Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Path, Media Sosial yang Tutup Bersama Kenangan Mantan Kekasih

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
15 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski terkesan menyedihkan, tutupnya Path juga sebenarnya menjadi kelegaan besar bagi sebagian orang.

Media sosial Path dikabarkan tutup. Berita ini telah menyebar melalui berbagai media massa dan mengundang keterkejutan netizen.

Pada unggahan tangkapan layar yang beredar, Path menuliskan “The Last Goodbye”, atau yang berarti “selamat tinggal yang terakhir”. Selain, ikon-ikon khasnya yang berjajar, media sosial yang identik dengan warna merah ini juga memberi keterangan soal penyesalan mereka karena harus berhenti beroperasi.

Path akhirnya tutup. 💔 pic.twitter.com/tQxJXtguO6

— 𝒜.𝒟. (@anomdanas) September 14, 2018

Lebih detail, pesan yang tertulis pada pesan yang beredar adalah: “Kami dengan sangat menyesal harus menginformasikan kepada Anda bahwa Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs ini untuk detail terkait proses restore/refund.”

Namun hingga saat ini, aplikasi Path masih bisa di-install dan diakses oleh penggunanya. Pesan terakhir tadi pun tidak dimunculkan dalam notifikasi pengguna (atau, belum?). Yang jelas, fitur-fitur yang ada masih bisa digunakan seluruhnya.

Meski masih memunculkan tanda tanya, kabar ditutupnya Path jelas menjadi tamparan keras bagi sesepuh media sosial, khususnya pada tahun 2012 hingga 2014. Tak sedikit orang bersedih karena harus kehilangan momen-momen panjat sosial pertama kali di medsos. Apalagi, Path tergolong media sosial paling perhatian: mulai dari aktivitas bangun tidur (I’m Awake), check in ke tempat nongkrong, mendengarkan lagu tertentu, menonton film tertentu, membaca buku tertentu, unggah foto maupun status, sampai tidur lagi (Go to Sleep) pun seluruhnya difasilitasi. Mantap, kan?

Tapi, meski terkesan menyedihkan, tutupnya Path juga sebenarnya menjadi kelegaan besar bagi sebagian orang…

…khususnya mereka-mereka yang punya mantan dengan masa-masa pacaran rutin di-update ke Path.

[!!!!!11!!!!11!!!!!]

Ya, ya, ya, I feel you, sobat-sobat yang pernah patah hati. Di zaman dulu sekali, Instagram Story belum ada—artinya, kita hanya bisa pamer pacaran lewat Path.

Sekali lagi, Path adalah media sosial dengan fitur yang lengkap. Tak heran, aktivitas pacaran bisa terlaksana dengan baik, misalnya:

1. jalan-jalan dikit sama pacar, langsung update di Path; check in di Kafe Anu atau Kafe Itu, sambil melengkapi opsi I’m with dan I’m at,

2. ada film baru, langsung nonton sama pacar, tapi tidak lupa update sampai muncul tulisan Watching Blablabla,

Iklan

3. berantem sama pacar sampai galau, lalu berusaha memberi kode soal gejolak hati ini lewat fitur Listening Blablabla,

4. mengawasi tidur dan bangunnya pacar lewat update yang dia buat dengan fitur I’m Awake dan Go to Sleep,

5. jangan lupakan juga segudang foto yang setiap hari kita upload dengan caption-caption manis yang mengundang pengguna lain memberi emot-emot reaksi,

6. untuk semua update yang kita lakukan, kita bisa tahu apakah pacar sudah melihat update yang kita lakukan atau belum—lalu kita mewajibkannya untuk nge-love semua update, dan

7. setiap kali berpindah kota, Path memungkinkan pengguna menampilkan update bertuliskan Arrived in (nama daerah). Jika profil pacar memunculkan update ini, kita pun bisa langsung “mencecarnya” dengan memilih reaksi yang tersedia: “Take a photo!”, “Where are you?”, maupun “What are you up to?”. Pokoknya, kejar terus!

Dengan semua kenorakan-kenorakan kenangan alias moment yang terbilang cukup banyak jumlahnya itu, tentu menjadi PR besar bagi kita untuk menghapusnya satu per satu ketika hari menyedihkan itu datang: kita harus putus dengan si pacar—atau kini sebaiknya kita sebut sebagai mantan.

Bayangkan; dari tahun 2012, 75% update yang kita lakukan di media sosial ini adalah update pacaran!!! Scroll dikit, ada namanya!!! Scroll lagi, ada fotonya!!! Ah, alay menyebalkan sekali, bukan???

Untuk itulah, kabar tutupnya Path—meski mengejutkan dan mengharukan—membawa kelegaan luar biasa bagi kita. Setidaknya, dengan begini—mau tak mau—kita bakal merelakan mantan pergi dari kehidupan kita selamanya.

Udah ikhlas, kan, sekarang?

Terakhir diperbarui pada 15 September 2018 oleh

Tags: aplikasi diblokirkekasihmantan pacarmedia sosialmedsosmomentPatah HatiPath tutupputus
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO
Esai

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Fragmen

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.