• 88
    Shares

MOJOK.CO Belakangan, chat dibanjiri dengan aneka rupa stiker WhatsApp yang baru diluncurkan. Mulai dari stiker standar dan default hingga stiker bergambar wajah manusia, semua ada!

WhatsApp telah meluncurkan fitur stiker per 25 Oktober 2018 lalu. Lewat fitur ini, ia semakin mirip-mirip LINE, Telegram, atau messenger Facebook karena tak lagi hanya dilengkapi oleh emoji dan GIF. Tapi sebenarnya, Teman-teman sekalian, akibat adanya stiker WhatsApp, aplikasi chatting ini kini kian terasa seperti…

…perang selfie!!!

Gimana nggak: stiker WhatsApp yang banyak rupanya itu ternyata dirasa masih kurang variatif oleh sebagain orang. Hal ini pun ternyata difasilitasi oleh WhatsApp yang menghubungkan penggunanya dengan aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan mereka untuk membuat stiker dengan wajah sendiri.

Ya, saya ulangi: dengan wajah sendiri.

Terhitung sampai hari ini, saya yakin setidaknya kamu sudah menerima 3 hingga 10 stiker berwajah kawanmu sendiri dengan ekspresi-ekspresi khas mereka. Jangankan temenmu—kamu aja paling-paling diem-diem udah nyoba untuk bikin sendiri, tapi malu-malu (mau) buat di-share~

Meski kreatif dan seru, rasa-rasanya demam membuat dan menyebarkan stiker WhatsApp berwajah sendiri ini bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Dari analisis saya, setidaknya ada xx tipe pengguna WhatsApp jika dilihat dari motivesyen motivasinya saat memproduksi stiker WhtasApp berwajah sendiri.

Pertama, mereka yang dengan pedenya membagikan stiker wajah sendiri adalah tipe pengguna WhatsApp yang sudah memakan asam garam dalam dunia per-media-sosial-an.

Bisa jadi, ia adalah orang yang telah bertahun-tahun malang melintang di dunia internet, mulai dari zaman mIRC, Mig33, MXit, Friendster, Plurk, Facebook, AskFM, Twitter, BBM, LINE, hingga WhatsApp itu sendiri. Kenapa saya mengambil simpulan yang demikian? Karena, sikapnya yang tangkas dan segera mempersiapkan stiker WhatsApp berwajah sendiri itu merupakan bukti bahwa ia pun telah siaga menghadapi sebuah kalimat umum dalam dunia pertemanan maya, yaitu:

Baca juga:  Pemirsa Televisi Indonesia Dikasih Sampah, Eh, Minta Nambah

“PAP, dong!”

Ya, ya, ya Pemirsa, PAP—alias Post a Picture—adalah kalimat basa-basi kelas kakap di dunia maya. Daripada capek-capek dandan sebelum selfie yang diminta mendadak, mending bikin stiker yang cantik dan siap kirim. Bukan begitu, sobat yang (semoga) berbahagia?

Kedua, mereka yang memutuskan untuk membuat stiker WhatsApp berwajah sendiri adalah mereka yang terobsesi sama Tatan.

Apa? Anda tidak kenal Tatan? Itu loh, bayi lucu di Instagram yang followers-nya lebih banyak dibandingkan followers anak-anak sekelasmu dijadiin satu. Tatan ini, FYI aja, pernah menjadi model stiker LINE, persis seperti beberapa artis lain, termasuk JKT48.

Melihat kesuksesan Tatan di usia yang belia, beberapa orang mungkin merasa iri dan dengki, seperti saat melihat mantan jadian duluan sama orang lain. Dengan kedengkian itu, tipe pengguna WhatsApp ini pun langsung memanfaatkan fitur terbaru untuk membuat sticker pack mereka sendiri untuk menjadi Tatan 2.0.

Pokoknya, semua bisa jadi Tatan!!!!!11!!1!!!!

Ketiga, mereka yang memiliki stiker WhatsApp menggunakan wajah sendiri mungkin berniat membalas pesan tanpa mengetikkan pesan itu sendiri.

Beberapa orang dengan menyebalkannya hanya mengirim pesan berupa huruf “P” yang berulang kali di WhatsApp. Bagi mereka, huruf “P” mungkin terasa sama ‘kuatnya’ dengan fitur Ping di BBM, padahal sebenarnya “P” itu sendiri bisa bermakna banyak: Pisang? Padi? Peresan kelapa? Pancingan? Pisau?

Apa, coba, apa???

Menanggapi keambiguan ini, mengirim stiker WhatsApp pun menjadi alternatif paling kekinian. Jika ada seseorang mengirim huruf “P” lain waktu, tipe pengguna ketiga akan langsung mengirim stiker wajahnya sendiri dengan ekspresi terganggu.

Baca juga:  Katanya Awkarin Aktivis Sosial, tapi Bawa-bawa Pengacara Malah Tegaskan Kesenjangan Sosial

Sungguh, ini adalah cara yang halus untuk bilang, “Kalau mau ngomong, mbok ya langsung aja, daripada bertele-tele kayak mantan minta balikan!”

Keempat, pengguna yang membuat stiker WhatsApp berwajah sendiri ini merupakan pengguna yang futuristik dan inovatif. Kenapa? Karena, secara langsung maupun tidak langsung, ia telah memprospek dirinya sebagai…

…selebwap, alias seleb WhatsApp.

[!!!!!!111!!!1!!!!]

Ya, benar, Saudara-saudara—menyusul kesuksesan Awkarin sebagai selebgram atau akun @seterahdeh sebagai selebtwit, tipe pengguna ini melihat adanya kemungkinan meningkatkan popularitas melalui WhatsApp. Bukan tidak mungkin, stiker bergambar wajah sendiri ini akan diteruskan ke orang lain, bahkan ke orang-orang yang belum dikenal secara personal. Sudah tentu, ini menjadi tantangan yang menarik untuk proses branding diri sendiri.

Jadi, yaaaa, siap-siap aja jadi selebwap, mylov~

Kelima, stiker WhatsApp berwajah sendiri diyakini dapat menjadi senjata ampuh bagi para pejuang LDR dan pejuang move on.

Bagi sepasang kekasih yang terpisah jarak, stiker WhatsApp yang pakai muka sendiri pasti terasa romantis dan so sweet karena mereka bisa memandang satu sama lain dengan cara yang ekspresif dan segar. Namun, bagi pejuang move on—alias orang yang patah hati—stiker ini bisa menjadi bukti kejayaan setelah dicampakkan dengan begitu kejamnya.

Caranya gimana? Ambil foto dan bergayalah dengan maksimal, jadikan stiker, lalu kirim saat si mantan tiba-tiba nge-chat, “Apa kabar?”

Jangan lupa, di stiker tadi harus kamu lengkapi tulisan:

SIAPA YHA, KAYAK KENAL?