MOJOK.CO Daripada repot-repot mengedit takdir dan mengubah bubur menjadi nasi, kenapa nggak kamu terima dengan lapang dada dan ikhlas aja, sih, Malih?!

Di Cilacap, ada bubur ayam yang kondangnya melebihi merek kerupuk ikan tengiri yang jadi oleh-oleh khas kota ini. Setiap kali ada tamu, bubur ayam menjadi “senjata andalan” dalam jamuan, yang kira-kira sama maknanya dengan kesan dan pesan bahwa si tamu cukup penting bagi kami sampai-sampai kamu menghadiahinya bubur ayam paling enak seluruh kota.

Sayangnya, nggak semua orang suka kamu bubur ayam. Beberapa orang lebih memilih masak nasi sendiri pakai rice cooker di rumah menggunakan saran dari ibu: Masukkan air setinggi satu ruas jari saat memasak nasi.

Tapi, sayangnya (lagi), nggak semua orang dianugerahi kemampuan masak nasi yang mumpuni. Niat hati menghindari bubur ayam, eh malah jadi nasi-kelebihan-air alias nasi-lembek alias b-u-b-u-r.

Biasanya, orang-orang sok puitis akan menghibur diri dengan peribahasa “nasi sudah jadi bubur” dan harus dihadapi dengan lapang dada, alias ya udah, makan aja nasi lembeknya. Tapi, gimana kalau tetep nggak suka bubur alias nasi lembek, dan tetep laper setengah mati? Apakah bisa mengubah bubur menjadi nasi???

Sebuah video hack soal masakan mendadak viral sejak beberapa hari lalu, seolah menawarkan solusi yang (((terlihat))) pasti.

Dari video tersebut, bisa dilihat bahwa sehelai roti tawar sanggup “mengubah” nasi lembek yang kebanyakan air dan berbentuk bubur menjadi nasi putih biasa yang takaran airnya pas. Katanya, roti ini bakal menyerap air berlebih dan menyelesaikan permasalahan “nggak-suka-bubur”.

Baca juga:  Ngapain Bikin Hari Antihoaks Kalau Hoaks Tak Sejahat Itu?

Tapi, serius deh, apakah ini sungguh-sungguh terbukti nyata dan bisa dipertanggungjawabkan??? Apakah fungsi roti di dunia ini selain untuk diolesi selai dan ditaburi meses adalah untuk menyerap semua air di dunia??? Kalau memang iya, apakah itu alasannya kenapa kita menyebut pembalut wanita dengan julukan “roti”???

Oke, maaf, yang terakhir agak nyeleneh dari bahasan kita.

Lanjut. Kehebohan video mengubah bubur menjadi nasi ini dengan segera jadi perbincangan. Kemustahilan ini seolah nggak bisa dijelaskan akal sehat. Maksud saya, kalau roti memang bisa berguna untuk mengubah bubur menjadi nasi, kenapa penjual-penjual bubur itu nggak memanfaatkannya juga, hitung-hitung untuk membuka lini bisnis makanan baru?

Nyatanya, Pemirsa, nggak cuma satu-dua orang yang telah menyebarkan informasi terkait video buatan Blossom. Pemberitahuan-pemberitahuan semacam ini telah ditulis banyak pihak agar kamu, kamu, dan kamu nggak terjebak dalam toxic relationship berita hoaks nggak bermutu dan nggak bertanggung jawab.

Dalam sebuah video khusus, kamu bahkan bisa menemukan video penjelasan berikut ini.

Menurut hemat saya (ciyeee~), munculnya video panduan mengubah bubur menjadi nasi ini—terlepas dari kepalsuan yang ia bawa—seperti menihilkan peribahasa “nasi sudah menjadi bubur”. Dengan cara mengubah bubur menjadi nasi ini, buat apa coba kalau kita repot-repot belajar bahasa Indonesia dan ngapalin peribahasa tadi??? Buat apa juga berusaha lapang dada dan kuat hati kalau nyatanya bubur aja bisa dibalikin jadi nasi???

Baca juga:  Begini Loh Rasanya Masuk Grup Relawan Jokowi Sekaligus Grup Relawan Prabowo

Ah, Blossom, plis deh. Daripada berusaha “memotivasi” orang lain dengan meyakinkan kita semua bahwa bubur bisa diubah jadi nasi, kenapa nggak bikin video yang lebih masuk akal aja, misalnya nambahin ayam, kacang, kerupuk, atau daun bawang, biar enak sekalian???

Tapi ingat, makannya nggak usah diaduk. Titik.

BACA JUGA Terima Kasih Sistem Zonasi Sekolah, 5 Peribahasa Ini Jadi Nggak Relevan Lagi



Tirto.ID
Loading...

No more articles