Cuma masalahnya, nggak semua bakul onlen punya akun jualan di Marketplace. Apalagi bakulan buku yang katanya lebih terdidik tapi nggak peka sama kondisi saudaranya di luar Jawa sana. Hiks.

Kedua, beli barang secara berjamaah, jadi ongkir ditanggung bersama

Ini biasanya dilakukan ibu-ibu komunitas tertentu. Cuma syarat utamanya, joinannya sama yang bertetangga aja. Nggak usah sok-sokan bhineka tunggal ika terus beli barang di Jogja kongsiannya sama pembeli dari Bandung. Itu cari gara-gara namanya.

Ketiga, mengoptimalkan ongkir

Mengirim dua gram dengan sekilo ongkosnya sama. Jadi tambah-tambahkan saja barang biar sekalian ongkirnya. Asalkan tidak lupa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tidak melewati batas optimal. Kenali batas maksimal berat barang untuk ongkir per kilo dari masing-masing jasa pengiriman.

Jadi kalau kamu mau beli buku yang beratnya cuma seperempat kilo, bisa minta tambahan yang jual sekalian masukin tipi, rice cooker, atau tower sutet sekalian.

Keempat, pakai kargo

Jika membeli barang dalam jumlah banyak atau yang berukuran besar lebih baik pakai jasa kargo atau pengiriman pos yang ekonomis.

Di sini banyak teman saya yang menyiasati dengan cara memanfaatkan jasa pengiriman via bus Makassar-Sorowako. Jadi barang dari Jawa dialamatkan ke pool bis di Makassar, baru diteruskan ke Sorowako. Lumayan irit terutama untuk paketan barang yang ukurannya besar.

Bahkan kalau perlu kamu bisa nitip keponakan kalau tiket pulang lagi mahal-mahalnya.

Kelima, nunggu arus mudik

Menunda pembelian hingga saat mudik atau berkesempatan melakukan perjalanan ke daerah Jawa. Bisa COD atau memakai jasa pengiriman biasa. Jelas ngirit ongkirnya. Meski nggak ngirit sama tiketnya. Nggak usah protes, ini kan tulisan soal trik ngakali tarif ongkir ke luar jawa, bukan trik ngakali dapet tiket murah ke Jawa.

Keenam, migrasi

Dan terakhir sekaligus paling ultimate, yakni pindah domisili ke Jawa. Ini adalah solusi yang praktis pragmatis dan menyelesaikan segala problematika ongkos kirim. Sekaligus juga solusi yang rada nganu.

BACA JUGA Orang Timur Bilang Jawa-sentris, Orang Jawa Bilang: Jawa itu Jakarta-sentris atau tulisan soal Indonesia Timur lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2020 oleh

Tags: Indonesia Timurluar jawaMakassarongkirPapuatarif ongkir
Muhimmah

Muhimmah

Orang Lasem yang terdampar di Tana Luwu.

Artikel Terkait

papua.MOJOK.CO
Eksplor

Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran

23 Mei 2026
papua.MOJOK.CO
Eksplor

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO
Sosial

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
papua.MOJOK.CO
Sosok

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.