• 25
    Shares

[MOJOK.CO] “Sudah tahukah kamu makna-makna ornamen yang pasti ada dalam perayaan Imlek?”

Menurut sejarah, Imlek mulanya dirayakan oleh para petani di Tiongkok dengan berdasarkan peredaran bulan. Kata Imlek sendiri memiliki arti bulan (pada kata “im”) dan penanggalan (pada kata “lek”). Perayaan ini dilakukan pada tanggal satu di bulan pertama pada awal tahun baru.

Umumnya, perayaan Imlek disemarakkan dengan ornamen-ornamen meriah yang tida pernah absen tiap tahunnya. Dengan nuansa merah, kita pun kerap bertanya-tanya: apa sih maknanya ornamen yang ini dan itu? Kenapa semuanya begitu misterius, seperti perasaan dia padaku?

Ya udahlah, my lov, mending kita check them out aja, yuk~

Lampion

Ini adalah ornamen nomor satu dan pasti ditemukan dalam hiasan mall manapun yang ikut merayakan Imlek. Bahkan, di rumah makan berbau Tiongkok pun ornamen ini turut dipajang. Tapi, buat apa sih?

Lampion, atau yang disebut pula sebagai lentera merah, memiliki makna sebagai penerangan hidup. Nyala merah dari lampion ini menjadi simbol keberuntungan dan rezeki.

Tak jarang, ada pula lampion nanas dalam perayaan Imlek. Bukan tanpa alasan, nanas berarti wang lai dalam bahasa Tionghoa. Kata wang bermakna rezeki atau uang, sedangkan lai adalah datang. Artinya?

Yha, benar!!! Bersama lampion nanas, muncullah semacam doa dan harapan: “Rezeki… datanglah!!!”

Gambar Ikan

Baca juga:  FPI Jakarta Imbau Diri Sendiri untuk Tak Usah Turun Jalan Saat Natal dan Tahun Baru

Masih berhubungan dengan arti kata, ikan dalam bahasa Mandarin adalah Yu, yang bermakna “lebih”. Emang dasarnya makna pernak-pernik ini bakal berhubungan dengan rezeki, ya begitu pula dengan si ikan ini.

Gambar ikan menjadi simbol betapa orang-orang Tionghoa mengharapkan rezeki yang berlebih, kesehatan yang lebih baik, hingga usaha yang berjalan lebih lancar.

Pertanyaannya, apakah penjual pecel lele memasang gambar ikan lele di warungnya dengan filosofi yang sama? Hmm~

Barongsai dan Singa

Singa yang merupakan raja hewan ditampilkan dalam tarian tradisional Tionghoa, yaitu barongsai. Melalui kesan gagah berani dan beruntung yang dimiliki singa, barongsai ditujukan untuk mengusir makhluk-makhluk halus yang mengganggu manusia.

Nama “barongsai” adalah perpaduan dari budaya Indonesia dan Tiongkok. Kata “barong” merujuk pada kesenian boneka Bali, sementara “sai” dalam bahasa Hokkian adalah singa.

Dalam barongsai, ada 5 warna yang ditampilkan dengan makna sebagai kompas Tiongkok, yaitu kuning (menggambarkan bumi sebagai pusat), hitam (air sebagai arah utara), hijau (kayu sebagai arah timur), merah (api sebagai arah selatan), dan putih (logam sebagai arah barat).

Wow. Kalahlah sudah itu Power Rangers sama Avatar.

Jeruk

Warna jeruk yang oranye keemasan dianggap sebagai lambang emas bagi mereka yang merayakan Imlek.

Lebih dari itu, dalam bahasa Mandarin, jeruk adalah Ju, yang jika diucapkan ternyata memiliki nada yang hampir sama dengan kata Ji, yang berarti keberuntungan. Singkatnya, orang-orang berharap bahwa dengan adanya jeruk, mereka akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Baca juga:  Silaturahmi ing Dina Riyaya Aja Dadi Budaya Ngarep-arep Sangu

Hmm. Pantes aja SNSD beruntung dan jadi girlband terkenal. Lah wong lagu mereka sendiri pakai kata Ji gini:

“Ji, ji, ji, ji, baby baby baby~ Ji, ji, ji, ji, baby baby baby~”

Hehehe. Apa sih ini, kok garing, hehehehehe~

Angpao

Dalam bahasa Mandarin, angpao adalah hong bao, di mana hong berarti “merah”, sedangkan bao adalah “membungkus”.

Umumnya, angpao diberikan oleh seseorang yang lebih dewasa pada anak-anak dan mereka yang belum menikah. Yang penting, isi dalam angpao tida boleh berhubungan dengan angka 4 (karena angka 4 memiliki makna kematian) ataupun berjumlah ganjil.

Yang jauh lebih penting lagi, dalam perayaan Imlek, banyak orang tua yang kemudian berpesan: “Jangan lihat angpao dari jumlah isinya. Namun, lihatlah dari doa yang diberikan dan warna merahnya, yaitu lambang keberuntungan dan kemakmuran.”

Artinya, my lov, jangan hina-hina Liverpool terus. Loh, loh, kenapa Liverpool? Ya karena Liverpool berwarna merah juga. Sudah tentu, para kopites harus yakin bahwa The Reds akan bangkit dan berjaya.

Yeaaah!!!