MOJOK.CO Mengurai fatwa haram dari para ulama yang sesungguhnya masih debatable bersama Mojok Institute. Mengapa A bisa haram? Mengapa B tidak boleh dilakukan?

Di film Harry Potter, Sirius Black pernah berkata bahwa dunia tidak terbagi atas Pelahap Maut dan Bukan-Pelahap-Maut. Baginya, hidup tidak se-hitam-putih itu. Tapi tampaknya, pendapat ini tidak akan disetujui beberapa orang tertentu yang secara tegas memisahkan A dengan B, misalnya memisahkan hal yang dianggap halal dan hal yang dianggap haram.

Adalah beberapa ulama, baik dari Indonesia maupun internasional, yang ambil peran dalam fenomena yang satu ini. Ya, penegasan fatwa haram dari para ulama tentu akan diikuti oleh para pengikutnya, namun sekaligus menjadi “lahan” bagi orang-orang lain turut berdebat. Benarkah A itu haram? Kenapa B tidak dihalalkan?

Jadi, mylov, berikut ini adalah daftar fatwa haram dari para ulama yang dinilai sungguh debat-able. Selamat membaca~

Catur

Dari Arab Saudi, seorang ulama bernama Sheikh Abdulaziz al-Sheikh menyebutkan bahwa permainan catur adalah haram karena sifatnya yang dekat dengan judi, membuang waktu, dan berpotensi menimbulkan perselisihan.

Sebelumnya, selepas Revolusi Islam 1979, pernyataan serupa dikeluarkan pula oleh pimpinan tertinggi Syiah di Iran, Ayatollah Ali al-Sistani, sebelum akhirnya dicabut oleh pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1988. Syaratnya, permainan ini sama sekali tidak boleh digunakan untuk berjudi.

Baca juga:  Belajar dari Dia yang Salat Pakai Bahasa Indonesia

Pernah pula disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad, bahwa menurut mazhab hanafi, permainan catur adalah haram karena mubazir waktu.

LINE

KH Abdullah Gymnastiar, alias Aa Gym, pernah mengimbau orang-orang untuk mulai berhenti gunakan LINE, salah satu platform media sosial populer. Pernyataan ini ia sampaikan melalui Twitter pribadinya di tahun 2016.

“Saya stop menggunakan LINE karena terang-terangan mempromosikan LGBT. Ayo pakai sosmed yang sehat saja,” begitu katanya.

Hal ini ditegaskan Aa Gym bukan tanpa alasan. Ia sendiri memilih berhenti menggunakan LINE karena diketahui LINE mengeluarkan stiker bertema LGBT. Sementara itu, di dalam Islam, LGBT memang jelas keharamannya.

Merokok

Dalam sebuah kesempatan di tahun 2017 lalu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyebutkan alasan-alasan mengapa Muhammadiyah sebelumnya menekankan bahwa merokok itu haram.

“Menghukumi sesuatu yang belum jelas perlu dua pendekatan, yaitu syariah dan ilmiah. Dalam pendekatan syariah, Allah menghalalkan segala sesuatu yang baik dan mengharamkan yang buruk,” tegas Anwar. Selanjutnya, ia juga mengungkit pernyataan WHO yang menyebutkan bahwa rokok telah menyebabkan 4,5 juta nyawa melayang.

Pernyataan ini jelaslah berbeda dengan NU yang menyatakan tidak akan mengharamkan rokok. Malah, rokok Dji Sam Soe digadang-gadang sebagai rokok yang NU banget~

Bitcoin

Sejumlah ulama di Turki, Arab Saudi, hingga Mesir disebutkan telah mengeluarkan fatwa yang melarang penggunaan cryptocurrency, termasuk Bitcoin. Hal ini dilakukan mengingat transaksi Biitcoin, sebagai jenis mata uang kripto, cenderung mirip dengan kegiatan judi dan berpotensi atas terjadinya pencucian uang.

Baca juga:  Kalau Nanti Perempuan Diharamkan Bermain Futsal, Saya Bisa Apa?

Sebagai investasi, Bitcoin juga diyakini haram, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Menurutnya, dalam penggunaan Bitcoin, harga yang muncul tidak bisa dikontrol dan keberadaannya tidak terjamin.

Sepak Bola

MUI Kota Tangerang pernah mengeluarkan fatwa ini pada bulan Februari 2012. Penyebabnya, setiap kali pertandingan klub Persita dan Persikota berlangsung, tawuran pasti tak terelakkan terjadi~

Di kesempatan lain, ustaz asal Indonesia yang telah lama pula tinggal di Arab Saudi, Ustaz Khalid Basalamah, menyatakan bahwa sepak bola memang boleh dilakukan, tapi juga bisa menjadi haram dalam situasi tertentu, yaitu jika: 1) penggemarnya lebih memilih menonton pertandingan dibandingkan salat malam; dan 2) semua yang terlibat di dalamnya tidak memperhatikan waktu salat.

Di Arab Saudi, lanjut sang ustaz, permainan sepak bola akan diberhentikan beberapa menit sebelum azan agar pemainnya bisa salat berjamaah.

Wow wow wow, ademnya. Kebayang, sih, kalau lagi main terus pemainnya cekcok, azan, dan akhirnya bersahabat lagi setelah salat berjamaah. Masyaallah~